
Albirruni segera menuju ruang tamu,
Langkah Albirruni terhenti ketika melihat pemandangan yang membuatnya terkejut, Istrinya menggendong Ayyubi dan di sebelah istrinya ada seseorang yang sangat membuatnya terkejut, melihat pemandangan itu membuat dada nya bergemuruh, mereka berdua seolah-olah seperti sepasang keluarga kecil.
"Rengganis" Suara lantang Mas Birru menggema di ruang tamu.
Rengganis langsung menatap Mas Birru. Manik mata mereka bertemu.
Rengganis langsung menunduk. Mas berlari kecil menghampiri rengganis.
"Di...a A...Abymanyu?"
Mas Birru memegang lengan Rengganis, lalu menatapnya, Mas Birru ingin penjelasan.
"Siapa Abymanyu?" Tanya Dokter David.
"Dia dokter David Mas, dia teman Hafiz yang menangani Almira" Rengganis menjelaskan apa adanya.
"Jadi...Kenapa kamu tidak menceritakan ini padaku?" Tanya Mas Birru.
Rengganis tertunduk diam, Rengganis bingung harus menjawab apa.
"Rengganis"
"Eh kalian ini kenapa, kenapa ada aku jadi bertengkar" Tanya Dokter David.
"Mas sudah-sudah nanti aku ceritakan di dalam"
"Papapapah" Ayubi memanggil papahnya.
Mas Birru segera meredakan kecemburuannya.
"Dokter David" Sapa Hafiz yang berjalan dengan Reihan menuju ruang tamu.
Mereka berdua bersalaman, lalu Hafiz mempersilahkan duduk.
Rengganis langsung membawa Mas Birru naik ke atas.
" Kami masuk dulu yah" Rengganis berpamitan pada Reihan dan Hafiz.
Rengganis masuk ke kamar dengan Mas Birru dan langsung menguncinya, Rengganis langsung memberi ASI kepada Ayyubi agar Ayyubi terlelap terlebih dahulu.
Setelah Ayyubi terlelap, Rengganis menghampiri Mas Birru yang sedang duduk di balkon.
"Mas..."
"Hemmm"
"Mas, apa kau marah?"
"Menurutmu?"
"Mas maafkan aku, aku tidak bercerita karena itu tidak penting"
Albirruni terus terdiam.
"Mas, aku hanya mencintaimu"
"Apa jika Dokter itu tidak kemari kamu akan terus menyembunyikannya"
__ADS_1
"Aku sudah bilang itu tidak penting, aku tidak menyembunyikan apapun, kenapa aku seperti sedang tertangkap basah berselingkuh" Rengganis masuk kembali ke dalam kamar.
"Jika sedang cemburu memang sangat menyebalkan" Gumam Rengganis.
Mas Birru menatap Rengganis yang masuk ke dalam kamar, "Kenapa jadi dia yang marah, kenapa wanita tidak mau di salahkan, apakah benar statement Pasal Satu: Wanita Selalu Benar. Pasal Dua: Jika Wanita Salah, Liat Pasal Satu" Gumam Albirruni.
Albirruni segera menghampiri Rengganis, lalu meminta maaf padanya, " Maafkan Mas, Mas hanya cemburu"
"Kebiasaan dari dulu kalau cemburu pasti seperti itu"
"Itu tanda nya cinta Nis"
"Cinta itu tidak akan menuduh pasangan yang bukan-bukan"
"Ya karena Mas cemburu jadi susah mengendalikan emosi"
"Katanya tadi cinta, kenapa mesti pakai emosi" Rengganis tak mau kalah.
"Oke oke Mas minta maaf ya sayang"
Jadi aku yang minta maaf, padahal siapa yang salah, benar kata Bang Tere Liye, berdebat dengan wanita itu sama dengan menguras sumur, sama-sama cape nya, Batin Albirruni.
" Jangan mencurigai aku, aku tidak suka"
"Iya iya, tidak lagi-lagi kok"
Sepertinya aku harus menghamili Rengganis lagi ini, agar tidak ada laki-laki yang menyukainya, ya ide bagus, Batin Mas Birru.
Rengganis menatap Mas Birru lalu menggenggam tangannya, lalu menggandengnya menuju balkon.
"Mas kamu ingat tempat ini, dulu di London kamu selalu menelfon ku disini, kita berjauhan namun saling percaya, sekarang kita sudah menikah, sudah ada Ayyubi, bukti cinta kita, jangan pernah meragukannya sedikit pun"
"Tidak akan ada selain dirimu Mas"
"Sayang itu kenapa bisa mirip Abymanyu"
"Aku tidak tahu Mas, Aku saja kaget"
"Bagaimana perasaanmu saat pertama kali bertemu dengannya?"
"Aku takut, aku kaget, aku syok, tapi setelah itu ya sudahlah, kan hanya mirip"
"Lain kali jangan temani Almira ke rumah sakit lagi"
"Iya iya"
Ya sudah aku ikut ke bawah dulu ya menemui dokter itu.
Rengganis mengangguk, Rengganis merasa lega karena Mas Birru sudah mereda.
Mas birru turun ke bawah, di ruang tamu Hafiz sedang berbincang dengan dokter David. Mas Birru bersalaman dengan dokter David. Mereka bertiga ikut mengobrol bersama tentang pengobatan Almira.
"Kau sudah tidak marah?" Tanya Dokter David pada Albirruni.
"Ah tidak, tadi hanya salah faham"
"Aku David, bukan Abymanyu" Ucap Dokter David.
"Hah...Abymanyu? bukan kah itu almarhum suami Mbak Rengganis, memangnya ada apa kak" Tanya Alisha.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa, Ayo lanjutkan mengobrolnya"
ih kakak ini , aneh, apa aku tanya langsung saja dengan Mbak Rengganis yah, Batin Alisha.
"Aku ke kamar dulu" Alisha beranjak dari duduknya lalu naik ke atas,bukan ke kamarnya, melainkan kamar Rengganis.
Kamar Rengganis hanya tertutup separuh, Alisha melihat di dalam Rengganis sedang duduk terdiam di sebelah Ayyubi yang terlelap.
"Mbak..."
"Eh Sha...Masuk, Ayyubi tidur ini"
Alisha langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.
"Mbak tadi kakak marah ya?"
"Biasa Mas Birru cemburuan"
" Pasti ada alasannya kan Kak"
"Dokter David mirip sekali dengan Almarhum Mas Aby"
"Hah...kok bisa"
"Mana mbak tahu, ini hanya kebetulan, tadi kebetulan Mbak yang membukakan pintu, eh Mas Birru datang melihat mbak membuka pintu untuk Dokter David"
"Ih Kakak dasar Bucin," Alisha terkekeh.
"Apa kakak cemburunya Marah-marah?"
"Tidak, tapi Mbak yang balik marah"
"Hahahaha, lalu kakak yang meminta maaf pada mbak ya"
Rengganis mengangguk.
"Mbak Ganis memang mantap"
Rengganis tersenyum " Kau ini"
"Mamamamama" Ayyubi terbangun.
Alisha segera menggendong Ayyubi dan membawanya ke bawah, Alisha ingin meledek Kakaknya dengan membawa Ayyubi.
***
Intermezzo
Mario Tegap : Ketika orang tua bertengkar di depan buah hati mereka, ini seakan membuat hati anak-anak yang masih lembut dan polos menjadi terluka. Sebagai orang dewasa, kita memang tak bisa merasakan apa yang mereka rasakan.
Tapi, bisa dibayangkan bagaimana rasanya, orang tua yang selama ini mereka jadikan sebagai contoh dan sosok yang sempurna, saling berteriak atau menghujat satu sama lain.
#Contoh mbak Ganis ma mas Birru, tidurin dulu dede nya, baru selesaikan masalahnya, setelah selesai baru tidurin istrinya, eh.....😁
[Jangan lupa Like, komen dan Vote, Mampir yah di surat cinta 2000, di tunggu like nya juga disana]
Salam sayang,
@Santypuji
__ADS_1