Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Obrolan Siang Bolong


__ADS_3

Selesai makan mereka mandi bersama lalu melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di dalam cottage.


Almira begitu bahagia sudah menjadi wanita seutuhnya, seutuhnya milik Mas Azzam nya.


Mas Azzam imam yang sangat ia cintai.


Almira memandang punggung Mas Azzam tepat di depan nya. Punggung laki-laki yang akan menemaninya seumur hidupnya.


"Ya Allah, anugerahkanlah suamiku balasan yang sebaik-baiknya kerana membimbingku ke jalan-Mu dan pahala yang besar atas kasih sayangnya yang melimpah-ruah ke atas ku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang."


Selesai berdzikir dan berdoa Reihan membalikan badan nya menghadap Almira, Almira mencium tangan suaminya itu.


Reihan mengelus kepala Almira.


Mereka lalu merapikan alat sholatnya.


"Mas hari ini kita di kamar saja yah, melihat pemandangan dari kamar, masih perih"


"Iya sayang, Maafkan Mas yah"


"Tidak Mas, kan ini sudah kewajiban Mira"


Reihan membuka jendela kamarnya lebar-lebar, mereka lalu menuju ke kasur dan duduk di sana, Almira bersandar di bahu Reihan.


Reihan mengelus rambut Almira yang masih setengah basah.


"Baru sampai sudah keramas dua kali"


"Kalau mau keramas sekali lagi, nanti dapat piala" Ledek Reihan.


"Ih Mas ini" Almira mencubit perut Reihan.


"Aw...sakit sayang"


"Mas, aku sudah sepenuhnya menjadi milikmu, janji setia yah sama Mira" Ucap Almira sambil menunjuk kelingkingnya.


Reihan tersenyum, Ia lalu mengaitkan kelingking Almira dan kelingkingnya, Almira langsung tersenyum dan memeluk Reihan.


" Humairah Cintaku, engkaulah tujuan hidupku, Dan engkaulah hasratku, Bersamamu adalah kegembiraan abadi, Ketidakhadiranmu adalah bara api dalam hati, Engkaulah kegilaan hidupku, Satu-satunya cintaku, Suatu cinta yang tak kenal malu


Suatu pemujaan yang tak cela"


Almira tersenyum lalu mencubit hidung mancung Reihan " Terimakasih Mas Azzam nya Humairah "


"Sudah jangan menggoda seperti itu, nanti Mas minta lagi nih"


"Ih memang itu tolet tolet tidak lelah apa, kan mengaduk selama 1 jam tadi"


"Hahaha mengaduk, memangnya sayur sop, di aduk-aduk segala"

__ADS_1


"Ih Mas Azzam inih"


"Kamu lucu sih"


"Mira tidak tahu istilahnya"


"Ganti lah jangan mengaduk"


"Terus apa dong Mas, Maju mundur syantik gitu, hahahaha itu sih jargon nya Syahrini"


"Hahaha kamu ini semakin mengada-ngada saja"


"Mas..."


"Jika seorang istri menolak suami nya yang mengajak ninu ninu akan mendapat dosa kan?"


"Ya tergantung alasan nya sayang"


"Maksudnya?"


"Ya jika istrinya sedang sakit, istrinya sedang haid, istrinya sedang nifas ya tidak boleh, harus di tolak"


"Memang ada laki-laki seperti itu"


"Ya ada saja, laki-laki yang tidak mengerti ajaran agama"


"Lalu jika istri menolak memang karena tidak mood itu bagaimana?"


Reihan menjelaskan perihal hubungan suami istri dalam pernikahan.


Dalam islam, pernikahan dilakukan dalam rangka beribadah kepada Allah dan untuk menyempurnakan keimanan seseorang, sebagai umat muslim baik lelaki maupun wanita wajib menikah dengan tujuan menjalankan sumber syariat islam dalam rangka beribadah kepada Allah. Salah satu tujuan pernikahan yaitu untuk mendapatkan keturunan dan memenuhi kebutuhan biologis berupa kasih sayang yang salah satunya dilakukan dengan jima (bersetubuh).


Di sisi lain, terkadang seorang wanita yang tentunya bukan makhluk sempurna memiliki kelemahan dan kekurangan, seperti merasa lelah, sedang sakit, sedang hamil, atau dalam kondisi yang tidak nyaman untuk melayani suami.


Namun dalam islam, kondisi tersebut tidak dibenarkan jika dijadikan alasan menolak keinginan suami untuk bersetubuh, sang istri wajib melayani suami kecuali jika berada dalam kondisi yang tidak diperbolehkan dalam syariat islam, misalnya ketika masa haid atau masa nifas.


Wajib hukumnya seorang istri melayani suami, istri diharamkan menolak bersetubuh dengan suami nya, berikut hukum istri menolak bersetubuh menurut islam berdasarkan Firman Allah dan Hadist Rasulullah.


Rasulullah pernah bersabda, “Jika suami memanggil istrinya untuk tidur bersama (bersetubuh) lalu sang istri menolak sehingga pada malam itu suaminya marah padanya, maka para malaikat mengutuk sang istri tersebut hingga pagi hari” (HR Bukhari). Dari hadist tersebut dijelaskan bahwa wajib bagi istri untuk kapan saja melayani suami ketika suami menginginkannya.


Wanita yang menolak bersetubuh bahkan mendapat laknat malaikat di sepanjang malam nya, sehingga begitu besar dosa istri menolak ajakan suami berhubungan intim. Wanita yang menolak melayani suami untuk bersetubuh akan menyebabkan dosa besar baginya dan membuat gugur kewajiban suaminya untuk memberi nafkah padanya, terlebih jika menimbulkan kemarahan hingga hilang rasa ridho pada istri nya tersebut.


Untuk itu bila terjadi penolakan sang istri memenuhi keinginan suami nya untuk dilayani dengan melakukan hubungan badan hal tersebut adalah sebuah kemaksiatan dan berbahaya bagi keselamatan istri sebab ridho suami adalah ridho Allah. Seorang istri yang pernah menolak ajakan suaminya untuk bersetubuh hendaknya segera meminta maaf pada suaminya, meminta keridhaannya, dan tidak mengulangi lagi di hari hari ke depannya.


Sebab melayani suami adalah tanggung jawab seorang istri, istri yang tidak menjalankan tanggung jawab artinya tidak mampu menjalankan tugasnya dan tidak taat pada suaminya. hukum istri melawan suami menurut islam sudah sangat jelas yakni tidak dianjurkan karena akan mendapatkan dosa.


Allah berfirman dalam QS Al Baqarah : 223 “Istri mu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki”. 


Allah menciptakan lelaki dan wanita untuk saling melengkapi satu sama lain dengan jalan pernikahan, seorang istri membutuhkan nafkah lahir batin dari suami, seorang suami juga membutuhkan kasih sayang dan pelayanan dari istri. Suami yang merasakan kesempurnaan dalam mendapat kebutuhannya tentu tidak akan berpaling atau tidak akan berbuat maksiat dengan wanita lain, sebab segala yang diinginkan telah didapat dari istrinya.

__ADS_1


Sesungguhnya dalam sebuah pernikahan, haruslah seimbang antara suami dan istri, yakni dengan perasaan saling mengasihi dan menyayangi, tidak saling menyakiti, saling memperhatikan hak dan kewajibannya, juga saling terlibat dan berpartisipasi dalam memenuhi hak nafkah lahir dan batin satu sama lain, begitu pula dengan masalah jima (bersetubuh), keduanya wajib saling melengkapi dan memberikan kebahagiaan untuk satu sama lain dengan niat beribadah kepada Allah.


Sejatinya hubungan badan bukan semata karena syahwat tetapi sebuah ungkapan kasih sayang. Bersetubuh yang dilakukan karena kasih sayang dan dengan niat membahagiakan pasangan karena Allah tentu akan semakin meningkatkan ikatan cinta diantara keduanya dan membuat pondasi rumah tangga semakin kokoh.


" Terimakasih ya Mas sudah menjelaskan banyak pada Almira"


" Sayang Cinta itu bukan tentang jima' semata juga, Mas sangat mencintaimu karena Allah, Mas tidak akan tega seandainya kamu sakit Mas memintamu untuk berjima', Mas tidak akan membiarkan mu menolak Mas, jadi Mas yang harus faham keadaan, kita satu tujuan yaitu Syurganya Allah, jadi satu sama lain harus saling menjaga"


Almira tersenyum " Mas Almira bahagia sekali punya suami seperti Mas"


Reihan mencium pucuk kepala Almira,


" Sayang ayo kita tidur siang dulu, nanti malam kamu harus fit lagi, jangan lupa maju mundur syantik " Bisik Reihan.


"Mas Azzam..."


Reihan langsung mendekap Almira dan memejamkan mata nya.


Almira akhirnya mengikuti suaminya juga memejamkan matanya.


Mereka tidur siang dengan saling berpelukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Hayoo... mana nih yang suka nolak?? Ah kayanya pada doyan yah, tidak di tolak,hahaha]


[Jangan lupa like, komen dan vote yah]

__ADS_1


Salam sayang,


Santypuji


__ADS_2