
Adzan subuh berkumandang, Alisha membangunkan Hafiz untuk segera mandi agar mereka bisa sholat subuh berjamaah di kamar.
"Mas Hafiz bangun" Alisha menggoyangkan tubuh Mas Hafiz.
Seketika Mas Hafiz langsung terbangun lalu langsung mengecup bibir Alisha.
"Makasih ya sayang sudah membangunkan Mas"
Alisha mengangguk " Mas..."
"Emmm"
"Ngilu Mas"
Hafiz tersenyum," ayo Mas gendong"
"Jangan, berat Mas"
"Sudah tidak apa-apa"
Hafiz langsung menggendong Alisha menuju kamar mandi, Mereka mandi bersama, setelah itu mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Selesai sholat subuh Mereka saling berpelukan lama,
"Sayang terimakasih ya untuk malam tadi"
"Iya Mas, Aku mencintai Mas"
"Mas juga mencintaimu"
"Mas aku mau buatkan kopi apa teh?"
"Ah tidak usah, masih gelap, lebih baik kita ulangi saja kejadian semalam"
"Mas..masih perih"
"Hehe Mas bercanda, sini duduk di sebelah Mas kita akan membicarakan rumah baru kita yang sudah Mas siapkan untuk kamu dan keluarga kecil kita"
"Mas kapan membelinya, kok Alisha tidak tahu"
"Setelah kita lamaran itu sayang, Lusa kita lihat yah rumahnya"
Alisha bersandar di bahu Hafiz, mereka juga bercerita tentang persiapan resepsi pernikahan mereka yang akan di laksanakan besok.
***
Di kamar Reihan Alisha sudah terbangun karena mendengar adzan subuh yang begitu menggema.Di lihatnya Reihan yang ada di sebelahnya.
Mas, kamu ganteng, Ucap Almira dalam hati.
Tangan Almira mengelus pipi mulus Reihan, lalu menyentuh hidung mancung nya, setelah itu meraba bibir Reihan.
"Mas Bibir kamu sexy" Ucap Almira lirih.
Almira sedikit ragu ingin mengecup bibir Reihan, tapi penasaran ingin mencoba nya.
Akhirnya dengan segenap keberanian ia mengecup lembut bibir Reihan.
Sekejap di kecup, Almira langsung kegirangan.
"Yee...aku berani duluan" Ucapnya lirih.
Tangan Almira turun menyentuh dada Reihan.
"Ini keras sekali, dada atau batu bata ini"
Lalu mengusap perut Reihan, " Kenapa semua badanmu keras"
Reihan ternyata sudah bangun saat Almira mengecup bibirnya namun ia pura-pura terus tertidur, ia ingin tahu apa yang akan di lakukan Mira selanjutnya.
Tangan Reihan langsung menangkap tangan Almira yang sedang mengelus perut sispek nya.
"Kebawah lagi tanggung" Ucap Reihan.
__ADS_1
Almira langsung terkaget.
"Astagfirullah Mas, bukannya melek dulu, langsung bicara saja, Mira kaget tahu"
Reihan tersenyum "Kenapa tidak di teruskan"
"Di teruskan apanya?"
"*****-grepenya, hahaha"
"Sudah cukup, kan sudah Bangun Mas nya"
"Nanggung, kenapa tidak kebawah lagi, itu tolet-tolet juga butuh sentuhan"
"Ih Mas Azzam, mesum"
"Kan Kamu sayang yang mesum dari tadi, *****-***** Mas"
"Kan Aku penasaran, laki-laki badan nya seperti apa, mumpung sudah menikah jadi kan aku bisa meneliti"
Reihan langsung duduk terbangun " Ish memangnya Mas apa harus di teliti segala"
"Mas...suami Mira, Suami tercinta, terkasih, ter....ter...ter...baik"
Reihan tersenyum," Sudah ayo sayang kita mandi, nanti sholat subuh"
"Mira duluan ya Mas mandinya"
Reihan mengangguk.
Saat di dalam kamar mandi Mira membuka bajunya, saat melewati cermin di depan westafel Mira terkejut, seluruh badannya memerah.
"Mas Azzam ini lebih ganas dari semut merah, Masa jadi merah-merah kaya pulang Dewata begini"
Mira lalu melanjutkan aktifitas mandinya, setelah itu bergantian Reihan yang mandi.
Mereka lalu sholat subuh berjamaah di kamar.
" Sayang, mau di buatkan apa? teh atau kopi"
"Susu saja"
"Hah susu?"
Almira langsung menyilangkan tangan nya pada dadanya.
"Kenapa Humaira?"
"Semalam kan sudah"
"Sudah apanya,"
"Ini" Almira menunjuk dadanya.
Reihan tertawa " Bukan yang itu, Ke bawah saja ke dapur, nanti ada Ummi, Ummi pasti tahu "
"Oke"
Almira langsung turun kebawah, di dapur sudah ada Ummi dan bibi sedang membuat sarapan.
"Ummi Mas Azzam minta di buatkan susu yang seperti apa yah, Mira tidak terlalu faham"
"Oh, susu hangat Mir, dan di campur bubuk almond, Sini biar Ummi beri tahu caranya"
Almira mendekat, Ummi mengajari Almira membuat susu kesukaan Reihan. Almira juga mencoba membuat untuk dirinya sendiri.
"Ummi...Mira antar ke atas dulu ya, nanti Mira kesini lagi bantu Ummi"
"Tidak usah sayang, ini sudah mau selesai, kan di bantu bibi juga, kamu temani Reihan saja yah"
" Ya sudah Mi"
Almira naik lagi ke atas menuju kamarnya, Reihan masih duduk di balkon menikmati udara di pagi hari dan mendengarkan senandung burung berkicau.
__ADS_1
"Mas ini susunya"
Almira meletakan susunya di atas meja.
"Sayang, nanti sebelum pulang ikut Mas ke kampus dulu ya, Mas mau mengambil sesuatu yang tertinggal disana" Ucap Reihan.
Almira mengangguk.
"Mas, Kenapa Mas memilih jadi Dosen juga sih, padahal jadi pengusaha kan lebih menjanjikan?" Tanya Almira.
" Sayang Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain”
Hadist di atas menunjukan bahwa Rasullullah menganjurkan umat islam selalau berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfataannya pada yang lain. Adakah dia berguna bagi orang lain, atau malah sebaliknya menjadi parasit buat yang lainnya.
Setiap perbuatan maka akan kembali kepada orang yang berbuat. Seperti kita Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri dan juga sebaliknya. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)"
"Mas ingin membagikan Ilmu bisnis Mas pada generasi muda penerus bangsa ini agar mereka juga bisa sukses dan bisa membantu sesama nya, tidak di pungkiri jika kita masih pas-pasan susah juga untuk membantu orang lain, karena sifat manusia itu kadang merasa khawatir akan dirinya sendiri, kecuali orang-orang yang benar-benar menjadikan Akhirat nomor satu dalam tujuan hidupnya, walaupun tidak punya apa-apa pun pasti akan tetap membantu juga"
"Mas...jika kita tidak mempunyai Ilmu ataupun harta bagaimana, apa kita tidak bisa menjadi orang yang bermanfaat?"
"Sayang ada banyak hal untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain yaitu, Pertama Ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum/dunia.
Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. Bahkan, seseorang yang memiliki ilmu agama kemudian diajarkannya kepada orang lain dan membawa kemanfaatan bagi orang tersebut dengan datangnya hidayah kepada-Nya, maka ini adalah keberuntungan yang sangat besar, lebih besar dari unta merah yang menjadi simbol kekayaan orang Arab.
Ilmu umum yang diajarkan kepada orang lain juga merupakan bentuk kemanfaatan tersendiri. Terlebih jika dengan ilmu itu orang lain mendapatkan life skill (keterampilan hidup), lalu dengan life skill itu ia mendapatkan nafkah untuk sarana ibadah dan menafkahi keluarganya, lalu nafkah itu juga anaknya bisa sekolah, dari sekolahnya si anak bisa bekerja, menghidupi keluarganya, dan seterusnya, maka ilmu itu menjadi pahala jariyah baginya.
“Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya” (HR. Muslim)
Yang Kedua Materi (Harta/Kekayaan)
Manusia juga bisa memberikan manfaat kepada sesamanya dengan harta/kekayaan yang ia punya. Bentuknya bisa bermacam-macam. Secara umum mengeluarkan harta di jalan Allah itu disebut infaq. Infaq yang wajib adalah zakat. Dan yang sunnah biasa disebut shodaqah. Memberikan kemanfaatan harta juga bisa dengan pemberian hadiah kepada orang lain. Tentu, yang nilai kemanfaatannya lebih besar adalah yang pemberian kepada orang yang paling membutuhkan.
Yang Ketiga Tenaga/Keahlian.
Bentuk kemanfaatan berikutnya adalah tenaga. Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan tenaga yang ia miliki. Misalnya jika ada perbaikan jalan kampung, kita bias memberikan kemanfaatan dengan ikut bergotong royong. Ketika ada pembangunan masjid kita bisa membantu dengan tenaga kita juga. Saat ada tetangga yang kesulitan dengan masalah kelistrikan sementara kita memiliki keahlian dalam hal itu, kita juga bisa membantunya dan memberikan kemanfaatan dengan keahlian kita.
Yang Keempat, Sikap yang baik.
Sikap yang baik kepada sesama juga termasuk kemanfaatan. Baik kemanfaatan itu terasa langsung ataupun tidak langsung. Maka Rasulullah SAW memasukkan senyum kepada orang lain sebagai shadaqah karena mengandung unsur kemanfaatan. Dengan senyum dan sikap baik kita, kita telah mendukung terciptanya lingkungan yang baik dan kondusif.
Semakin banyak seseorang memberikan kelima hal di atas kepada orang lain -tentunya orang yang tepat- maka semakin tinggi tingkat kemanfaatannya bagi orang lain. Semakin tinggi kemanfaatan seseorang kepada orang lain, maka ia semakin tinggi posisinya sebagai manusia menuju “manusia terbaik”.
"Berusahalah untuk jadi Manusia yang bermanfaat untuk orang lain sayang, dari yang terdekat dulu, contoh suami, anak, orang tua, adik, kakak, saudara, tetangga dan orang di luar sana"
Almira mengangguk tanda mengerti, Ia sangat senang, pagi ini sudah di beri pelajaran yang berharga dari suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
. [Jangan lupa, like,komen dan Vote ya]
Salam sayang,
Santypuji
__ADS_1