Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Lamaran Melly


__ADS_3

1 Bulan kemudian....


Papa Wijaya,dan Mama sudah bersiap-siap terbang ke Jogja untuk menemani Dion melamar Melly,mereka sudah menganggap Dion seperti putra mereka sendiri,karena Dion juga sangat berjasa dalam mengembangkan perusahaan Albirruni.


Dion anak pertama dari 2 bersaudara,adiknya perempuan,orang tua nya sudah meninggal,dan saudara yang lain nya sedang sibuk,hanya Albirruni harapan Dion satu-satunya,tapi sekarang Rengganis sedang mengandung jadi Birru harus menjadi suami siaga untuk istrinya.


Solusi yang di tawarkan Albirruni yaitu dengan meminta pertolongan orang tua nya untuk membantu melamarkan.


Rengganis dan Albirruni sebenarnya ingin sekali ikut ke Jogja,tapi kehamilan Rengganis masih trimester pertama dan itu termasuk kehamilan rentan,apalagi harus melakukan perjalanan jauh,dokter belum memperbolehkan.


Dion,Mama dan Papa Wijaya terbang ke Jogja pagi ini,dan langsung akan melamar Melly di rumah nya.


***


Sesampainya di Jogja mereka segera memesan taksi online lalu langsung menuju rumah Melly.


"Pah nanti mampir ya ke rumah besan" Ucap Mama Birru.


"Iya pastinya"


"Tidak apa-apa kan Dion,nanti kita mampir dulu ke rumah Rengganis "


"Iya Om Tante tidak apa-apa"


Sesampainya rumah Melly ternyata sudah di sambut oleh keluarga besar Melly,acara lamaran ini hanya acara sederhana dengan keluarga saja,berbeda nanti jika acara pernikahan,Dion ingin membuatnya berkesan.


Dion dan Pala Wijaya segera mengeluarkan koper yang berisi hantaran lamaran.


Mereka semua masuk ke dalam rumah Melly,Bapak dan ibu Melly menyalami Papa Wijaya,mama dan juga Dion,mereka mempersilahkan duduk.


"Melelahkan sekali ya pak,dari Surabaya ke Jogja" Tanya Bapak Melly.


"Iya Pak lumayan,tapi besan saya juga di Jogja,dekat sini Pak,kan menantu saya teman Melly juga" Ucap Papa Wijaya.


"Eh,dunia memang sempit ya"


Makanan dan minuman semua di hidangkan,Melly juga sudah keluar dari kamar bersama dengan sahabatnya Aisha dan Wulan,mereka lalu menuju ruang tamu,Dion sesekali melirik Melly yang nampak cantik menggunakan kebaya brukat dengan jilbab pashmina dengan warna senada dengan baju nya.


Melly memberi salam lalu mencium tangan Papa Wijaya dan Mama.lalu ia duduk kembali di antara kedua orang tua nya.

__ADS_1


Papah Wijaya langsung saja mengutarakan niatnya.


"Selamat Siang Pak-Bu. Maaf sebelumnya, Saya mengganggu waktu Bapak dan Ibu dengan berkunjungnya Saya ke sini. Saya ingin berterus terang kepada Bapak-Ibu.Dion yang sudah saya anggap seperti Putra saya ini menyukai putri Bapak.Saya sebagai orang tua mewakili Dion karena orang tua kandung Dion sudah tiada.


Pak, Bu… Kedatangan saya ke sini ingin meminta restu dari Bapak dan Ibu untuk putra Saya.Diondan putri bapak telah menjalin hubungan pertemanan dan saling mengenal dengan baik. Dan berniat lebih serius pada anak Bapak.  Saya akan melamarnya untik Dion hari ini juga,Bagaimana Pak Bu,apa kalian berkenan menerima lamaran nya?" Ucap Papa Wijaya.


Bapak Melly lalu menjawab lamaran dari Papa Wijaya.


"Terima kasih karena sudah meluangkan waktunya untuk datang ke rumah kami,dan datang dengan niat baik pula,insyaallah kami menerima lamaran dari Dion yang di wakilkan oleh Pak Wijaya,Namum kami sebagai orang tua juga menyerahkan jawaban nya juga pada Putri kami Melly," Ucap Bapak Melly.


Dion lalu mengutarakan niatnya di depan Melly.


"Biarkan saya yang berbicara pada Melly Pak" Ucap Dion.


Papa Wijaya dan Bapak Melly mengangguk lalu mempersilahkan Dion untuk bicara pada Melly.


"Melly,Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi.


Bermunajat pada Allah untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku?


Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama … itu … Kamu. 


Maukah kau menikah dengan ku Mell,menjadi menyempurna agama ku?" Ucap Dion sambil tersenyum.


Melly sangat terharu,ia langsung mengangguk sambil menitikan Air mata.


"Iya Aku bersedia" Ucap Melly.


Semua yang ada di ruang tamu mengucapkan "Alhamdulillah"


Mama Birru lalu memasangkan cincin di jari manis Melly,sebagai simbol,setelah itu mereka membicarakan kapan acara pernikahannya akan berlangsung,karena Dion tidak ingin menundanya lama.


Setelah melalu proses musyawarah akhirnya di putuskan proses pernikahan akan di adakan 3 bulan yang akan datang.


Mereka lalu menuju ruang makan untuk makan bersama,Mama Birru sangat senang dengan menu gudeg yang di suguhkan oleh kelurga Melly.


Melly,Aisha dan Wulan melakukan panggilan video call pada Rengganis.


Tidak butuh waktu lama Rengganis langsung mengangkatnya.

__ADS_1


Ternyata Rengganis sedang menonton TV dengan Mas Birru,karena memang hari ini hari Minggu.


"Assalamualaikum, bagaimana acaranya lancarkan? Tanya Rengganis.


" Alhamdulillah lancar Nis,kenapa muka mu sedih?" Tanya Melly.


"Maafkan Aku Melly,aku tidak bisa menyaksikan langsung disana,rasanya kurang Afdhal gitu"


"Kamu bicara apa,lebih baik jaga calon ponakanku dengan baik,"


Rengganis tersenyum, "Kata dokter jika kandungan ku sudah 4 bulan baru boleh pergi-pergi jauh Mell"


"Iya nanti gampang,datang nya di pernikahan ku saja,3 bulan yang akan datang"


"InsyaAllah ya sayang,semoga di lancarkan nanti sampai hari pernikahan,harus sabar kuat karena biasanya banyak ujian"


Tiba-tiba Mas Birru ikut bicara,


"Mell mana Dion"


Melly langsung memberikan ponselnya pada Dion.


"Hai Al"


"Bagaimana bro,deg.. deg an tidak?"


"Lumayan Al"


"Udah di hafalin kan kata-kata romantis dari ku" Ucap Al sambil tertawa.


"Eh jangan keras-keras Al,buka kartu saja"


Al tertawa kembali.


"Sudah dulu Al,kita-kita mau makan dulu yah"


"Oke baiklah"


Panggilan vidio call di matikan oleh Dion.

__ADS_1


Di Rumah Melly mereka semua makan bersama,setelah acara selesai,Papa Wijaya dan Mama serta Dion akan melanjutkan perjalanan ke rumah orang tua Rengganis.


__ADS_2