Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Mirip Sekali


__ADS_3

Hari ini Almira kontrol ke rumah sakit di temani suaminya, di temani Hafiz juga dan mbak Rengganis, Reihan minta tolong pada Mbak Rengganis karena setelah dari rumah sakit Reihan akan langsung ke kampus, sudah seminggu tidak mengajar.


Alisha juga sudah mulai mengajar kembali.


Rengganis menitipkan Ayyubi ke mama, tapi terlebih dahulu Ayyubi di suapi dan di beri ASI sampai kenyang, di rumah sakit juga tidak akan begitu lama.


Mereka semua bergegas menuju rumah sakit jam 8 pagi, Mas Birru dan Papah berangkat ke kantor.


Sesampainya di rumah sakit Rengganis, Almira dan Reihan menunggu di ruang tunggu, Hafiz menuju ruangan terlebih dahulu mengganti baju dokter.


Setelah menggunakan jas dokternya Hafiz keluar kembali menghampiri Almira dan yang lainnya.


"Nanti aku akan di bantu dokter David, dia lebih ahli juga sebagai dokter spesialis kandungan, kita akan menunggunya sebentar lagi juga sampai, semalam aku sudah menghubunginya" Ucap Hafiz.


"Mbak ke kantin dulu yah, membelikan minum untukmu" Rengganis segera berlalu menuju kantin.


Rengganis membeli beberapa air mineral, ia lalu kembali ke ruang tunggu Almira dan Reihan, baru beberapa langkah ponselnya berdering, Rengganis sambil berjalan mencari ponselnya yang tak kunjung ia dapatkan, hingga ia menabrak seseorang yang sedang membawa soto dengan kuah yang masih panas.


Brukkk...


"Aw...Panas"


"Maaf...maaf Mbak"


Rengganis melihat ke arah yang seseorang yang menabraknya, Rengganis begitu terkejut.


"Astagfirullah... Astagfirullah..." Rengganis memegangi dada nya, sambil terus beristigfar.


"Mbak...maaf Mbak" Seseorang itu memberikan sapu tangan nya pada Rengganis untuk membersihkan baju yang terkena tumpahan soto.


Rengganis terus melangkah mundur, Rengganis menutup matanya, " Ya Allah apa ini"


Seseorang itu terus mendekati nya ingin memberikan sapu tangan.


Sementara ponselnya terus saja berdering.

__ADS_1


"Stop...Berhenti, aku tidak apa-apa" Ucap Rengganis lalu berlari menuju Almira dan Reihan dengan terburu-buru.


Ia masih memegangi dada nya, sambil terus beristigfar.


Setelah sampai di depan Almira dan Reihan, Rengganis langsung duduk dan membuka air mineral yang ia beli, ia langsung meneguknya.


Pelan-pelan Rengganis mengatur nafas nya yang masih tersengal-sengal.


Almira dan Reihan melihat Rengganis dengan penuh keanehan.


Almira memberanikan untuk bertanya.


"Mbak kenapa?"


"Ah...tidak"


"Mbak kok pucat, Mbak kenapa?"


"Itu...itu tadi"


Rengganis segera menerimanya.


"Assalamualaikum Mas"


"Waalaikumsalam, bagaimana Almira sayang?"


"Belum di periksa Mas, ini menunggu teman Hafiz, jadi akan di priksa dua dokter"


"Oh ya sudah, kamu nanti pulangnya hati-hati ya sayang"


"Iya Mas"


"Oke Mas mau bekerja dulu, sudah ya, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


Rengganis menyimpan kembali ponselnya di tas, ia kembali membuka botol air mineralnya lalu meminumnya.


Hafiz menghampiri Almira dan Reihan dengan dokter yang di rekomendasikan oleh Hafiz.


"Perkenalkan ini dokter David"


Rengganis langsung melangkah mundur, "Maaf aku mau ke toilet sebentar"


"Eh...Mbak..." Sapa dokter David.


"Kamu mengenalnya?" Tanya Hafiz.


"Ia tadi kita tidak sengaja bertabrakan di kantin, soto yang ku bawa mengenai gamisnya, aku tidak enak hati, aku tawarkan sapu tangan tapi Mbak itu seperti ketakutan" Ucap David mengatakan yang sebenarnya.


"Hahaha mukamu menakutkan kakakku sepertinya" Ledek Hafiz.


"Hah...Aku tampan begini, enak saja"


"Lah itu buktinya Kakakku ketakutan"


" Itu Kakakmu?"


"Iya...Kakak ipar"


"Kok beda, Dia cantik,"


"Eh jangan memuji istri orang"


"Upszzz istri orang, Sorry sorry"


Hafiz segera membawa Reihan dan Almira ke ruangannya untuk di periksa.


Rengganis di toilet segera mengatur nafasnya, dan lagi-lagi tiada hentinya ia beristigfar.


"Ya Allah...Itu Mas Abymanyu?"

__ADS_1


"Ah tidak mungkin, tidak mungkin, tapi mirip sekali, ia hanya mirip, yang pasti bukan Mas Aby, ingat Rengganis Mas Aby sudah tiada" Gumam Rengganis.


__ADS_2