Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Kecewa


__ADS_3

6 Bulan kemudian...


Hubungan rengganis dan Albirruni setiap hari nya selalu banyak kemajuan,Birru masih setia menghubungi Rengganis dan tentu nya Alisha juga.


Kali ini Rengganis tidak pulang ke Indonesia karena ingin mengejar study nya agar bisa cepat selesai,jadi waktu libur di gunakan untuk mengejar pelajaran lain,Rengganis benar benar ingin segera lulus dan menetap di Indonesia kembali,kedua orang tua dan mertua nya pun menyadari nya,mereka tahu hidup di negara asing itu memang lah tak senyaman hidup di negara sendiri.


**K**ediaman Wijaya**


Albirruni dan keluarga nya sedang menikmati makan malam bersama,kebiasaan hangat keluarga Wijaya adalah harus makan malam bersama di meja makan,dan harus sarapan bersama ketika pagi,itu akan menambah keharmonisan keluarga.


"Al setelah makan Papa mau bicara,nanti ke ruang kerja Papa ya Nak" Perintah Papa Wijaya.


Al hanya mengangguk.


Papa Wijaya berlalu meninggalkan meja makan terlebih dahulu lalu menuju ruang kerja nya,Papa Wijaya selalu menyempatkan makan malam bersama,jadi sebelum magrib sudah pulang,jika masih ada kerjaan Ia akan bawa kerumah dan mengerjakan di ruang kerjanya.


"Ada apa sih Mah" Tanya Birru pada Mama nya.


Mama hanya menggeleng pertanda tidak tahu juga.


"Tumben Papa ngajak bicara di ruang kerja nya" Ucap Birru.


"Papa mau marahin Kakak kali" Ucap Almira adik bungsu nya.


"Yee kakak tidak merasa hari ini buat masalah Dek" Jawab Birru.


Setelah menyelesaikan makan nya birru segera masuk ke ruang kerja papa nya.


"Pah ada apa" Tanya Birru.


"Duduk lah Nak,papa ingin bicara penting,mengenai masa depan mu" Jawab Papa Wijaya.


"Mengenai perusahaan?bukan kah perusahaan sedang baik-baik saja?"Tanya Birru.

__ADS_1


" Bukan Al,ini tentang pernikahan,"


"Hah,maksud Papa" l


"Kamu sudah 28 tahun dan sampai saat ini belum ada satu pun wanita yang kamu bawa kesini,Papa khawatir kamu akan terus melajang,persiapkan dirimu 6 bulan ke depan,karena Papa akan menjodohkan mu dengan Putri teman Papa" Ucap Papa Wijaya.


"Al tidak mau Pah,Al punya pilihan sendiri" Ucap Albirruni kesal.


"Mana pilihan mu,masih menunggu,atau jangan-jangan kamu masih menunggu gadis yang sudah jadi suami orang itu,Papa tidak mau tau pokoknya Papa mau kamu persiapan kan dirimu 6 bulan dari sekarang"Ucap Papa Wijaya penuh penekanan.


" Pah,jika Al bisa membawa wanita Al dalam 6 bulan ke depan nanti apakah Papah akan membatalkan perjodohan ini? Tanya Albirruni.


"Tergantung,tergantung itu wanita baik atau tidak,berasal dari keluarga baik-baik atau tidak"Jawab Papa Wijaya.


" Oke Al akan buktikan ke Papa" Ucap Albirruni dengan tegas.


"Al dengar kan Papah,Putri sahabat Papa ini anak yang baik dan jika kamu menikahinya kamu mendapat pahala besar karena nanti akan banyak membantu kesulitan nya" Ucap Papa Wijaya.


"Oke Papa ngalah,jika dalam 6 bulan ini kamu tidak bisa membawa wanita mu,maka Papa akan menikah kan kamu dengan putri sahabat Papa" Ucap Papa Wijaya.


Al pmendengus kesal lalu keluar dari tempat kerja papa nya dan langsung masuk ke dalam kamar nya,Al mengatur nafas nya karena rasanya begitu sesak mendengar ini semua,padahal hubungan nya sedang baik-baik saja dengan Rengganis,kenapa semua nya jadi begini ya Allah,Albirruni pun mengusap wajah nya,ya Allah berikan jalan keluarnya.Albirruni meraih ponsel nya yang ada di nakas,lalu mengirim pesan pada Rengganis.


Aku seorang pecinta bukan pejuang, tapi Aku akan memperjuangkan apa yang Aku cintai,


Aku akan menjadi alasan kenapa kamu tersenyum, menemanimu ketika tak ada yang mau bersamamu, dan menghapus setiap tetesan air mata yang kau jatuhkan. Karena Aku ada untuk menjadi bagian dari sejarah hidupmu.


Rengganis...Cinta sejati itu bukan ditemukan melainkan dibangun.Kita bangun sama-sama ya Nis 😘😘😘-----> Send My Hawa.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Berat juga ya ujian cinta mereka,,apakah mereka benar benar akan berpisah???)


.


.


.


.


.


.


(Jangan lupa,like komen dan vote,vote,vote,makasih sayangkuh😘😘)

__ADS_1


__ADS_2