Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

Malam itu Hafidz ke rumah Nadia,Hafidz mengikuti saran dari Albirruni agar menuntaskan masalah nya dahulu dengan Nadia,baru mulai mendekati Alisha lagi,itu juga kalau Alisha mau menerima.


Di rumah Nadia,Hafidz di sambut dengan hangat oleh orang tua Nadia juga Nadia sendiri,Nadia sangat bahagia karena tumben sekali Hafidz mau kerumahnya tanpa di minta.


"Mas Hafidz mau minum apa?biar Nadia buatkan" Ucap Nadia.


"Tidak usah Nad,Aku hanya ingin bicara penting pada kalian?"


"Kenapa nak Hafidz?Apa akan membicarakan tanggal pernikahan?" Tanya Mama Nadia.


"Tidak Tante,ini..."


Hafidz memberikan amplop coklat pada Nadia.


"Apa ini?" Tanya Nadia.


"Buka saja"


Nadia membukanya,dan langsung terkejut,rekam medis sepupunya ada pada Hafidz.


"Sudah jelas,kedatangan Aku kesini untuk membatalkan pertunangan ini" Ucap Hafidz tegas.


"Tidak,aku tidak terima" Ucap Nadia.


"Tidak terima bagaimana,jelas kamu sudah membohongiku dan keluarga ku"


"Tidak,itu pasti karena perempuan itu kan"


"Ya...kan sudah aku bilang dari awal,aku sudah mencintai wanita lain,tapi kamu terus memaksa bahkan menipuku"


"Tidak...Ayah,tolong Nadia ayah,Nadia tidak mau kehilangan Hafidz" Ucap Nadia.


"Maaf Om Tante saya tidak bisa melanjutkan pertunangan ini,"


Hafidz meletakan cincin pertunangan nya di atas meja,dan langsung saja pergi meninggalkan ruang tamu.


Nadia langsung berteriak "Aku akan menghancurkan perempuan itu"


langkah Hafidz terhenti mendengar ancaman dari Nadia.


"Awas saja jika kamu berani menyentuh Dia," Ucap Hafidz.


Hafidz langsung pergi dari rumah Nadia lalu menuju rumah nya,lega rasanya menuntaskan permasalahan nya dengan Nadia.


Saat nya untuk menyelesaikan kesalahpahaman nya dengan Alisha.


☘☘☘


Di kamar Rengganis sedang membaca buku dan mengerjakan beberapa soal.


Mas Birru yang baru masuk kamar karena harus membahas proyek dengan papa nya di ruang kerja papahnya.

__ADS_1


"Sayang kamu sedang apa?" Tanya Mas Birru.


"Sedang belajar"


"Belajar untuk apa Sayang"


"Biar anak kita cerdas"


"Memang bisa mengalir itu ke dede utun yang ada di dalam"


Rengganis mengangguk.


Setiap orang tua menginginkan anaknya dapat meraih kesuksesan dalam hidupnya. Nah, kesuksesan ini bisa diusahakan sejak anak masih dalam kandungan. Berdasarkan penenlitian ilmiah, mendidik anak sejak dalam berada kandungan memberikan hasil positif bagi anak yang dilahirkan kelak. Pendidikan saat dalam kandungan bisa diberikan secara langsung maupun tidak langsung melalui hal-hal berikut,


1.Mengkonsumsi makanan yang baik dan bergizi.


2.Belajar kursus beragam bidang seperti memecahkan soal matematika, mempelajari bahasa asing atau bidang lain.


3.Mendengarkan lantunan ayat suci Alquran,atau musik klasik.


4.Membacakan cerita yang berakibat positif bagi perkembangan calon bayi.


Selain hal-hal di atas, kesehatan emosi seorang ibu juga harus dijaga yaitu dengan menghindari stres dan selalu berpikir positif sebab hal ini dapat mempengaruhi kondisi mental dan jiwa sang janin.


"Mas besok antar Ganis chek up yah,Sudah 5 bulan pasti sudah kelihatan jenis kelamin nya" Pinta Ganis.


"Iya sayang tenang saja pasti Mas antar"


"Mas mau dede nya laki-laki atau perempuan?"


"Ya Mas,yang terpenting adalah pencapaian Soleh dan Solehah nya kan"


Mas Birru mengangguk, "Ayo sekarang sayang bobo"


"Belum bisa Bobo"


"Hemm,apa mau Mas Ceritakan sebuah kisah abu Nawas,tentang memindahkan sebuah masjid" Ucap Mas Birru.


Mas Birru mulai bercerita


Ada sebuah kisah pada masa pemerintahan raja Harun al Rasyid, hiduplah seorang cerdik cendikia yang bernama Abu Nawas, dia adalah orang yang sangat sangat cerdik. Karena kecerdikannya ia diangkat menjadi penasehat raja Harun ai Rasyid.


Suatu ketika Baginda Raja dan penasehatnya ini sedang duduk-duduk di teras masjid sambil berbincang-bincang mengenai rencana Baginda yang akan memperluas bangunan istana, namun hal itu terkendala oleh letak masjid yang bakal terkena dampak


perluasan istana tersebut.


Kemudian Baginda Raja pun meminta saran kepada Abu Nawas sang penasehat. “Bagaimana pendapatmu penasehat caranya memindahkan masjid ini, tapi jangan sampai masjid ini rusak karena saya suka akan keindahan masjid ini,”  kata Baginda Raja.


Mendapat pertanyaan begitu Abu nawas pun berpikir sejenak. “Begini Baginda, bagaimana kalau  raja membuat sayembara, barang siapa yang bisa memindahkan masjid ini raja akan memberikan hadiah yang besar,” ujar Abu Nawas Dengan saran penasehat ini.


Baginda Raja pun setuju.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu segera umumkan kepada rakyat, barang siapa yang dapat memindahkan masjid tanpa ada kerusakan Sedikitpun maka akan kuberi unta sebanyak 50 ekor,” kata Baginda Raja.


Maka diumumkanlah sayembara Baginda Raja ini ke masyarakat, sehingga gemparlah rakyat atas sayembara raja tersebut Banyak rakyat yang mendaftar dengan team-team yang berfariasi jumlahnya Hingga pada hari yang telah ditentukan maka seluruh rakyat berkumpul didepan masjid yang akan dipindahkan.


“Wahai rakyatku yang kucintai, aku mengadakan sayembara ini untuk membuat sebuah istana supaya lebih megah sehingga bangsa lain akan lebih hormat dengan negara kita. Barangsiapa yang mampu memindahkan masjid ini maka saya akan berikan kepadanya 50 ekor unta yang gemuk-gemuk,” kata Baginda Raja Harun al Rasyid.


Rakyat pun menyambutnya dengan tepuk tangan. Hingga akhirnya tibalah saatnya sayembara dimulai, namun dari para peserta yang mendaftar ini tidak ada satu pun yang sanggup memindahkannya. Sehingga Baginda Raja pun menjadi bingung kenapa dari peserta sayembara yang jumlahnya ratusan orang tersebut tidak ada yang mampu mengerjakannya.


Ditengah kegundahan Baginda Raja ini Majulah Abu nawas kedepan Baginda dan seluruh rakyat yang berkumpul.


“Baginda, ijinkanlah hamba Yang melaksanakan tugas ini sendirian, karena para peserta sudah tak ada yang sanggup,” ujar Abu Nawas.


“Sendiri?” tanya Baginda Raja penasaran.


“Iya Baginda!” kata Abu Nawas meyakinkan. “Apa kamu sanggup penasehat?” kata Baginda lagi.


“Sanggup Baginda, tapi ada syaratnya!” jelas Abu Nawas.


“Apa syaratnya, pasti kupenuhi!” kata Baginda dengan penuh semangat.


“Benarkah Baginda akan memenuhi syarat saya!” kata Abu Nawas memastikan.


“Benar, coba katakan!” kata Baginda.


“Masjid ini akan saya pikul sendirian asalkan ada yang mau meletakkannya diatas pundak saya raja!” kata Abu Nawas.


Raja pun berpikir bagaimana cara meletakkan masjid diatas pundak Abu Nawas, sedangkan peserta yang ratusan orang saja tidak ada yang sanggup menggeser sedikit pun masjid ini. Kemudian raja pun berkata kepada Abu nawas.


“Sebenarnya apa maksudmu Abu Nawas?” tanya Baginda.


“Sebesar itulah beban yang ada dipundak Baginda untuk memakmurkan rakyat Baginda, dibandingkan hanya memikirkan keindahan istana raja yang tidak begitu penting. Maka lebih utamakan kemakmuran rakyat terlebih dahulu,” kata Abu Nawas.


Mendengar perkataan Abu Nawas tersebut maka Baginda Raja Harun al Rasyid pun mengerti maksudnya.


“Terima kasih karena engkau telah mengingatkanku untuk lebih


arif dalam memimpin kerajaan ini,” kata Baginda Raja kepada Abu Nawas.


Kemudian atas perintah raja diadakanlah pesta untuk rakyat. Semua ditanggung biayanya oleh Baginda Raja.


Mas Birru mengakhiri ceritanya.


"Apa Sayang bisa memetik pelajaran dari cerita yang tadi Mas bacakan?"


"Heem Mas,Jadi pemimpin itu jangan hanya memikirkan kemewahan dirinya saja,tapi hal yang utama adalah memikirkan rakyat nya juga"


"Iya benar sekali,begitu juga dengan memimpin sebuah rumah tangga,jangan hanya berfikir tentang harta,uang dan kemewahan,kemewahan bukan lah pencapaian keberhasilan dalam berumah tangga,keberhasilan dalam berumah tangga itu adalah bisa membuat anak dan istri bahagia,walaupun dengan hal sederhana" Ucap Mas Biru.


"Mas tahu,wanita itu kadang ditanya sudah makan atau belum saja sudah sangat senang Mas,di belikan jepitan kecil saja kadang sudah sangat senang,bercengkrama bercerita sebelum tidur saja sudah membuat bahagia,wanita kadang tidak hanya dompetnya saja yang perlu di isi Mas,tapi jiwa nya juga harus di isi,seperti dengan perhatian-perhatian kecil,dan kejutan-kejutan kecil" Ucap Rengganis.


"Iya sayang,doakan Mas yah,agar bisa memimpin rumah tangga kita dengan baik,"

__ADS_1


"Iya sayang"


Mas Birru lalu mengecup kening Rengganis,sebelum tidur seperti biasa mereka berdoa sebelum tidur,membaca Alfatihah,Annas,Alfalaq dan Al-Ikhlas serta ayat kursi,lalu di tiupkan pada telapak tangan lalu di usapkan ke seluruh tubuh,terutama pada perut Rengganis.


__ADS_2