
Saat Rengganis sudah keluar dari toilet, ia tidak melihat lagi Almira dan Reihan, Rengganis melihat di depan ruangan Hafiz ada suster yang berjaga. Rengganis segera menghampirinya.
"Maaf sus, apa pasien yang bernama Almira ada di dalam"
Suster melihat daftar nama pasien " Oh iya benar Mbak"
"Saya kakaknya, Apa saya boleh masuk? tadi saya ke toilet sebentar, ternyata adik saya sudah di dalam"
"Oh iya silahkan"
Rengganis masuk di temani suster, suster membuka pintunya dan mempersilahkan Rengganis masuk.
Terlihat disana Almira dan Reihan sedang berkonsultasi dengan dokter David juga Hafiz yang mendampingi dokter David.
Rengganis melihat setiap gerak gerik dokter David.
Bukan, Mas Aby bukan seorang dokter, Mas Aby seorang arsitek, bukankah pernah ada yang mengatakan di bumi ini manusia memiliki 7 kembaran,Batin Rengganis.
"Mbak Ganis masuk kenapa berdiri terpaku disana" Ucap Hafiz.
"Eh iya," Rengganis segera menghampiri Almira, Dokter David menatap Rengganis, manik mata mereka bertemu.
Rengganis kembali beristigfar, Sesak sekali dada ini rasanya.
"Jangan takut Mbak, saya bukan Monster" Dokter David meledek Rengganis.
"Eh...tidak...saya tidak apa-apa Dok"
"Mbak Ganis tolong temani Almira ya mbak, saya akan kembali ke kampus sekarang" Reihan meminta bantuan Rengganis karena ia akan kembali ke kampus, Pemerikasaan hanya tinggal pengambilan obat saja.
"Iya, Percayakan pada Mbak Rey,"
"Terimakasih ya Mbak," Reihan bergegas meninggalkan rumah sakit menuju kampus.
Dokter David segera memberi resep obat untuk Almira, sesekali melirik Rengganis yang sedang menatapnya dengan intens.
wanita ini kenapa, takut...tapi memandangi ku terus, aneh, apa ada yang salah dengan penampilanku hari ini, Batin dokter David.
Setelah selesai menulis resep, Dokter David memberikan kertasnya pada Rengganis.
"Tebus obatnya di bagian apotek ya mbak, dan maafkan aku atas kejadian tadi pagi" Dokter David tersenyum.
Bahkan senyumannya persis seperti senyuman Mas Aby, mereka bagaikan pinang di belah dua.
"Baik Dok, masalah itu lupakan saja"
__ADS_1
"Ayo Mira," Rengganis bergegas keluar dari ruang dokter menuju bagian pengambilan obat.
Almira memperhatikan Mbak Ganis yang tampak berbeda hari ini, seperti seseorang yang sedang menahan sesuatu.
"Mbak...Apa mbak sakit,?kalau sakit lebih baik di obati sekarang saja disini"
"Tidak Mir, mungkin Mbak kepikiran Ayyubi saja"
"Sebentar lagi ya mbak, Ayyubi pasti tidak rewel kok"
Rengganis mengangguk.
Setelah mendapatkan obat dan membayarnya Rengganis segera memesan taxi online dan langsung pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Rengganis tak lupa cuci tangan dan kaki, bila memungkinkan wudlu lebih baik, lalu baru memegang Ayyubi yang ternyata sedang belajar berjalan dengan Mama dan Bibi.
"Mamamamama" Ayyubi langsung merangkak dengan cepat begitu melihat mamanya datang.
Rengganis langsung mengendong Ayyubi.
"Kangen Mama ya"
Ayyubi langsung memegang dada Rengganis, "Mama mama nyek...nyek"
"Mah, terimakasih ya, Ayyubi minta ASI mah, Ganis bawa ke kamar ya"
"Iya sayang" Jawab Mama.
Di dalam kamar Rengganis segera merebahkan Ayyubi dan memberinya ASI.
Rengganis membelai wajah Ayyubi dengan penuh kasih sayang.
"Kamu mirip sekali dengan Papa mu Nak, wajahmu, selalu mengingatkan Mama pada Papamu, Papa mu yang sangat mencintai Mama, Kalian belahan jiwa Mama," Gumam Rengganis.
Jika Mas Aby masih hidup, tidak mungkin ada Ayyubi di dunia ini, aku harus bisa melupakan wajah dokter itu, Batin Rengganis.
Ayyubi dengan gemas nya juga membelai wajah mama nya, memegangi ASI nya seolah-olah itu hanya miliknya.
Rengganis segera mengambil ponselnya yang kebetulan ada di sebelahnya, Ia lalu menelfon suaminya.
Di sebrang sana Mas Birru yang sedang memeriksa berkas-berkas mengetahui ada telfon dari istrinya ia langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum sayang"
"Waalaikumsalam Mas"
__ADS_1
"Ada Apa Nis?"
"Mas Aku mau nanti malam kita Dinner romantis yah, sudah lama kita tidak Dinner berdua?"
"Hanya berdua?"
"Iya Mas, hanya sebentar saja yang penting berdua, Aku rindu"
Di sebrang sana Mas Birru tersenyum karena tiba-tiba mendadak Rengganis memintanya Dinner romantis.
"Oke sayang nanti Mas akan menyiapkannya"
"Terimakasih ya Sayang"
"Iya sayang sama-sama"
Rengganis lalu membayangkan wajah Mas Birru, Mas Birru yang selama ini begitu baik padanya, menerima dirinya apa adanya, memberikan seluruh cinta kasihnya, mau menunggunya dulu, terlintas semua di fikiran Rengganis.
***
Iklan
Readers : pebinor nih muncul...
Author: Ah kalian ini suka banget suudzon 😆
Readers: Ini Abymanyu masih hidup nih, ketuker nih kayanya
Author :Sekalian aja bangkit dari kubur 😁😁
Readers : Ini kembarannya pasti nih
Author: Klo Abymanyu punya kembaran, ga Bakalan q tunjukin, buat aku aja hahaha 😁
Readers : Jahara Author, kasihan Nyang jomblo Thor, serakah lu 😁😁
***
Mario Tegap : Jika kalian merasa sedang tergoda dengan yang lain atau masalalu, maka ciptakan lah kenangan yang pernah terjalin dengan pasangan, ciptakan kembali keromantisan dengan pasangan, ingat ingat terus pasangan, Ingat anak...ingat buntut, ingat umur terutama 😁😁
[ Jangan lupa like komen dan Vote yah, jangan lupa dukung novel author surat cinta 2000]
Salam Sayang,
@Santypuji
__ADS_1