
Setelah selesai resepsi semua keluarga berkumpul di rumah Papa Wijaya.
Mereka bersuka ria saling meluapkan kerinduan dan bertukar cerita.
Rengganis dan Mas Birru begitu bahagia melihat tiga keluarga besar begitu rukun dan berbahagia bersama.
"Rengganis,nanti akan berbulan madu kemana Nak?Papah yang akan menghadiahkan untukmu,sebutkan saja,nanti Papah urus" Tanya Papa Rafi pada Rengganis.
" Tidak perlu pah,kan Rengganis harus cepat membantu almarhum Mas Aby" Jawab Rengganis.
"Eh itu masalah gampang Nduk,kan sudah ada yang membantu mengurusnya" Ucap Mama Aby.
Rengganis menoleh ke arah Mas Birru,Mas Birru malah mengangkat bahunya.
"Ke London saja Mbak Anis,nanti berangkat bareng Alisha" Ucap Alisha memberi saran.
"Ah tidak,bulan madu tidak boleh di ganggu" Ucap Albirruni.
Alisha pun mendengus kesal "Kakak ini"
" Sudah-sudah,kalian berdua ini kebiasaan kalau sudah bertemu pasti seperti itu" Ucap Mama Albirruni.
"Nanti Rengganis fikirkan lagi ya Pah,Mah,lebih baik tuk sekarang ini semua beristirahat saja,pasti semua lelah" Ucap Rengganis.
__ADS_1
Benar apa yang di katakan Rengganis,acara resepsi kali ini benar-benar menguras energi.
Semua Anggota keluarga pun berniat untuk mengistirahatkan tubuh mereka masing-masing.
Rengganis dan Albirruni menuju kamarnya.Mereka berdua segera membersihkan diri lalu mengganti pakaian tidur dan bergegas merebahkan tubuh di kasur.
" Mas Lelah sekali ya,tapi Ganis bahagia"
" Iya sayang,syukurlah jika kamu bahagia"
"Mas mau kita bulan madu kemana?Ganis ikut Mas saja yah" Ucap Rengganis.
"Sayang mau di dalam negri apa luar negri?"
"Mas jika di perbolehkan Aku ingin ke Turki"
"Disana kan tempat peradaban sejarah Islam,Ganis ingin melihat langsung,terus juga pasti disana tidak sulit menemukan makanan halal Mas" Jawab Rengganis.
"Oke akan Mas siapkan nanti di bantu Papah,Ganis siapkan tenaga ekstra saja membuat dedek bayi" Ledek Mas Birru.
Rengganis mencubit perut Mas Birru,lalu terdiam melamun.
"Kenapa?" Tanya Birru keheranan melihat Rengganis tiba-tiba diam.
__ADS_1
"Jika Ganis tidak Hamil dalam jangka waktu singkat apa Mas akan kecewa?"
Birru kaget mendengar pertanyaan Rengganis,lalu langsung menarik tubuh Rengganis dan meletakannya di dada Birru.
"Rengganis tidak boleh sayang berkata seperti itu,tujuan menikah yang utama untuk menyempurnakan agama kita,juga untuk menambah ketaqwaan kita,bukan hanya sekedar keturunan sayang" Ucap Albirruni.
"Tapi Mas,wanita kadang mempunyai kekhawatiran sendiri jika tak kunjung hamil,pasti mendapat cibiran dan prasangka yang bukan-bukan"
"Kamu cukup menuruti kata Mas,tidak perlu dengarkan yang lain.Sayang Anak itu kuasa Allah,kita hanya bisa berusaha.Jika Allah belum memberi anak pada kita,itu tandanya Allah sayang dengan kita,Allah ingin kita lebih leluasa beribadah,Allah ingin kita terus mendekat dan tidak lelah untuk meminta.Tapi jika Allah memberi cepat untuk kita,tandanya Allah percaya dengan kita untuk menjaga amanahnya" Ucap Birru yang berusaha menenangkan hati Rengganis.
"Terima kasih Mas sudah memberikan jawaban yang menenangkan untuk Rengganis.Oh ya Mas ingin punya anak berapa?" Tanya Rengganis.
"Ya Allah memberi berapa pun Mas terima"
"Tapi di beri jarak ya Mas,pasti lelah jika mengurus anak balita banyak sekaligus" Pinta Rengganis.
"Tentu sayang,kita akan memberi jarak,jika memang niat kita ingin fokus untuk mengurus satu demi satu tentu Allah perbolehkan,tapi jika kita niatnya ingin menghentikan memiliki Anak itu baru tidak boleh,kecuali karena alasan kesehatan"
"Terima kasih Mas sudah pengertian"
Albirruni mengangguk.
" Sudah ayo istirahat,besok harus sudah mempersiapkan keperluan untuk bulan madu kita,visa,pasport,tiket segala macamnya lagi"
__ADS_1
Rengganis tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada Mas Birru,Mas Birru pun mengecup pucuk kepala Rengganis.
Malam ini libur minta jatah,karena Birru tau istrinya pasti kelelahan setelah resepsi.