Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Jambu Bol


__ADS_3

Paginya Albirruni tidak memperbolehkan Rengganis masak dan menyuruh Rengganis hanya tiduran saja di kamar.


Rengganis merasa tidak betah jika tidak melakukan kegiatan apapun.


"Mas nanti aku ikut ke kantor yah" Rayu Rengganis.


"Tidak,kamu nanti Mas antar ke rumah Mama saja ya Sayang"


"Mas Rengganis tidak sakit,Rengganis tidak mau terus diam di rumah"


"Nurut dengan Mas dong sayang demi anak kita"


Rengganis tiba-tiba menangis sejadinya.


"Ganis tidak mau,Ganis tidak mau"


Birru yang melihatnya merasa kasihan dan tidak ingin membuat Rengganis stres.


Birru juga bingung karena takut Rengganis kelelahan.Tapi Rengganis malah menangis seperti anak kecil yang di rebut mainan nya.


Ya Allah ternyata orang hamil sensitif sekali,Batin Albirruni.


"Iya iya nanti ikut ke kantor,belajar seperti biasanya" Ucap Birru.


Rengganis langsung menghampiri Mas Birru lalu memeluk dan menciumi wajah nya.


"Dede,papah mu memang yang terbaik" Ucap Rengganis sambil mengelus perutnya.


Birru lalu mengelus perut Rengganis juga "Anak papa di dalam sana baik-baik ya sama Mama,yang kuat di dalam sana,jangan cengeng seperti mama"


Rengganis langsung mencubit lengan Mas Birru.


"Aw...sakit sayang"


"Kok ngatain Ganis cengeng"


"Lah memang iya kan sayang,lupa yah"


Rengganis langsung manyun,ia jadi teringat akhir-akhir ini gampang badmood dan gampang nangis.


***


Rengganis dan Albirruni berangkat kantor bersama,saat di parkiran Rengganis melihat ada pohon jambu *** yang sedang berbuah sangat banyak dan buahnya besar-besar.


Rengganis menelan Saliva nya,keinginan untuk meminta jambu itu pada Mas Birru ia urungkan karena masih pagi,Rengganis juga belum sarapan,pasti nanti tidak di izinkan Mas Birru.


Sesampainya di ruangan Mas Birru seperti biasa sudah ada Dion yang menyapa.


"Assalamualaikum Bos"


"Waalaikumsalam"


"Dion nanti tolong pesankan KFC untuk seluruh karyawan yah"


"Widih,dalam rangka apa nih Bos?"


"Alhamdullilah Rengganis hamil,sebentar lagi aku akan jadi papah muda" Ucap Birru dengan wajah bahagia nya.

__ADS_1


"Wah selamat ya Bos,Ganis" Ucap Dion.


"Pedang nya mantap berarti,tokcer" Bisik Dion pada Albirruni.


Birru malah tertawa mendengar candaan dari Dion.


"Hari ini banyak pekerjaan tidak Yon?" Tanya Albirruni.


"Tidak Bos,hanya beberapa berkas saja yang harus diselesaikan, tidak ada jadwal meeting juga untuk hari ini" Jawab Dion.


"Oke,Setelah makan siang nanti aku keluar ya dengan Rengganis,"


Dion mengangguk.


Birru melihat Rengganis yang melamun,sarapan yang Rengganis buka malah hanya di tatapnya saja.


"Ganis,kenapa tidak dimakan?apa kamu ingin sesuatu" Tanya Birru.


"Mas Ganis pengen itu jambu *** tadi yang ada di dekat parkiran bawah"


Birru langsung menepuk dahinya.


Masa Aku pagi-pagi harus koloran lagi panjat pohon,apa kata karyawanku nanti,Batin Birru.


"Mas tapi aku pengen nya Mas Dion yang ambil" Ucap Rengganis.


Dion langsung menoleh pada Rengganis.


"Aku Nis?Masih pagi Nis" Ucap Dion.


Birru tersenyum bahagia,karena kali ini bukan dirinya yang akan memanjat.


"Ya Ampun Al,anakmu masih orok saja sudah merepotkan ku seperti papahnya" Ucap Dion.


Birru malah tertawa,


"Anakku mungkin ingin melihat Om nya memanjat pohon" Ucap Birru dengan santainya.


Mereka bertiga turun ke lantai bawah menuju parkiran.


"Ih lagian siapa sih yang suka sekali menanam segala pohon buah-buahan di kantor ini" cerocos Dion.


Sesampainya di bawah pohon jambu Dion segera melepas Jas nya dan sepatunya,Dion tidak mau melepas celana nya karena ini masih sangat pagi,dan masih banyak karyawan yang datang silih berganti.


Banyak karyawan yang melihat tingkah Dion sedang memanjat pohon jambu,mereka memotret Dion saat di atas pohon.


" Eh jangan pada ambil gambar, sembarangan ya kalian" Ucap Dion dari atas pohon.


"Kemarin siapa yang lebih sembarang foto Aku saat menggunakan kolor saja di atas pohon" Ucap Albirruni.


Dion langsung terkekeh,


"Kena batunya dah Ah" Gumam Dion.


Setelah memetik beberapa buah jambu Dion segera turun lalu menyerahkan buah nya pada Rengganis.


"Makasih ya Mas Dion,nanti aku akan bantu agar sahabat ku Melly mau menerima lamaran mu" Ucap Rengganis sambil menerima kantong plastik dengan bahagianya.

__ADS_1


"Beneran ya"


"Tenang nanti Aku endors" Ucap Albirruni menambahkan.


Dion langsung jingkrak-jingkrak kegirangan.


"Papah muda dan mamah muda memang paling top" Ucap Dion sambil menunjukan jari jempolnya.


Mereka kembali ke ruang kerja masing-masing. Rengganis pagi ini tidak selera makan dengan apapun,hanya makan jambu *** saja.


Albirruni membuatkan susu juga memberikan vitamin ibu hamil agar Rengganis meminumnya.


Ternyata begini orang hamil,makan pun tidak berselera, kadang yang di mau malah makanan yang hanya dilihat sesaat.


Rengganis pasti lapar,tapi tidak selera nya itu mengubur rasa laparnya,sungguh perjuangan sekali.


Tidak habis fikir mereka para suami yang mengkhianati istrinya yang menyakiti istrinya,yang menyakiti ibu nya,apakah mereka buta,tidak melihat begitu beratnya pengorbanan seorang wanita.


Albirruni tersadar dari lamunan nya saat Rengganis meminta izin ke pantri untuk membuatkan kopi untuk Albirruni.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


(Jangan lupa like komen dan vote yah)


__ADS_2