
Setelah Almira terlelap, Reihan menghampiri Umminya.
Reihan memeluk Umminya, Ummi kembali memeluk Reihan.
"Kamu kenapa Rey, matamu berkaca-kaca"
"Ummi...ada yang harus Rey bicarakan"
"Kenapa Rey? Ceritakan lah"
"Ummi...sebenarnya Almira di vonis menderita Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) yang menjadikan wanita sulit hamil atau bisa saja di katakan mandul."
Reihan menghembuskan nafas nya dengan kasar, rasanya berat sekali mengatakan itu semua. Tapi Reihan tidak melihat ada keterkejutan di wajah Ummi nya.
Ummi mengelus punggung Reihan.
"Dan Kau akan menerima dengan begitu saja?" Ummi tersenyum melihat keterkejutan Reihan.
"Maksud Ummi?"
"Ini ujian dari Allah, berarti Allah sedang sayang pada kalian berdua, Allah sedang menguji seberapa dalam cintamu pada Almira, dan seberapa dalam kamu menerima kekurangan Almira" Ummi masih mengelus punggung putra bungsunya itu untuk sedikit menenangkannya.
"Aku tidak masalah tentang diriku sendiri Ummi, tapi Almira, bagaimana aku mengatakan padanya" Reihan mengusap wajahnya.
"Aku tidak ingin hatinya tersakiti mi" Reihan menyenderkan punggungnya di sofa sambil menatap langit-langit.
"Rey, Almira pasti bisa mengerti, kamu tahu Bibi Ratna saja mengalami hal sama seperti Almira, tapi Bibi Ratna dan suami nya tidak berhenti ikhtiar, lihat sekarang mereka memiliki anak kembar yang lucu-lucu, ingat Rey, sekarang dunia medis sudah sangat canggih, kita bisa semaksimal mungkin berikhtiar, selanjutnya kita pasrahkan pada Allah"
Reihan menatap Ummi nya, benar kata Ummi, dunia medis sekarang semakin canggih, Reihan menggenggam jemari tangan Umminya. Ummi melihat banyak kekhawatiran di mata Reyhan.
"Ummi, apa aku bisa menjelaskan semuanya pada Humiarahku?"
"Tentu, kamu yang lebih mengerti istrimu, kamu yang lebih tabu seperti apa istrimu itu, Almira bukan gadis urakan dan pemarah Rey, lihat istrimu yang penurut dan pengertian walau usianya masih sangat muda, Almira pasti akan mengerti, mungkin ini juga akan jadi pembelajaran Almira dalam proses pendewasaan nya"
Reihan memeluk Umminya, setelah membicarakan semua dengan Ummi rasanya hati Reihan mulai tenang, apalagi Ummi menerima Almira dengan segala kekurangan nya, itu sudah sangat membuat Reyhan bersyukur, setidaknya keluarga nya tidak akan mendesak meminta cucu karena itu akan menyakiti Almira.
Reihan merebahkan dirinya di sofa, kepalanya berada di pangkuan Ummi, Ummi menyeka setetes air mata yang hampir menetes di ujung mata putra bungsunya itu.
Ummi melihat betapa putra nya itu sangat rapuh karena wanita yang di cintai nya, bukan karena kecewa pada takdir, tapi putra nya lebih takut Almira yang akan terluka hatinya bila mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Ummi tahu betul Reyhan putranya yang pendiam namun pemberani, jika sudah sayang pada seseorang Reyhan yang pendiam akan melindungi orang tersayangnya.
Waktu kecil Reyhan selalu membalas orang yang berani menyakiti kakak-kakak nya, walaupun kakak-kakaknya semua laki-laki tapi Reihan kecil sangat pemberani.
Jika kakaknya menangis di ganggu teman nya, Ia akan memasang badan kecil nya untuk membalasnya, tapi melihat Reyhan yang sangat rapuh seperti ini baru kali ini Ummi melihatnya.
Ummi mengelus rambut putra bungsunya itu, membelai dengan lembut kepala Reihan, Reihan merasa jauh lebih tenang. Reihan juga yakin Almira akan bisa di ajak bekerja sama untuk mengatasi ujian ini.
Sambil membelai-belai rambut Reyhan, Ummi memberi beberapa nasehat yang bertujuan untuk menguatkan putranya.
" Nak...Pernikahan adalah rizki dari Allah sekaligus juga menjadi awal sebuah ujian kehidupan manusia saat berpasangan dengan jodohnya. Dimulai dari kehidupan sesaat setelah ijab kabul diikrarkan, suami atau istri akan mulai diuji .
Janji Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 155, “Dan sungguh akan Aku berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembirabkepada orang-orang yang sabar.”
Maka, ujian dalam rumah tangga adalah sebuah keniscayaan.
__ADS_1
Ujian yang melanda rumah tangga bukan sesuatu yang harus dihindari atau diabaikan. Ujian kehidupan adalah salah satu cara Allah untuk meningkatkan posisi atau kedudukan seorang hamba di sisi-Nya. Maka, hadapi dan selesaikan ujian-ujian tersebut hingga ia pantas berada pada posisi yang paling dekat dengan Allah.
Kaidah ujian dari Allah itu sebagaimana dalam firman-Nya dalam surat Al Baqarah ayat 286, “Allah tidak akan membebani(memberi ujian) seseorang melainkan sesuai dengan batas kemampuannya.”
Jangan keburu baper dan merasa tidak sanggup ketika Allah turunkan ujian dalam rumah tangga atau merasa Allah tidak adil terhadap dirinya.
Kunci dalam menghadapi ujian dalam rumah tangga hanyalah IKHLAS"
Reihan bangkit dari tidurnya, lalu menatap Umminya, "Terimakasih Ummi, Ummi membuatku tenang"
Ummi tersenyum, "Sudah jangan menangis lagi yah"
Almira mengerjapkan Matanya dan mendengar sayup-sayup suara Reyhan dan Ummi.
"Siapa yang menangis Ummi?" Tanya Almira.
Reyhan langsung menghampiri Almira setelah tahu Almira terbangun.
"Siapa yang menangis Mas?"
"Reyhan" Jawab Ummi.
"Mas Azzam kenapa menangis"
"Dia mengkhawatirkan mu, makanya kamu cepat sembuh dong sayang" Ucap Ummi sambil tersenyum.
"Mas Azzam sini"
Reyhan menghampiri Almira dan duduk di sebelah bangkar.
"Kamu jangan menggoda ku, Ada Ummi"
"Ih Mas Azzam ini" Almira mencubit dada Reyhan.
"Aw...kau ini, tadi di elus-elus sekarang di cubit, awas saja kalau sudah sembuh"
"Apa?"
"Aku cibut balik dada nya"
Almira langsung menyilangkan kedua tangan nya di dadanya.
Reyhan malah tertawa melihat ekspresi Almira.
"Kalian berdua ini" Ucap Ummi.
"Mas Azzam ni mi"
"Sudah Rey, istrimu sedang sakit"
"Aku tidak berbuat apa-apa Mi, malah Mira yang mencubit-cubit Rey"
Ummi hanya tersenyum melihat tingkah putra dan menantunya itu.
"Mas, Mira mau mandi, rasanya lengket sekali"
__ADS_1
"Belum boleh mandi sayang,"
"Lalu"
"Di lap dulu saja ya menggunakan washlap yah"
Reyhan dengan telaten menyiapkan air hangat lalu washlap untuk mengelap tubuh Almira. Reyhan mengunci pintu kamar rawat inap nya lalu mulai membuka baju Almira dan mengelapnya dengan pelan.
Sesekali Reyhan juga meneguk Saliva nya, sudah berapa hari puasa karena Almira sedang datang bulan.
"Sayang...kamu sangat sexy"
Wajah Almira tersipu malu," Sudah cepat lanjutkan"
"Nanti kalau sudah sembuh kamu hutang banyak sama Mas"
"Hutang apa?"
"Hutang ninu-ninu banyak"
"Mas Azzam kau ini mesum sekali"
"Biarkan saja dengan istri sendiri kan sah sah saja"
Almira tidak menjawab ledekan Reyhan lagi, Selesai mengelap Almira, Reyhan menutup tubuh Almira dengan selimut karena sebentar lagi Mama akan membawa baju ganti untuknya juga Almira.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Jangan Lupa Like Komen dan Vote ya, maaf ya kemarin tidak up, janji deh hari ini q up 3 episode, maaf yah soalnya di dunia nyata Author dah mulai beraktifitas kembali, apalagi nanti kalau sekolah sudah masuk tanggal 13, mungkin aku hanya bisa up 1 episode]
[Jangan lupa mampir juga di Surat Cinta 2000, bikin baper juga lhoo]
Salam sayang,
@SantyPuji
__ADS_1