
Saya nikahkan anak saya Anisa Pratiwi binti Handoko dengan Afie Reihan Al Azzam dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar Tunai.
Terlihat Reihan sedang menjabat tangan ayah Anissa.
Saya terima nikahnya Anisa Pratiwi binti Handoko dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.
"Hiks...Hiks, Aku ikhlas Mas...aku ikhlas, semoga kalian bahagia, Hiks 😭😭😭" Almira menangis dalam tidurnya.
Reihan yang melihat Almira sesenggukan namun matanya terpejam segera membelai lembut pipi Almira.
"Sayang...Sayang bangun, kamu kenapa menangis" Reihan berusaha membangunkan Almira.
Almira semakin menjadi tangisannya ,"Hiks...hiks aku ikhlas, aku tidak apa-apa Mas, kamu berhak bahagia" Almira terus saja berbicara dalam tidurnya.
Reihan langsung mengangkat tubuh Almira, Almira terkejut, matanya pelan-pelan ia buka, Reihan segera memberikan air minum pada Almira.
"Minumlah dulu"
Almira langsung meminumnya, nafasnya tersengal-sengal, selesai minum Almira langsung memeluk Reihan.
"Mas...Hiks 😭"
"Hey..kamu kenapa Humairah?" Reihan terlihat khawatir karena Almira memeluknya erat sambil menangis.
"Mas aku takut, ikhlas itu susah Mas, aku tidak mau, tolong jangan" Almira berbicara sambil sesenggukan.
"Apanya yang di ikhlaskan?" Reihan terlihat bingung mendengar pembicaraan Almira yang entah menuju kemana.
"Mengikhlaskanmu menikah lagi"
"Siapa juga yang mau menikah lagi, Humairah, Mas akan tetap pada pendirian Mas, sekalipun kita tidak di beri amanah, kita bisa menjaga amanah orang lain yang mereka sia-siakan, anak itu tergantung didikannya, walaupun tidak sedarah daging" Reihan mencoba meyakinkan Almira.
"Kamu mengkhawatirkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu sayang, coba buang jauh-jauh fikiran itu, 5 tahun kita sudah berumah tangga, aku tidak pernah kan menyinggung soal hal itu, kita tetap bahagia kan, tapi fikiran burukmu itu yang menyiksamu sendiri Humaira " Sambung Reihan lagi.
"Maafkan aku Mas" Almira masih memeluk Reihan dengan erat.
"Sudah, ayo kita jalan-jalan ke pantai, buang jauh-jauh fikiran negatifnya ke laut" Ledek Reihan.
Almira mengangguk, ia segera mencuci mukanya lalu berganti gamis, setelah itu mereka turun kebawah berpamitan pada ummi. Ternyata di ruang makan ada Nisa dan Bibi.
"Ummi Rey mau ajak Almira ke pantai dulu yah" Reihan mencium tangan ummi nya.
"Jangan larut malam pulangnya yah"
"Sip...Mi"
Almira dan Reihan langsung ke depan menuju garasi, ternyata Nisa mengejarnya.
"Rey..aku ingin bicara " Ucap Nisa.
"Bicara saja"
"Bicara berdua"
"Kenapa mesti berdua"
__ADS_1
Almira mengerti maksud Nisa, ia melangkah hendak memasuki mobil, tapi langkahnya terhenti oleh genggaman tangan Reihan.
"Disini saja Humairah, Nisa ingin bicara, kamu harus menemani Mas" Ucap Reihan sambil tersenyum.
"Ayo Nisa, aku ingin jalan-jalan, waktu ku tidak banyak"
"Rey...aku mau jika harus menjadi istri kedua mu" Ucap Nisa.
Deg...Hati Almira bagai tersambar petir mendengar Nisa mengucapkan itu di depannya.
Reihan tersenyum, " Tapi sayangnya aku tidak mau, istri kecilku ini sudah cukup satu-satunya untuk ku, seumur hidupku"
"Tapi dia tidak bisa...."
"Jangan mendahului keputusan Allah, jaga bicaramu, kamu wanita, kalau kamu mengalami nasib sama, apakah kamu masih sanggup melanjutkan kata-katamu"
Nisa terdiam, Reihan dan Almira segera masuk ke dalam mobilnya, mereka bergegas menuju pantai Kenjeran.
Sesampainya di pantai Almira langsung merengek meminta berkeliling pantai menggunakan kapal nelayan.
Reihan menuruti kemauan Almira asalkan Almira tidak banyak berfikir yang tidak-tidak lagi.
Di kapal nelayan Almira bermain air laut dengan antusiasnya.
"Sekalian sayang buang fikiran negatifmu disitu" Ledek Reihan.
Puas menikmati pantai Almira menikmati taman-taman yang sudah dikemas sedemikian rupa untuk kenyamanan.
Ada spot foto berupa ayunan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan memori masa lalu.
Almira meminta Reihan untuk memfoto kan nya saat sedang bermain ayunan.
Setelah itu mereka Memasuki kawasan Atlantis Land. Ada sebuah spot Foto menarik di sana, tempat peribadatan Budha dan Konghucu yaitu Pagoda Tian Ti, Patung Budha Empat Wajah, Klenteng Sanggar Agung dan Patung Dewi Kwan Im.
Alisha dan Reihan meminta bantuan seseorang untuk memotret mereka berdua dibelakang Klenteng yang terdapat sepasang patung naga.
Almira dan Reihan juga berfoto di depan Pagoda Tian Ti, pagoda ini Bentuknya bundar, memiliki diameter 60 meter dan tinggi sekitar 50 meter dengan tiga tingkat. Sungguh Pagoda ini sangat menarik.
Menurut cerita, pagoda ini sama dengan nama Pagoda yang berada di China. Hanya saja, ukurannya lebih besar daripada aslinya. Sangat menarik untuk dijadikan sebagai sebuah landmark.
Jika, diartikan ke dalam bahasa Indonesia Tian Ti berarti langit-langit. Almira dan Reihan merasa berada di kawasan cina bila berada di dekat pagoda ini. Ada pula patung yang menyerupai phra phrom yang berada di Bangkok, Thailand yang berdiri diatas luas lahan sekitar 225meter persegi.
Kemudian, ada Klenteng sanggar Agung yang memiliki arsitektur khas Bali. Kawasan ini sebagai tempat peribadatan umat Buddha, Konghucu, dan juga Tao. Klenteng ini terbuka untuk umum.
Di depan klenteng terdapat sebuah sangkar burung yang cukup besar dengan beberapa burung kecil. Bagi umat beragama budda, konghucu, dan Tao biasanya melakukan ritual membuang sial di sangkar burung tesebut.
Puas berkeliling dan berselfi, Almira dan Reihan istirahat sejenak, memesan beberapa makanan khas Surabaya, lontong balap, sate kerang, Kupang Lontong.
"Makasih ya Mas, aku senang sekali hari ini" Ucap Almira dengan senyum manisnya.
"Tetaplah tersenyum manis seperti ini Humairah, senyummu sumber kebahgaian Mas"
Almira mengangguk "Mas nanti ajak Shelomita dan Ayyubi juga kemari, mereka pasti senang"
"Bukan senang lagi, tapi mereka tidak akan mau di ajak pulang"
__ADS_1
Almira dan Reihan tergelak, Reihan sungguh bahagia bisa melihat Almira tertawa riang lagi, ia ingin sekali melenyapkan fikiran-fikiran buruk Almira.
"Sayang setelah makan kita pulang yuk, Aku merasa agak mual, mungkin karena angin laut tadi waktu naik perahu sepertinya" Almira memegangi perutnya.
"Iya, habiskan dulu makanannya"
Almira mengangguk,
Setelah selesai makan mereka segera kembali lagi ke rumah Ummi, karena mereka akan menginap di rumah Ummi malam ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Intermezzo
Readers : 150 komentar, itu mimpi kan Thor, lu jangan bikin kita spaneng deh...
Author : Tebakan kalian bener,kalian sudah cocok jadi sutradara 😁😁
Readers : Lega kita Thor... kan dulu lu pernah bilang Thor tidak akan ada Siti Hajar di antara mereka, makanya kita2 kaget...
Author : Iya gue mah pasti nepati janji ma kata-kata gue, gue tau rasanya di dustai, sakit say..., jadi gue mau sama readers gue jangan ada dusta di antara kita 😆
Readers : Ngapa jadi curhat sih Thor
Author : Gue kaga curhat, gue lagi berbagi derita 😁😁
Readers : Menderita dari mananya sih Thor, lu kan udah nikah, sementara gue masih jomblo.
Author : Mau cepat dapet jodoh?
Readers : Mau Thor, gimana Thor?
Author : Lu pura-pura kaga bisa masak mie instan ma masak nasi ye...
__ADS_1
Readers: Emak-emak ge tau aje Nyang lagi viral
Author: 😆😁😁😁