
Pagi ini Rengganis,Sinta dan Albirruni sudah berada di Bandara Surabaya.
Albirruni sengaja memilih perjalanan pagi karena ia ingin cepat membantu Sinta menyelesaikan masalahnya.
Albirruni menghubungi Dion untuk menyuruhnya kembali menghandle perusahaan.
Karena sebenarnya Birru seharusnya hari ini sudah mulai bekerja kembali.
"Dion kamu urus perusahaan hari ini,aku sedang ada urusan mendadak dan harus terbang ke Jogja pagi ini."
Dion yang sedang berada di ujung telfon hanya mendengus kesal.
Lagi-lagi bosnya harus izin.
"Oke bos,tapi jangan lupa,WO kawinanku kamu yang bayarin ya bos"
Birru tersenyum.
"Cari dulu yang mau denganmu."
Dion mengerucutkan bibirnya.
"Bagaimana aku mencari,kamu izin terus Al,kan kerjaan aku jadi dobel"
Albirruni tertawa.
"Sudah jangan banyak protes"
Birru langsung memutus sambungan telfonnya.
**
Pesawat sudah terbang menuju kota Jogja.
Rengganis melihat Sinta yang sedang membuatkan susu untuk Anisa.
"Mbak sini Anisa aku gendong dulu"
Sinta yang merasa kerepotan segera memberikan bayinya pada Rengganis.
Rengganis menggendongnya dengan luwes.
"Jangan rewel ya sayang,sebentar lagi bertemu Ayah."
Birru yang melihat Rengganis sedang mengajak Anisa rasanya begitu cantik dengan aura keibuan yang dimiliki Rengganis.
Birru membisikan sesuatu ditelinga Rengganis.
"Sayang diperut sayang sudah ada babynya belum ya?"
Rengganis tertawa kecil.
"Belum Mas,kita menikah saja belum ada satu bulan,biasa nya nanti jika Allah langsung kasih ya ketahuannya nanti jika kita sudah menikah minimal dua bulan"
Birru pun mengangguk,walaupun ia tidak begitu faham dengan hal mengandung.
Anisa menyusu dengan lahapnya,masih dalam gendongan Rengganis.
Sampai Anisa tertidur dan Rengganis tertidur.
***
Lelah juga diperjalanan,walaupun sebentar.
Tapi akhirnya sampai juga di Bandara Jogjakarta.
Mereka langsung menuju kantor Andra,untuk langsung membicarakan masalah rumah tangga Andra.
Sesampainya di kantor Andra,Rengganis dan Sinta menuju ruangan Andra bekerja.
Sedangkan Birru menuju ruangan Om Tirta,ayah Andra.
Sebelum terpisah Birru terlebih dahulu berbicara pada Rengganis.
"Sayang Mas percaya sama kamu."
__ADS_1
"Terima kasih Mas,tujuan Ganis kesini karena ingin menolong,bukan karena hal lain"
Birru mengangguk percaya pada istrinya.
Birru berjalan ke ruangan Om Tirta.
Birru dan Om Tirta relasi bisnis,Birru dulu sering bertemu Ayah Andra di kantor ini.
Rengganis membawa Baby Anisa ke dalam ruangan Andra tanpa Sinta.
"Sinta,tunggulah disini ya,aku akan berbicara dengan Mas Andra,dan aku akan membawa Anisa kedalam ruangan,percayalah padaku"
Sinta mengangguk,tanda percaya pada Rengganis.
Rengganis mengetuk pintu ruangan Andra.
tok...tok...tok...
"Masuk"
Rengganis langsung masuk.
Rengganis melihat Andra yang sedang berkutat dengan berkas-berkas yang ada di mejanya tanpa melihat siapa yang masuk ruangannya.
"Assalamualaikum"
Andra langsung mendongakkan kepalanya.
"Waalaikumsalam, Rengganis....."
Andra bangun dari tempat duduknya,lalu menghampiri Rengganis.
Andra melihat Rengganis menggendong bayi.
"Itu bayi siapa Nis,bukan bayimu kan?"
Rengganis memberikan bayi itu pada Andra.
Andra begitu kaget ketika melihat wajah bayi yang dibawa Rengganis.
"Anisa..."
"Maksudmu?"
"Bisakah kita duduk Mas saat bicara."
Andra mempersilahkan Rengganis duduk.
Sementara Anisa masih dalam gendonganya.Bagi Andra ini pertama kali dirinya menggendong Anisa,bayi yang malah memang.
Rengganis mulai berbicara.
"Mana Mas Andra yang dulu Rengganis kenal?Mas Andra yang banyak mengajarkan kebaikan pada Rengganis.Kenapa sekarang berubah menjadi Monster"
Andra pun menunduk.Ia sangat malu,karena merasa sekarang ini dirinya hanya di penuhi nafsu dan amarah saja.
"Semua ini karena papahku,semua karena perjodohan itu,hingga aku tidak bisa bersama denganmu Nis,kamu mimpiku,harapan masa depanku,tapi semua sirna.
Andaikan dulu aku tidak mengikuti apa kata papah untuk menjauh darimu,mungkin sekarang kita sudah bahagia,kenapa takdir kita jadi seperti ini Nis."
Andra menatap Rengganis dengan mata yang sudah memerah.
Rengganis melihat ada gurat sedih diwajah Andra.
"Mas,jodoh,maut,Rizki semua Allah yang ngatur,aku bisa jadi perumpamaan.
Mas bisa lihat aku,aku dan Mas Aby jodoh kami tidak lama,lalu datang Mas Birru yang ternyata sudah menyukaiku sejak lama.
Bahkan aku tidak bisa menduga semua itu.
Aku pernah merasa kehilanganmu.Aku juga pernah merasa terpuruk kehilangan Mas Aby.
Aku jalani semuanya dengan ikhlas.Aku sekalipun tidak menyalahkan takdirku.
Mas..kamu begitu beruntung,mempunyai istri baik dan cantik seperti Mbak Sinta.
__ADS_1
Mungkin keberuntunganmu menjadi dambaan mereka yang masih menanti jodoh.
Kamu juga beruntung Allah sudah menitipkan amanah dengan kehadiran Anisa.
Diluar sana banyak yang sudah menikah puluhan tahun tapi belum diamanahi Anak.
Kamu mapan,bisa membeli apapun,Allah kasih semua untukmu Mas,tapi kenapa Mas malah begitu menghinakan takdir."
Air mata Andra akhirnya luruh juga karena tak kuat mendengar kata demi kata yang Rengganis lontarkan.
Kalimat itu serasa menghujam jantung dan hatinya.
Ia teringat selalu membuat Sinta menangis.Ia teringat tidak pernah menggendong Anisa.
"Mas Andra rajin sholat kan,bukankah saat takbiratul ikhram ada bacaan Inna solati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, Lillahirabbil‘alamin.
Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kerana Allah, Tuhan seluruh alam.
Semua yang sudah dilalu dalam hidup Mas niatkan karena Allah mas.Jadi hati Mas nanti tenang.Aku sudah pernah merasakan kehilangan,dan itu rasanya menyakitkan.
Apa Mas ingin kehilangan Mbak Sinta dan Anisa?lihatlah anak Mas,begitu cantik dan menggemaskan.Mas adalah imam keluarga,apa mas tidak takut jika nanti di hisab,mas menelantarkan anak istri Mas?"
Andra semakin menangis sejadinya.
Rengganis segera mengambil Anisa yang ada digendongan Andra,biarlah Mas Andra menangisi dan menyesali perbuatannya.
"Mas tidak mau kehilangan Anisa"
"Mas..Anisa butuh Mbak Sinta,Mas tidak boleh hanya menerima Anisa saja,Mas sangat beruntung dicintai oleh Mbak Sinta,demi cintanya padamu ia rela terbang ke Surabaya hanya untuk menemui ku,memohon padaku untuk berbicara denganmu.Mas ikhlaskan aku,aku sudah menikah dengan Mas Birru"
Andra menatap Rengganis,dilihatnya wanita yang dicintainya,ada pancaran kebahagiaan dari Rengganis.
Apakah mulai saat ini dirinya akan mengikhlaskan Rengganis demi Anisa dan Sinta.
Setelah selesai menasehati Andra dengan segala upaya,akhirnya Andra pun menyadari semua kesalahannya.
Rengganis berdiri dan berjalan keluar dari ruangan Andra.
Dipanggilnya Mbak Sinta yang sedang duduk.
Sinta masuk bersama Rengganis.
"Mas,lihatlah istri cantikmu,peluklah...!"
Rengganis memberikan bayinya pada Mbak Sinta.
Andra menghampiri Sinta dan anaknya.
Ia segera memeluk keduanya.
Tangis keduanya pun pecah.Rengganis yang melihatnya pun ikut meneteskan air mata bahagia,bahagia karena rumah tangga Andra terselamatkan,bahagia juga karena Andra mau berubah seperti dulu lagi,menjadi laki-laki Soleh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#maaf ya author baru up,author lagi "merenovasi" novel ini dari episode 1,karena masih banyak salah EYD nya,author perbaiki agar karya ini bisa di kontrak oleh novel toon.
__ADS_1
author juga kangen dengan kalian semua.
doakan ya semua,jangan lupa like komen vote.