
"Mas...Apakah akan ada Siti Hajar di antara kita?" Berat hati Almira mengatakan itu, tapi Ia hanya ingin tahu seberapa besar cinta Reihan kepadanya, seberapa ikhlas Reihan menerima kekurangannya.
Reihan menunduk terdiam. Ia merasa Ia juga di ragukan kesetiaan nya oleh Almira, Reihan tidak mengerti kenapa masalah anak saja harus di suudzoni akan memiliki wanita lain, padahal banyak jalan untuk memiliki anak, kenapa fikiran sempit selalu tertuju pada rahim wanita lain.
"Demi Allah...tidak akan Humairah, percayalah pada Mas" Reihan menjawab dengan penuh penekanan.
Almira menunduk, Almira begitu terkejut ketika Reihan bersumpah atas nama Allah tidak akan menduakannya.
"Jika aku seperti Siti Sarah yang rela memperbolehkan Mas untuk memiliki Siti hajar, apakah Mas akan seperti Nabi Ibrahim?" Almira juga bertanya dengan penuh penekanan walaupun hatinya perih.
Reihan menyentuh kedua pipi Humairahnya, "Tidak akan, karena Mas bukan nabi Ibrahim, dan tidak ada perintah langsung dari Allah untuk Mas menikahi wanita lain hanya demi Anak, lihat Mata Mas Almira, lihat...apa tidak terlihat cinta yang begitu besar untukmu, sekalipun kamu rela ada wanita lain di antara kita, tapi aku tidak akan rela menebar benih di rahim wanita lain, ingat baik-baik, rasakan cintamu Humairah" Setetes air mata luruh juga lewat sudut mata Reihan.
Almira langsung memeluk Mas Azzam nya.
"Hiks...hiks 😭😭 Terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan anugrah terindah dalam hidupku, yaitu suamiku" Almira menangis dalam pelukan Reihan, Ia sangat terharu dengan jawaban suaminya itu, Ia percaya Reihan laki-laki yang setia dan sabar.
"Hiks...hiks...😭 percayalah sayang, kamu percayakan" Reihan mengeratkan pelukannya.
Mereka menangis bersama, Mereka merasa Allah begitu perhatian dengan mereka berdua, usia perkawinan yang baru seujung kuku namun sudah harus menikmati ujian yang begitu dahsyat ini.
Almira mengangguk "Kita akan tetap berada di perahu yang sama kan Mas, aku akan membantumu mendayung hingga sampai di tujuan kita, sampai ataupun tak sampai, Asal bisa selalu berdua bersamamu, aku tidak masalah Mas"
"Iya sayang, kita akan berada di perahu ya sama, kita akan saling menguatkan" Reihan melepaskan pelukannya.
"Sudah pelukannya" Suara mbak Rengganis terdengar dari pintu. Mbak Rengganis membawakan jus mangga untuk Almira.
__ADS_1
Almira mempersilahkan mbak Rengganis masuk, Reihan lupa kalau pintu kamarnya tidak di tutup waktu membawa makanan tadi.
Mbak Rengganis masuk ke dalam kamar Almira, Rengganis juga tahu penyakit Almira, ia memahami emosi cinta yang sedang Almira dan Reihan rasakan.
"Lhoo Dek kok belum di makan?" tanya Rengganis melihat piring di nakas masih terisi penuh dengan nasi dan lauk.
"Aku baru menjelaskan tentang pcos pada Almira mbak, jadi tadi ada adegan nangis-nangis seperti film kabhi ghusi kabhi gem dulu" Reihan mulai menampakan senyumnya.
"Memang kamu tahu film itu Rey,"
"Tahu, waktu kecil Ummi kalau nonton itu selalu menangis sepanjang film"
Almira tertawa kecil mendengar penuturan Reihan.
"Yang sabar ya Dek" Rengganis mengusap kepala Almira.
Mbak Rengganis tersenyum " Dek...kehidupan dan kematian itu sudah menjadi takdir Allah sebelum kita lahir, kita tidak bisa menghidupkan kembali yang mati, tapi kita bisa merawat yang masih hidup, kamu tahu kan kisah Mbak, pernikahan baru 1 Minggu tapi Mbak harus di tinggalkan Mas Abymanyu, saat itu entahlah hati Mbak hancur, kita tidak bisa kan menghidupkan yang sudah tiada, tapi jika masalahnya sepertimu Dek, saat tidak bisa menghadirkan kehidupan, kita bisa merawat yang sudah hidup, banyak bayi-bayi dan anak yatim piatu di luar sana, justru kita akan mendapat pahala Bukan, jangan berfikiran untuk menggunakan rahim wanita lain, mbak yakin kamu tidak akan rela Dek, begitu juga dengan Reihan, kalian harus saling menguatkan"
Almira memeluk perut Mbak Rengganis dan kembali menangis " hiks hiks 😭😭 Benar apa kata mbak, aku tadi sempat berfikir agar Mas Azam menikahi wanita lain saja, tapi setelah mba memberi nasehat, aku ingin berjuang dengan Mas Azzam"
"Ingat, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak Dek...ingat kisah nabi Zakaria. Di usia senja yang sangat menginginkan seorang anak. Beliau berdoa kepada Allah yang terkenal dan masuk dalam Alquran. Cerita ini menjadi pelajaran yang cukup menarik ketika kita mau mengambil hikmahnya.
Doa nabi Zakaria kala itu,
رَبِّ هَبْ لى مِنْ لَدُنْكَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً اِنَّكَ سَميعُ الدُّعاء
__ADS_1
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”
Kalian berdua masih muda, masih banyak cara untuk melakukan ikhtiar, kalian harus semangat dan saling menguatkan"
"Iya mbak Ganis, Terimakasih banyak mbak" Ucap Almira masih memeluk mbak Ganis.
" Siapa yang kemarin kangen sama Aku" Mas Birru muncul di balik pintu bersama Ayyubi menirukan gaya bahasa anak-anak.
Almira tersenyum lalu melepaskan pelukan nya pada mbak ganis dan merentangkan tangannya " Sini sayang peluk aunty"
Mas Birru langsung memberikan Ayyubi pada Almira.
"Eh aunty Mira belum Makan sayang"
"Tidak apa-apa Mbak biar aku sambil makan sambil bermain dengan si gembul Ayyubi" Almira sangat gemas dengan kedua pipi Ayyubi.
"Berat nanti Dek, jangan di gendong terus, dudukan saja di kasur, Ayyubi semakin gemuk soalnya, seperti papahnya" Mbak Rengganis melirik Mas Birru yang ada di sebelahnya.
"Berarti ASI nya cocok itu" Celetuk Hafiz juga masuk ke dalam kamar Almira bersama Alisha.
"Kak...memang kamu minum ASI juga,Kakak kan sudah besar, kasihan Ayyubi " Tanya Almira dengan polosnya.
Hafiz langsung tertawa terbahak-bahak.
Mas Birru langsung menyentil kening Hafiz " Adik ipar paling rese ini"
__ADS_1
Mereka berkumpul di kamar Almira untuk menyemangati Almira dan membahas tentang pengobatan Almira.