
**Hotel**
Birru sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya,karena Ia sudah tidur di pesawat Jadi tidak bisa tidur lagi di hotel.
Pintu kamar nya pun di ketok oleh seseorang.
tok..tok..
"Al"
ceklek...
Kenapa Pah?
"Kamu tidak istirahat Al?"
"Sudah kan tadi di pesawat,Al tidak mengantuk"
Papa memberikan secarik kertas dan meletakan nya di meja di sebelah leptop Birru.
"Itu latihan ijab qobul,berlatihlah,setelah ashar nanti kamu akan menikahi perempuan anak sahabat papah" Ucap papa dengan tegas lalu berlalu begitu saja meninggalkan kamar Al.
"Tapi Pah"
Birru belum sempat menyanggah tapi Papa nya sudah pergi begitu saja.
Birru pun terduduk lesu di kursi dan meremas rambutnya penuh frustasi.
"Ya Allah,ujian apa lagi ini" Batin Biru.
Birru mengambil ponselnya ingin menghubungi Rengganis,tapi ponsel Rengganis malah tidak aktif.
Ya Allah lagi genting seperti ini kenapa tidak aktif sih Nis,Aku harus bagaimana ini,Batin Birru.
Birru memberanikan diri membuka kertas yang di berikan papah nya tadi,setelah di buka,mata nya pun membelalak karena kaget,nama yang tertera di kertas itu adalah Rengganis Ajeng Kusuma,Birru pun tersenyum dan berjingkrak-jingkrak,ternyata papa nya sedang mengerjainya,Birru langsung berlari menuju kamar Papa dan Mama nya.
Tok..tok..
"Pa, Ma"
Ceklek..
Birru langsung memeluk mama nya dan mengangkat mama nya lalu di putar nya,karena sangat bahagia nya.
"Al,nanti mama jatuh Al" Ucap Mama.
Birru menghentikan nya lalu memeluk Papa nya.
__ADS_1
"Makasih ya Pah" Ucap Birru.
"Apa masih menolak?" Ledek Papa Birru.
"Tidak,ayo sekarang saja ke tempat Rengganis,apa Rengganis ada di Bandung juga Pah" Ucap Birru.
"Eeehmmm tadi saja nangis-nangis marah-marah,sekarang ngebet begitu" Ledek mama Birru.
"Kalian tega ngerjain Al,tega banget" Ucap Al.
"Ini kejutan untuk mu,pasti kamu sudah rindu sekali dengan Rengganis,apalagi kalian berhubungan jarak jauh,jika nanti kangen-kangenan sudah halal kan bebas Al" Ledek Papa.
Al pun tersenyum malu,
" Makasih ya Pah"
"Tapi apa Rengganis tahu akan menikah dengan Al hari ini" Tanya Birru.
Papa pun menggeleng,
"mungkin sekarang Rengganis sedang di kerjai Papa Rafi dan Bapak nya" Ucap Papa Wijaya dengan enteng nya.
"Kalian ini sudah tua tapi mengerjai anak muda,awas nanti Al sama Ganis balas," ucap Al.
"Tapi kamu seneng kan?" Ledek Mama.
"Sejak kapan Papa Mama merencanakan ini semua" Tanya Birru.
"Sebulan yang lalu,saat kamu selalu papa tugaskan ke luar kota untuk mengawasi proyek papa,bahkan papa sudah mendaftarkan mu di KUA,dan memakai foto seadanya" Jawab papa.
Birru hanya geleng-geleng kepala,benar-benar salut dengan para tetua yang berhasil mengerjainya dan juga mengerjai Rengganis.
**Rumah Papa Rafi**
Perias pengantin yang akan merias sudah datang,Tapi Rengganis tidak mau di make up di kamar,jadi Rengganis di make up di ruang TV,Rengganis terus saja menampakan wajah sedihnya,sudah berulang kali juga meneteskan air mata nya.
Maafkan Aku Mas Birru,Batin Rengganis.
"Sudah Nduk,jangan nangis terus,nanti luntur make up ny" Ucap Ibuk.
"Ibuk,Rengganis mencintai Mas Birru" Ucap Rengganis.
Ibuk pun tersenyum "Calon yang ini juga sama ganteng nya dan sama baiknya dengan Mas Birru"
"Tapi Buk"
"Sudah nurut saja,nanti kamu juga seneng" Ucap Ibuk
__ADS_1
Ibuk dan Alisha sebenarnya tidak tega melihat Rengganis yang terus menangis,sampai perias kualahan harus berulang kali menempelkan bedak pada wajah Rengganis karena luntur oleh air mata nya.
Rengganis menggunakan kebaya putih dengan lilitan batik di bagian bawah,dan tidak lupa pula jilbab penutup mahkota indah nya.
Setelah di rias,mereka semua menuju hotel,Rengganis bingung kenapa mesti di hotel,Rengganis yang belum pernah melihat calon suami nya pun merasa di buat jengkel,bagaimana nanti suasana di sana pasti begitu canggung,kenapa harus seperti ini,padahal hari ini hari kepulangan nya yang paling Ia tunggu,jika tahu akan berakhir seperti ini Rengganis tidak akan mengejar waktu kuliah nya agar cepat lulus,jika akhirnya berakhir di nikahkan dengan orang asing.
Rengganis di bawa ke kamar pengantin,kamar pengantin begitu mewah,banyak taburan bunga dimana-mana dan taburan bunga berbentuk love yang terpampang di ranjang nya.Rengganis kembali menangis dan terisak.
" Sudah Mbak Ganis,jangan nangis lagi,luntur lagi kan" Ucap Alisha.
"Sha Kakak mu,Mbak memikirkan bagaimana nanti jika Mas Birru tahu" Ucap Rengganis.
****R**uang pertemuan hotel***
Semua keluarga sudah berkumpul,Birru dan seluruh keluarga pun sudah berkumpul.
Kini saatnya Birru melakukan ijab Kabul,tanpa Rengganis,Rengganis akan di bawa setelah selesai ijab Kabul,pihak KUA juga sudah datang.
"Sudah siap Mas,pak" Tanya Pak penghulu kepada kedua nya.
Birru dan Pak Harjo mengangguk.
Dalam akad nikah tentu akan menjadi momen yang sakral sekaligus momen yang mendebarkan terutama untuk calon pengantin pria. Karena dalam melafalkan Ijab kabul sang pengantin pria harus dengan lancar dan tegas dalam pengucapannya.
Selain itu momen ini mungkin saja hanya akan terjadi sekali dalam seumur hidup. Sehingga tak jarang akan membuat orang menjadi gugup saat akan menghadapi prosesi ijab kabul.
Prosesi ijab kabul sendiri bisa dibilang sebagai prosesi serah terima dari orang tua wanita yang hendak melepaskan putrinya untuk dinikahkan dengan sang pengantin pria.
Sehingga Ijab kabul ini diucapkan oleh ayah dari pengantin wanita dan juga pengantin prianya.
"Jangan gugup Le" Bisik Mama pada Al.
Birru hanya mengangguk.
Bapak Rengganis menjabat tangan Albirruni tanda ijab Kabul akan di laksanakan.
"Siap Nak Birru" Tanya Bapak Rengganis.
"Siap Pak" Jawab Albirruni.
" Ananda albirruni wijaya Bin Aji Wijaya Saya nikahkan dan Saya kawinkan engkau dengan Rengganis Ajeng kusuma Binti Harjo kusuma dengan maskawinnya berupa satu set perhiasan emas, tunai.”
"Saya terima nikah dan kawinnya Rengganis Ajeng kusuma Binti Harjo kusuma dengan maskawinnya yang tersebut diatas tunai.”
Bagaimana para saksi,sah?
Saksi pun menjawab serentak " sah"
__ADS_1
Semua menjawab "Alhamdulillah"