
Albirruni Wijaya
Siang itu di saat Aku sedang bekerja di kantor,papah tiba-tiba datang dan meminta ku untuk memenuhi undangan resepsi pernikahan anak kolega papah yang sangat akrab dengan papah,bahkan mereka juga sahabat lama,papah tidak bisa datang karena sore nanti akan pergi ke Jakarta untuk mengurus urusan perusahaan.
Ku tanyakan alamatnya ternyata di Bandung,ah fikir ku jauh sekali,menempuh jarak Surabaya-Bandung kan lumayan jauh.Aku pun menolak untuk menghadiri,tapi papah memaksa,karena papah merasa tak enak hati pada sahabat lama nya itu.
Akhirnya aku pun menyanggupi dan sore nanti aku harus sudah terbang ke Bandung karena acara nya lusa.Aku berencana untuk istirahat dahulu di hotel lalu melihat pemandangan Bandung yang indah,terutama "mojang Bandung" yang terkenal kecantikan nya.
Ah tapi bagi ku secantik apapun,tetap saja hati ini sudah ada Dia,sosok wanita itu rupa nya sudah mengisi hati ku untuk beberapa hari lalu,bahkan walaupun pada kenyataan nya berakhir pahit.
Pukul 16.00 WIB Aku langsung pulang ke rumah bersiap-siap untuk ke Surabaya,saat itu mama tidak tahu jika aku harus menghadiri undangan resepsi teman papah.
Sebelum berangkat ke bandara Aku terlebih dulu makan dan berpamitan pada mama.
"Ma,Al akan ke Surabaya sore ini juga atas perintah papah" Pamit Birru pada mama nya.
"Yah Mama sendiri dong paling dengan bibi,kan papahmu sore ini juga ke Jakarta" Ucap Mama Birru sedikit kecewa.
"Al juga sudah menolak,karena jauh,tapi papah memaksa,katanya tidak enak dengan teman nya" Ucap Birru.
"Kamu kapan Al mengenalkan wanita yang kamu cintai lalu menikah,ingat umur mu sudah 27 tahun,bukan muda lagi,Jangan bilang kamu terlalu sibuk,jadi tidak sempat mencari wanita"
"Ah Mama mulai lagi membahas wanita" Jawab Birru.
__ADS_1
"Ya mama khawatir Nak,kamu sudah sedewasa ini belum pernah mengenalkan wanita sekali pun ke mama dan papa,apa kamu tidak pernah jatuh cinta"
" Pernah Mah,bahkan baru beberapa Minggu yang lalu Al jatuh cinta" Jawab Birru.
Mama nya pun tersenyum.
"Ya sudah,langsung bawa kesini Nak,langsung kita khitbah saja,inget lhoo Al mama tidak mau kamu pacaran,kalau suka perempuan kasih tau mama papa,biar kita lamar kan untuk mu" Ucap Mama bersemangat.
"Yah sayang nya aku kurang cepet mah,perempuan yang aku suka sudah menikah beberapa hari yang lalu" Ucap Birru dengan nada sedih.
"Ya Ampun,kasihan sekali anak Mama,perempuan lain masih banyak sayang"
"Tapi Mah,aku hanya mencintai yang ini" Ucap Albirruni dengan sungguh-sungguh.
Mama Birru pun tidak tega melihat anak nya galau,Mama Birru hanya bisa menyemangati anaknya dan memberi nasehat.
"Ketika merelakan ia pergi untuk pertama kalinya ketika hati ini masih begitu mencintainya. Maka besar kekecewaan dan rasa sakit yang membedungi hati ini. Akan tetapi, apa mau dikata ketika kondisinya memang harus berpisah maka tidak ada hal yang dapat kita lakukan."
"Selain merelakan kepergiaannya dan melepaskan ia ke pelukan orang lain. Meski hati ini sakit dan besar kekecewaan ini. Namun mungkin inilah jalan yang terbaik. Kamu harus mampu merelakan ia pergi karena mungkin ini adalah jalan yang membuat ia bahagia" Ucap Mama Birru.
"Birru mengerti Mah,"
Birru menghampiri mama nya dan memeluknya.
__ADS_1
Mama Birru merasa anaknya baru pertama kali nya kecewa dalam hal cinta,dan itu membuat nya begitu sedih.
"Nak...Setiap pertemua tentu ada perpisahan. Sebagaimana kuat kamu mencoba untuk bisa mengantisipasi, perpisahan adalah hukum alam sebagai teman dari sebuah pertemuan.
Memang tidak mudah menerima kenyataan pahit cintamu pergi dan terbang karena tidak lagi merasakan cinta yang besar untukmu. Namun apa mau dikata ketika takdir yang malang harus mampu kamu terima dengan baik.
Birru hanya mengangguk pelan.
"Sudah dulu ya mah Aku berangkat dulu."
***
Sesampai nya di Bandung Birru langsung chek in hotel lalh istirahat,setelah istirahat Birru pun melihat-lihat kota Bandung dari dekat hotelnya.
Tiba saat nya Birru menghadiri resepsi teman papah ny,namun alangkah terkejut nya ketika sudah sampai gedung Birru melihat wanita yang di cintai nya duduk di singgasana pengantin.
Ternyata itu Rengganis,Rengganis,wanita dalam doa ku.
Aku tidak tahu jika teman papah adalah mertua rengganis,seandainya Aku tahu,mungkin Aku tidak akan hadir di sini,karena begitu menyakitkan untuk ku.
Entah momen nya saat itu memang pas atau bagaimana,saat Aku ingin pulang,Aku melihat Rengganis duduk berbaur dengan tamu lain,tapi saat itu suami Rengganis tidak ada,jadi Aku beranikan diri untuk menyapa nya dan memberi selamat langsung ,dia pun begitu terkejut ketika melihat ku,kami mengobrol dan sempat mengungkapkan isi hati ku,tapi dia begitu tenang menjawab pertanyaan dari ku,dia bahkan mendoakan ku,dan menyemangati ku.
Setelah suami nya datang,Aku pun tidak mau menambah sesak di dada ini,akhir nya Aku putus kan untuk langsung pulang ke hotel.
__ADS_1
Lalu sore nya memang Aku sudah harus terbang ke Surabaya kembali.
"Semoga berbahagia Rengganis,aku hanya bisa mencintaimu lewat doa."