
Hari ini Almira sudah mulai kuliah lagi, sebelum berangkat ke kampus Almira membuat bekal, salad sayur juga buah-buahan serta jus buah.
Di kamar atas Mas Birru juga sudah bersiap-siap mengenakan kemeja nya, Ayyubi sedang bermain mainannya di kasur.
Rengganis sedang membantu Mas Birru memakaikan dasinya.
"Sayang kapan kamu selesai datang bulannya?"
"3 hari lagi, kenapa memang"
"Aku mau"
"Hah tumben sekali minta buru-buru"
"Aku ingin Ayyubi cepat punya adik" Mas Birru menatap ke arah Ayyubi.
"Ayyubi masih kecil Mas"
"Tapi anak kita dewasa sekali, lihat Mama nya sedang memasang dasi dia diam saja main sendiri, jadi sudah pantas sepertinya punya adik" Ledek Mas Birru sambil melirik ke arah Rengganis.
Rengganis langsung mencubit perut Mas Birru begitu keras " Dewasa dari mananya, lihat lah dengan teliti, berbicara saja belum bisa, mandi sendiri jg belum bisa, Mas bilang dewasa lagi, baru satu saja Mas selalu manyun-manyun merasa tidak kebagian, mau minta nambah satu lagi, nanti Mas kebagian bau keinget aku doang memang nya mau"
"Ih Jahara masa keringet doang sih"
"Ya kan punya Dua balita itu tidak mudah Mas"
Hadeh, aku salah membuat alasan, masa aku mau bilang cemburu, biar dia tidak di lirik laki-laki lain, Batin Mas Birru.
"Sudah jangan berfikir macam-macam, turun ke bawah, kita sarapan dulu" Rengganis tersenyum lalu memakaikan jas untuk Mas Birru.
Mas Birru menghampiri ranjang lalu menggendong Ayyubi.
"Ayyubi...kamu sudah mau punya adik kan sayangnya papah"
"Papapah" Ayyubi meremas mulut papahnya lalu tertawa.
"Apa papah salah ya" Gumam Mas Birru.
Mas Birru segera turun ke bawah lalu sarapan bersama.
"Kak Hafiz kemana Kak?" Tanya Almira sambil menyiapkan sarapan untuk Reihan.
"Mas Hafiz tadi subuh berangkat ke rumah sakit ada yang melahirkan"
"Oh"
Selesai sarapan mereka bergegas ke tempat tujuan masing-masing, Alisha tidak ikut dengan Almira, ia menggunakan mobilnya sendiri karena nanti siang rencananya akan mengantarkan makan siang untuk Hafiz.
Sesampainya di kampus Almira di sambut sahabatnya, Mereka begitu senang Almira sudah kembali belajar lagi.
Sedangkan Reihan dan Alisha langsung masuk ke kantor dosen.
Mahasiswi baru yang kemarin melihat adegan Reihan menggendong Almira langsung mengerubungi Almira.
"Eh Almira ya"
Almira mengangguk.
"Sepertinya kamu dan Pak dosen ganteng itu memiliki hubungan" Tanya nya.
"Iya...Hubungan keluarga" Celetuk sahabat Almira.
"Apa jangan-jangan dia Kakakmu ya"
Almira tersenyum, "Dia suamiku"
"Hah suami, halu kamu Mir" Mereka menertawakan Almira.
Almira tidak menggubris teman-teman barunya itu, ia langsung duduk di tempatnya, membuka leptopnya.
Tring...
Ponsel nya berdering, ada Watsap masuk, ternyata dari suaminya.
Jam makan siang nanti makan di kantor dosen dengan Mas, ingat jangan jajan di luar.
Almira tersenyum lalu membalasnya.
Siap sayang.
Almira begitu bahagia karena Reihan menerima dirinya apa adanya, mau memberi semangat untuknya.
Walaupun di mata mahasiswa lain ia di juluki dosen gunung es, tapi es itu selalu mencair jika bersama dirinya.
***
Tepat pukul 11.30 Almira menuju kantor dosen, ia masuk ke dalam mencari suaminya, yang terlihat malah kakaknya yang sedang bersiap untuk pergi. Almira menghampiri Alisha.
"Kak, kakak mau ke rumah sakit ya?"
__ADS_1
Alisha mengangguk.
"Meja Mas Azzam mana Kak"
"Itu di belakang," Alisha menunjuk meja kosong tak berpenghuni.
"Reihan masih ada kelas sepertinya, kamu duduk saja Dek tidak apa-apa kok" Ucap Alisha.
"Ya sudah aku duduk disana ya kak"
"Iya, kakak mau langsung ke rumah sakit"
"Hati-hati Kak"
Alisha mengangguk lalu meninggalkan ruangan dosen.
Almira duduk di depan meja kerja Reihan, belum ada tanda- tanda Reihan muncul.
Almira melihat-lihat ada beberapa buku yang ada di meja suaminya itu.
Mata Almira tertuju pada sebuah novel dengan cover berwarna pink berjudul " Aku Janda Tapi Perawan" 😁
Ia mengambil novel itu, belum sempat membukanya ada sepucuk surat yang terjatuh yang sebelumnya terselip di novel itu.
Almira memungutnya lalu membukanya lipatan surat itu dan membacanya.
Cinta...
Di mana kini kau berada,
kuharap kau dapat merasakan apa yang kurasa,
dari gelisahku, kerinduanku, dan getaran asmara yang mendera.
Cinta...
Walau pun cakrawala dan samudera luas membentang,
telah memisahkan tuk kita bertemu,
namun dirimu tetap kurindu,
di mana pun kini kau berada,
aku tetap menantikan kehadiranmu disisiku.
Cinta...
belailah diriku dengan lembut,
dari tulusnya kasih sayangmu,
walau pun itu dari mimpi dan khayalku,
kuingin selalu ada dalam buaianmu.
Tunggu aku pulang dari Kairo Afie Al Azzam Reihan. Salam untuk Ummi.
Begitu sesak dada Almira membaca surat ini, Mas Azzam selama ini tidak pernah bercerita apa-apa.
"Sayang, kamu sudah disini sedari tadi ya" Sapaan Reihan mengagetkan Almira.
"Astagfirullah, Mas membuatku kaget"
Almira masih memegang novel dan surat yang tadi ia pegang. Reihan melihatnya, raut wajah Reihan berubah menjadi panik.
"Mas ini" Almira memberikan novel dan sepucuk surat itu.
"Sayang, Mas bisa jelaskan"
"Tidak perlu ayo kita makan saja"
Almira membuka kotak bekalnya, Ia lalu makan bersama Reihan.
Almira hanya diam saja sedari tadi, ketika Reihan menanyakan apapun hanya di jawab seperlunya oleh Almira.
"Sayang, Dia itu menyukai Mas sedari dulu, tapi Mas tidak pernah meresponnya, banyak mahasiswi lain juga yang mengirim surat pada ku Mira, lihat ini" Reihan membuka laci mejanya dan memperlihatkan banyak sekali surat-surat dari banyak wanita.
Almira melihat begitu banyak surat-surat berserakan di laci Reihan.
"Hanya kamu yang Mas cinta"
Almira tetap saja terdiam dan cuek, tapi kenapa hanya surat itu yang ada di selipkan di novel itu. Almira masih terdiam, berperang dengan pikirannya.
"Aku mau kembali ke kelas"
Almira langsung melangkah keluar. Reihan mengusap wajahnya.
Almira tidak kembali ke kelas, tapi ia malah pulang ke rumahnya menggunakan taxi online.
__ADS_1
Sesampainya di rumah di teras ada Mbak Rengganis yang sedang bermain dengan Ayyubi.
Reihan ikut duduk bersama Ayyubi.
"Eh dimana Reihan? kenapa tidak pulang bersama" Tanya Rengganis.
Almira hanya menggeleng.
"Kamu kenapa Dek"
"Aku sedang Marah dengan Mas Azzam, aku sedang mendiaminya"
Rengganis tersenyum "Tadi pagi perasaan baik-baik saja, Apa si Dasim sedang mengoyak-oyak fikiran mu" Ledek Mbak Ganis.
"Dia nyebelin Mbak, dapat surat dari banyak wanita tapi tidak pernah cerita kepadaku"
"Kamu sedang cemburu?" Tanya Rengganis.
"Mbak Ganis apa pernah marah dengan Kakak?"
"Ya pernah, mustahil kalau rumah tangga itu akan terus baik-baik saja, kemarin juga kita marahan" Rengganis terkekeh.
"Mbak Ganis kalau marah dengan Mas Birru bagaimana?"
"Ya sama sepertimu, Mbak diam, saat marah sebenarnya itu adalah waktu untuk mengistirahatkan hati kita, mencintai itu lelah Mir, tapi saat kita sedang marah seolah-olah kita sedang berhenti mencintainya bukan tidak cinta lagi, jika kita sedang tidak marahan kan kita terus memberikan cinta, kadang kita lupa mencintai diri kita sendiri, tapi saat sedang marahan itu waktunya kita mencintai diri sendiri, mencintai diri sendiri itu berarti kita instrospeksi diri, apa sih yang kurang dalam diri kita, mencintai diri sendiri itu artinya kita terus menjadikan diri ini menjadi lebih baik, dari pertengkaran kita tahu kekurangan kita dimana, tapi diam-diam nya jangan lebih dari 3 hari ya Mir" Ucap Mbak Rengganis.
"Lalu jika Mas Birru tahu Mbak sedang sebal dengan Mbak Ganis apa yang dilakukan Mas Birru"
"Mas Birru memberikan waktu untuk Mbak, Ingat Almira, kunci rumah tangga awet itu harus banyak mengalah, jika keduanya sama-sama egois, Mbak marah, Mas Birru marah itu sama saja dengan menyiramkan minyak pada api, jika suamimu sedang marah kamu yang harus mengalah, memberikan nya ruang juga agar ia bisa instrospeksi diri"
[ "Thor...kamu kalau lagi marah sama suami gimana Thor?" Tanya Almira.]
["Eh kok bawa-bawa aku lagi sih, sudah kalian acting yang bener deh"]
["Kan aku sama Mbak Ganis juga pengen tahu Thor" Ledek Almira.]
["Aku kalau marah sama suami tuh diem, dan suami pasti ga nyaman kalau aku diem, soalnya biasa rame kaya tabuhan,hahaha, langsung tahu tuh kalau belahan jiwanya sedang marah 😁😁"]
["Terus nanti suami bersikap gimana tuh biar kamu mau ngomong lagi?"]
[" Biasanya dia pagi-pagi udah nyuci piring, nyuci baju, nyapu, beres-beres, terus mandiin bocah, bukan ngasih bunga kaya mas birru, maklum bukan type romantis, tapi gitu aja dah bikin aku meleleh kok, lumayan jadi ga begawe"😁😁]
["Kesempatan ya Thor"]
[ " Tau bae lu ah, Dah sono acting lagi"]
["Siap Thor"]
Almira mengerti apa maksud dari perkataan mbak Ganis, saling mengalah dan mencoba memahami itulah kunci awetnya rumah tangga. Dan memahami pasangan itu tidak butuh waktu sedikit, bahkan bis sampai seumur hidup.
"Mbak Ganis terimakasih yah, Aku mau membuat kue untuk Mas Azzam"
Rengganis mengangguk lalu tersenyum " Cie...cie sudah mau baikan?"
"Iya...Tidak kuat lama-lama mbak, sekarang saja sudah kangen sebenarnya"
Almira masuk ke dalam rumah lalu meletakan tas nya ke dalam kamar, dan mulai berkutat di dapur membuatkan kue untuk suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Jangan lupa like komen dan Vote, makasih ya masih setia membaca AJTP]
[Maaf ya kemarin hanya up 1 Episode, episode ini 1400 kata lhoo, buat Nebus yang kemarin]
__ADS_1
Salam sayang,
@SantyPuji