
Bagaikan petir di siang bolong ketika papa mempertemukan ku dengan sahabat kecilku yang bernama Nadia Asyifa,Papa langsung saja mengungkapkan keinginan nya untuk menjodohkan Nadia dengan ku.
Bapa berkata Nadia sudah menaruh hati lama pada ku,dan saat ini Nadia butuh semangat untuk hidup karena kata Papa Nadia memiliki penyakit leukimia.
Nadia sudah tak bersemangat hidup,tapi sejak bertemu denganku beberapa bulan lalu,Nadia mengutarakan niatnya pada papanya agar memberi tahu papa ku untuk melaksanakan pertunangan ini.
Saat Papa mengatakannya jelas aku menolak keras,karena aku sudah mempunyai pilihan sendiri,tapi rupanya Papa tidak percaya.Karena sebelum nya aku selalu gagal soal wanita.
Aku bingung harus bagaimana,padahal hari ini adalah hari bahagia Alisha,namun hari ini menjadi hari kesialan untuk ku,Nadia dengan senyum bahagia nya bisa mendapatkan ku begitu mudahnya.
Walaupun aku sudah memberi pengertian bahwa aku akan menemaninya tapi tidak dengan menjadi tunangan nya,namun ia malah mengancam akan mengakhiri hidupnya saja dengan tidak mau meminum obat yang dokter berikan.
Aku semakin dilema,padahal itu bukan urusanku,tapi aku adalah seorang dokter yang sering melihat seseorang meregang nyawa,dan itu membuatku berfikir karena aku memiliki perasaan iba dan kasihan,hanya sebatas itu.
Entahlah,aku harus menggunakan bahasa seperti apa untuk menjelaskan pada Alisha,sekeping hati ku yang aku titipkan itu,biarlah menjadi hak nya.
Apakah rahasia jodoh serumit ini,aku merasa frustasi,Aku sudah jarang melihat ponselku,aku takut akan lebih dalam melukai Alisha,aku ingin membiarkan nya bahagia,tapi aku seperti tak rela bila ia tidak menjadi milik ku nantinya.
Tidak ada kehidupan yang benar-benar sempurna dan bebas dari segala masalah. Hanya saja, memang masalah masing-masing orang berbeda tingkat kesulitannya.
Meski masalah datang silih beganti, kita tetap bisa membuat hari-hari kita terasa indah dengan cara banyak-banyak berterima kasih pada Tuhan yang telah memberi banyak kenikmatan. Jangan melihat ke atas, karena hanya akan membuatmu merasa iri. Lihatlah ke bawah, maka kamu akan merasa bersyukur dengan kehidupanmu saat ini.
Aku teringat kisah Albirruni yang mencintai Rengganis,berawal dari kecewa karena Rengganis sudah menikah,tapi karena sebuah keyakinan kuat Albirruni bisa mendapatkan Rengganis.
Di banding dengan masalahku saat ini bukan kah lebih ringan,apalagi di kedua belah pihak belum ada janur kuning melengkung,berarti masih banyak kesempatan yang lapang bukan,ah tapi penyakit Nadia,membuatku frustasi.
__ADS_1
Hidup ini tidak seperti novel, yang kita bisa mengulang halaman pertama kapanpun kita mau. Dalam kehidupan nyata, saat sebuah kisah tidak lagi asyik, mulai menyakitkan, kita tidak bisa mengulanginya dari halaman pertama lagi. Tapi tidak mengapa, karena kita selalu bisa membuat bab baru, halaman baru. Selalu bisa.
Aku ingin berusaha membuat bab baru yang membahagiakan dengan Alisha,halaman baru dengan Alisha,bahkan Aku ingin mencoret bab pertunangan ku dengan Nadia itu.
Tapi semua sudah terjadi,Aku harus berfikir,tapi siapa yang akan membantu memikirkan ini semua.
Apa aku harus minta pendapat Albirruni, ah pasti aku di buat babak belur nantinya.
Kopi sempurna karena rasa pahitnya, demikian pula cinta.
Cinta identik dengan perasaan indah ketika menyukai atau menyayangi seseorang. Namun, siapa bilang cinta tidak bisa terasa pahit bagaikan kopi tanpa gula?
Justru dengan rasa pahit itulah cinta akan terasa sempurna. Bentuk kepahitan bisa saja beragam, mungkin karena cemburu, mungkin juga karena perjuangan mendapatkan orang yang dicinta tak kunjung berhasil. Itu semua malah membuktikan bahwa kamu benar-benar mencintai dia.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(Biarlah cerita cinta mereka seperti kopi,walaupun pahit,tapi cukup enak untuk di nikmati)
__ADS_1