
Sebelum Alisha dan Hafiz sampai ke makam, mereka membeli seikat bunga mawar segar, dan sebotol air mineral.
Sesampainya di makam, mereka membaca doa sebelum masuk ke makam [ ada di Part sebelumnya ] setelah itu mereka berjalan menuju makam Ibunda Hafiz.
Mereka berdua mendoakan Ibunda Hafiz, setelah itu meletakan bunga segar nya di tanah, dan menyiramnya dengan air mineral tadi yang mereka beli.
Ma, lihatlah, Hafiz sudah menikah sekarang, Hafiz akan mendapat cinta wanita sepenuhnya, lihat istri Hafiz, sangat cantik mah, Fatimah Alisha, doakan rumah tangga Hafiz yah mah, Ucap Hafiz dalam hati.
Tak terasa buliran air mata jatuh di pipi putih bersih Hafiz. Alisha yang melihatnya langsung menyeka nya. Alisha menggenggam tangan Hafiz untuk menguatkan suaminya.
"Sayang...Aku akan selalu menyayangimu, mencintaimu, sepenuh hatiku" Ucap Alisha.
"Makasih ya sayang"
"Di dunia ini hanya ada 5 orang yang aku cintai, Ibuku, Ayahku, Saudara kandungku, Teman-temanku dan yang terakir adalah Mas. kenapa Mas aku letakkan pada urutan yang terakhir? karena aku ingin Mas menjadi Cintaku yang terakhir dan tak ada cinta yang lain selain cinta terakhirku pada dirimu." Ucap Alisha menghibur Hafiz.
Hafiz tersenyum, "Sudah pintar menggombal" Ucap Hafiz sambil mencubit hidung mancung Alisha.
"Sudah yuk sayang kita pulang" Ajak Alisha.
Hafiz mengangguk, mereka berjalan keluar dari komplek pemakaman.
***
Sementara di rumah Wijaya, Almira dan Reihan sudah bersiap untuk ke rumah Ummi dan Aby karena Aby dan Ummi akan mengadakan walimatul ursy.
Almira dan Reihan berpamitan pada papah Wijaya dan Mama.
"Pah, Mira ke rumah Ummi dulu yah,"
"Iya hati-hati, besok kesini lagi kan?"
"Iya Pah"
"Iya besok walimatul ursy disini soalnya"
"Oke pah"
Mereka semua bersalaman dan berpelukan.
"Mira besok kesini lagi ya nak, Reihan besok ajak Mira kesini lagi" Ucap Mama yang merasa sedih di tinggal Almira.
"Mama jangan sedih, kan rumah kita tidak berjauhan mah, besok Mira kesini lagi" Ucap Almira menenangkan Mamanya.
Almira dan Reihan serta keluarga Ummi dan Aby kembali ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Aby sudah ramai banyak orang yang sedang mempersiapkan untuk acara walimatul ursy.
Mereka duduk di ruang TV bersama.
"Mira, kamu mau di buat resepsi yang Seperti apa Nduk?"
Almira terdiam, ia bingung resepsi yang seperti apa, belum ada angan2 sebelumnya.
"Ummi dalam waktu dekat ini Almira masih ingin berfikir dulu masalah resepsi, kan pernikahan ini juga mendadak, Almira belum menemukan ide yang pas untuk resepsi ini"
"Oh ya sudah tidak apa-apa, kalau bulan madu, kalian mau kemana?"
"Uhuk...uhuk"
Mendengar kata bulan madu rasanya membuat Almira seketika merinding.
"Humairah,minumlah dulu" Ucap Reihan sambil memberikan air minum pada Mira.
"Bulan madu juga belum terpikirkan Mi, nanti mungkin setelah Mira mendaftar kuliah Mira dulu mi"
"Oke, kalau sudah siap semua, kamu beri tahu Ummi yah, nanti Ummi akan persiapkan semuanya"
Almira mengangguk, " Iya Mi"
__ADS_1
"Reihan, Almira masih sangat muda, kamu jangan macam-macam apalagi memaksanya" Bisik Ummi.
Reihan tersenyum mengerti arti dari 'memaksanya', " Iya Mi, Reihan mengerti,"
"Kalian istirahat saja dulu di kamar yah"
"Siap Mi" Ucap Reihan.
Reihan menggandeng tangan Almira menuju kamarnya di lantai dua.
Sesampainya di kamar Reihan, Almira begitu takjub dengan kamar Reihan yang bersih dan bau maskulin, khas kamar lelaki.
"Sayang kita istirahat dulu yuk"
Reihan sudah merebahkan tubuhnya di ranjangnya. Almira masih tidak bergeming menatap sekeliling kamar Reihan yang sangat besar.
"Sayang sini, kita istirahat"
Almira mendekati Reihan.
"Mas istirahat saja kan, tidak ninu-ninu"
Reihan tertawa,"Iya istirahat saja,"
Almira naik ke atas ranjang, Reihan langsung menarik tangan Almira hingga Almira terjatuh di atas dada Reihan.
Detak jantung mereka terpacu begitu cepat.
Reihan menatap bibir menggemaskan Almira.
Ingin sekali aku memakannya, Batin Reihan
Almira yang menyadari tatapan Reihan langsung menutup mata Reihan.
Reihan memegang tangan Almira dan menyingkirkan nya.
"Sayang kamu kenapa, kenapa mata Mas kamu tutup"
Reihan tertawa, "Itu bukan nakal, tapi sedang menikmati kecantikan istri Mas ini"
Wajah Almira langsung bersemu merah.
"Sudah tadi bilangnya mau istirahat saja"
"Iya iya Sayang"
Karena mereka sudah sholat Dzuhur, mereka lalu tidur siang.
Jam 4 Sore kelurga Aby dan Ummi mengadakan Walimatul ursy, mereka mengundang tetangga dan keluarga besar juga, memperkenalkan Almira pada tetangga.
Mereka menyambut Almira dengan senang hati.
***
Malam harinya Alisha sudah bersiap memakai lingerie. Walaupun dengan sedikit malu-malu tapi Alisha ingin malam pertama mereka berkesan.
Hafiz yang baru keluar dari kamar mandi terpana melihat Alisha menggunakan lingerie di depan meja riasnya.
Alisha menyadari jika Hafiz sedang menatapnya, Alisha langsung membalikan tubuhnya menghadap tembok.Hafiz menghampiri Alisha.
Hafiz membalikan badan Alisha sehingga mereka kini berhadapan,Hafiz langsung merengkuh memeluk erat tubuh Alisha.
"Mas Menginginkanmu malam ini, Apa boleh sayang " Ucap Hafiz.
Alisha mengangguk dan membiarkan Hafiz memeluknya.
Setelah di rasa cukup,Hafiz pun melepas pelukan nya dan menatap Alisha,Alisha yang belum terbiasa di tatap Hafiz pun langsung menunduk malu.
"Jangan menggoda Mas dengan malu-malu seperti itu,kamu sangat cantik " Ucap Hafiz.
__ADS_1
Hafiz meraih dagu Alisha lalu menatap mata nya,wajah mereka semakin mendekat, Hafiz pun membisikan sesuatu di telinga Alisha sehingga membuat Alisha begitu merinding.
"Apa Mas boleh menuntaskan sekarang?"
Alisha hanya mengangguk.
Hafiz pun langsung menggendong Alisha menuju ranjang yang sudah di penuhi mawar,menambah hawa romantis.
Alisha mengalungkan tangan nya di leher Hafiz lalu tersenyum. Hafiz meletakan Alisha di atas ranjang dan Hafiz sudah berada di atas Alisha, menatap lekat-lekat wajah Alisha.
Alisha merasakan nafas Mas Hafiz yang begitu memburu seolah olah akan menerkam nya, Alisha merasa di buat merinding lagi dengan tatapan Mas Hafiz yang seperti akan menerkam nya, ini pengalaman pertama dan malam pertama untuk Alisha dan Hafiz ,dada Alisha dan Hafiz berdegup kencang tak beraturan.
Hafiz pun mencium pucuk kepala Alisha seraya berdoa,
Bismillahi Allahumma jannibnas-syaithoona wa jannibnis-syaithoona maa rozaqtanaa
Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari campur tangan syaitan dan jauhkan pula syaitan dari apa-apa yang Engkau karuniakan kepada kami.
Hafiz lalu meraih selimut dan mulai menutupi tubuhnya juga tubuh Alisha.
Hafiz melanjutkan mencium pipi Alisha,lalu berpindah ke bibir Alisha yang sangat menggairahkan, Alisha terpejam ketika Bibir Mas Hafiz sudah menyesap bibir nya,disana mereka saling meneguk kenikmatan.
Alisha hanya pasrah,membiarkan Mas Hafiz menikmati apa yang sudah menjadi haknya, biarlah Mas Hafiz menyentuh semua yang sudah menjadi miliknya.
Saat sudah siap, Hafiz berbisik kepada Alisha," Sabar yah, mungkin ini akan sedikit sakit ". Alisha masih terdiam dan memejam kan matanya.
Seketika Hafiz melihat Alisha yang meringis kesakitan dan meneteskan air mata di ujung mata nya.
Tangan Alisha mencengkram erat lengan Mas Hafiz ,kuku nya menembus kulit Hafiz , Hafiz merasa kasihan dengan Alisha. Tapi sudah setengah jalan, kapanpun juga akan sama terasa sakitnya, Alisha juga sudah sangat siap.
Hafiz melanjutkan kegiatan menembus dara perawan Alisha, dan beberapa kali meneguk kenikmatan, Alisha sudah mulai menikmati,mereka melakukan nya berkali- kali,hingga rasanya tubuh Alisha terasa tak kuat lagi.
Mas Hafiz benar-benar menuntaskan hasratnya nya,Batin Alisha.
Setelah selesai menuntaskan kerinduan nya,Hafiz pun terkulai di sebelah Alisha lalu mengecup kening Aisha dan berdoa,
Alhamdulillahilladzi kholaqo minalmaa i basyaroo.
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
" Sayang terimakasih sudah menjaga mahkotamu untuk Mas"
Alisha yang sudah lemas hanya mampu tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Mereka terlelap dan mengistirahatkan tubuh mereka sehabis olahraga malam yang sangat menguras tenaga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.[ Jangan lupa,like komen dan Vote yah, Part Azam Almira besok lagi yah, hari ini Aplikasi nya lagi eror, nulis banyak takut hilang, kan ide menulis itu tidak datang dua kali,]
__ADS_1
Salam sayang,
SantyPuji