Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Apa ini Nyidam?


__ADS_3

Selesai makan siang Rengganis dan teman-teman nya menuju mushola lalu melaksanakan sholat Dzuhur.


Setelah selesai sholat Rengganis kembali lagi ke ruangan Mas Birru.


Di ruangan Mas Birru sudah ada Dion yang sedang berdiskusi soal hasil meeting tadi.


"Assalamualaikum Mas"


"Waalaikumsalam sudah makan nya?"Tanya Albirruni.


" Sudah Mas,Mas sudah makan belum?terus sholat sudah belum?"


"Sholat sudah,tapi makan siang belum,Dion sedang pesan delevery sayang"


Rengganis duduk lalu merebahkan dirinya di sofa,Ia masih terbayang-bayang dengan mangga muda tadi yang ada di sebelah kantin.Rengganis hanya menelan Saliva nya,lalu mengulum bibirnya.


Ya Allah pengen makan itu,Batin Rengganis.


"Sayang kamu kenapa,gelisah seperti itu" Tanya Birru.


Walaupun Birru sedang berbicara dengan Dion tapi pandangan Mas Birru sesekali melihat Rengganis yang sedang memejamkan matanya di iringi juga dengan kegelisahannya.


"Mas,pohon mangga yang ada di sebelah kantin itu milik siapa?"


"Milik kantor,memang nya kenapa?"


"Mas aku mau"


"Nanti kita beli yah sepulang dari kantor,beli yang sudah matang"


"Tidak,maunya yang di sebelah kantin itu"


"Sayang itu masih mentah dan pastinya asam sekali,nanti perutmu sakit"


"Aku maunya itu Mas,hanya itu,hiks hiks"


Tiba-tiba Rengganis malah menangis manja seperti anak kecil yang sedang meminta sesuatu.


Birru langsung menghampiri Rengganis untuk menenangkan nya,Birru merasa Rengganis terlihat berbeda tidak seperti biasanya meminta hal sepele sampai menangis.


"Al,Rengganis mungkin nyidam" Ucap Dion.


"Hah nyidam,tapi Ganis sedang tidak hamil"


"Apa sudah di periksa?"


"Belum sih,"


Birru menenangkan Rengganis yang masih menangis.


"Nanti Mas suruh mang Ujang ambilkan yah,sudah jangan menangis lagi"

__ADS_1


"Tidak mau,Ganis maunya Mas yang ambilkan"


Dion malah tertawa terbahak-bahak, Ia tahu Albirruni tidak bisa memanjat pohon.


"Al tidak bisa memanjat pohon Nis" Ucap Dion.


"Diam kamu,Kita akan coba sama-sama"


"Hah,kita??kamu saja Al"


"Kamu bantu Aku lah,kamu harus bantu aku"


Dion menepuk dahinya "Yah...kena lagi dah"


Rengganis,Albirruni serta Dion menuju kantin lalu menuju pohon mangga yang Rengganis tunjukan.


Birru tersenyum karena banyak juga mangga yang tidak perlu di panjat cukup dengan jangkauan tangan nya saja.


"Mas Aku mau yang itu" Ucap Rengganis sambil menunjuk mangga yang Ia incar sedari tadi,tapi letaknya begitu tinggi.


"Ya Allah sayang,itu tinggi,kenapa tidak itu saja yang bisa Mas petik dengan mudah"


"Tidak mau,Ganis sudah melihat mangga itu dari Ganis makan siang tadi Mas,dan maunya yang itu"


Dion tertawa melihat bos nya begitu gelisah karena akan memanjat pohon untuk pertama kalinya.


"Pak Al biar saya saja yang panjang" Ucap mang Ujang yang tiba-tiba muncul.


"Wah bayinya manja sekali dengan ayahnya berarti"


Birru dan Rengganis hanya tersenyum, karena mereka juga belum yakin apakah Rengganis nyidam atau hanya keinginan nya saja.


"Sayang jika ini memang untuk anak kita,jangan kan memanjat pohon mangga,panjat Tower pun akan Mas lakukan" Ledek Birru.


"Ah bohong kamu Al,padahal dalam hatinya,panjat pohon saja takut,apalagi panjat tower" Ucap Dion.


Albirruni langsung menjitak Dion dengan gemas,karena sahabatnya terus saja meledeknya.


"Sudah biarkan saja mang Ujang,biarkan Bos kita berusaha memanjat pohon untuk istri dan anaknya,kan mereka yang buat adonan nya,jadi kita cukup melihat saja" Ucap Dion terkekeh.


"Dion masa Aku panjat pohon pakai jas sih"


"Buka lah celana dan Jas nya"


"Benar juga yah"


Birru lalu membuka sepatunya juga kaos kakinya,lalu celananya,ia hanya menggunakan celana pendek,lalu membuka jas dan kemejanya,Birru kini hanya memakai celana pendek dan kaos saja.


Dion yang melihatnya hanya menahan tawa.


Birru pelan-pelan memanjat pohon nya,di bawah sudah ada Dion yang siap siaga.

__ADS_1


"Ayo Mas Birru,ayo Mas Birru"


Rengganis menyemangati Mas Birru dengan kegirangan.


Pasangan yang unik,Batin Dion.


Dion tidak lupa mengambil foto Birru lalu menguploadnya di status Watsap nya.


"Perjuangan suami di kala istri nyidam"


Seluruh kantor yang melihatnya menahan tawa namun juga kagum.


"Pak Al sweet sekali, sampai rela pakai kolor demi memetik mangga untuk istrinya"


Setelah mendapat mangga nya Birru segera memberikannya pada Rengganis, Rengganis langsung jingkrak-jingkrak lalu mengecup pipi Mas Birru.


"Terima kasih sayang"


Birru sangat tidak biasa dengan tingkah Rengganis,namun Birru begitu bahagia melihat Rengganis begitu senang melihat mangga nya.


Setelah itu mangganya di kupas,lalu di celupkan pada garam halus yang tadi minta di kantin.


Rengganis memakan nya begitu nikmat sampai tidak menghiraukan Mas Birru dan Dion yang begitu ngilu dan ngeces.hehe


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.(Jangan lupa like,komen dan Vote ya)


__ADS_2