Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Deg-Degan


__ADS_3

Di rumah Wijaya,Papa dan Mama masih menonton TV di ruang TV.


Tiba-tiba ada tamu datang,Papa segera membuka pintunya.


"Assalamualaikum Om Wijaya"


"Waalaikumsalam, Eh Nak Reihan"


Papa Wijaya mempersilahkan Reihan menuju ruang TV.


"Siapa Pah?" Tanya Mama.


"Reihan Mah"


"Eh nak Reihan,Yah Alisha nya pergi dengan Hafiz"


"Ah tidak,Saya mau bertemu Almira"


"Mira???"


"Iya,mau mengajaknya ke restoran,menyicipi menu baru"


Mama dan Papa masih kebingungan.


Mama lalu pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.


"Boleh ya Om saya ajak Almira?"


"Kamu menyukainya?",


Reihan terdiam.lalu menunduk.


" Almira masih sangat muda,Apa kamu mau menunggunya?"


Reihan langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum.


"Jika Om mengizinkan,saya akan menunggunya"


"Almira itu belum dewasa,tingkah nya masih seperti anak 18 tahun pada umum nya,Dia masih polos,tapi Almira itu anak baik,sayang keluarga,dan tidak manja"


"Iya Om," Ucap Reihan sambil tersenyum.


Mama membawakan 2 gelas teh manis hangat untuk Papah juga Reihan.


"Mama panggilkan Mira mah" Ucap Papa.


Mama lalu memanggil Mira yang kamarnya memang ada di lantai bawah.


Mama mengetuk kamar Almira.


"Mira,ada yang mencarimu,Mama dan Papa tunggu di ruang TV," Ucap Mama di depan pintu kamar Almira.


Siapa yang mecariku,Batin Almira.Ia langsung menuju ruang TV.


"Siapa Mah yang mencari Mira?" Ucap Almira sambil melangkah ke ruang TV.


Langkah Almira terhenti karena melihat di ruang TV ada Mas Azzam yang sedang asyik mengobrol dengan kedua orang tuanya.


Mama begitu gemas melihat Almira masih memakai baju tidur panjang juga jilbab terusan ala rumahan.


"Mira,kok belum mandi,sudah di tunggu Reihan lhoo" Ucap Mama.


"Memang Mas Azzam mau apa?"


Reihan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,Ya Ampun ABG satu ini,bukan kah tadi aku sudah menelfon nya,Batin Reihan.


"Katanya mau ajak kamu ke restoran nya" Ucap Papa.


"Memang belum bilang dengan Almira Rey?" Tanya Mama Almira.


"Sudah Tante,kata Almira saya harus izin dengan Om Wijaya,karena Almira tidak boleh jika keluar dengan laki-laki sembarangan"

__ADS_1


Papa Wijaya tertawa pelan,"Maafkan anak gadis Om itu ya Rey"


"Benar kan kata Papah,Mira tidak boleh pergi dengan sembarang laki-laki" Ucap Almira.


" Iya tapi Reihan ini papa mengenalnya Mir,dan Dia bukan laki-laki sembarangan,tenang Reihan sangat sopan kok" Ucap Papa.


"Sudah sana Mandi" Ucap Mama sambil menggandeng Almira masuk ke dalam kamarnya.


"Kamu lihat sendiri kan,Almira masih sangat polos Rey"


"Iya Om,tapi nanti seiring bertambahnya usia pasti Almira akan mengerti"


Om Wijaya mengangguk.


Setelah menunggu 30 menit akhirnya Almira keluar kamarnya,Almira menggunakan Rok jens warna biru dan kaos putih panjang,jilbab segi empat yang Ia model dengan cantik menutup dada nya.


Almira dan Reihan berpamitan kepada Mama dan Papa,Reihan dan Almira masuk ke dalam mobil Reihan,mereka langsung menuju restoran milik Reihan.


Di dalam mobil Almira masih terdiam.


"Humaira, marah kah dengan Mas?"


"Tidak,kenapa Mas berfikiran seperti itu?"


"Kamu diam terus"


"Terus Almira harus seperti apa Mas Azzam,harus bernyanyi,qiroah,salto,silat?"


"Ya ampun,tidak seperti itu juga Mir" Ucap Reihan sambil tersenyum.


"Mira suka memasak?"


"Suka,nanti kalau kuliah Mira mau ambil jurusan tata boga,Mira mau buka toko kue-kue yang super enak,Mama dan Mira suka buat kue Mas"


"Benar kah?"


Almira mengangguk.


Almira langsung terperanjat senang " Yang benar Mas?"


Reihan mengangguk.


"Mau...mau,Mira mau sekali"


Reihan lalu tersenyum,Mudah sekali membujuk gadis polos ini,di luar sana banyak gadis cantik yang tidak mau menyentuh dapur,tapi Almira lain,ia malah begitu antusias.


Sesampainya di restoran Almira langsung mendahului Reihan masuk ke dalam restoran,sampai dalam restoran Almira berhenti melangkah,ia langsung berbalik,Almira melihat Mas Azzam yang tersenyum di belakangnya.


"Ayo kita cicipi dulu menu terbarunya" Ucap Reihan.


"Tidak mau,Aku mau langsung ke dapur saja Mas"


Reihan hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah Ayo"


Reihan berjalan menuju dapur,lalu memperkenalkan Almira dengan chef Rendi.


"Ini Almira, tolong ajarkan masakan yang ia mau masak Ren"


"Siapa Bos,eh ngomong-ngomong Dia adik bos atau siapa,cantik bos"


"Eh sembarangan,Dia bidadari muda ku" Ucap Reihan berbisik pada Rendi.


Rendi langsung terkekeh geli,Si Bos demen sama Daun muda ternyata,Batin Rendi.


"Kamu mau masak apa Humaira?" Tanya Reihan.


"Aku mau masak chiken saus telur asin,aku suka,aku ingin coba kalau chef Rendi yang memasak apakah seenak buatan Mama di rumah" Ucap Almira.


"Ya sudah kamu belajar yah dengan chef Rendi,Mas mau chek yang lain dulu"

__ADS_1


"Mas jangan pergi"


"Kenapa?kamu ini,mau nya dekat dengan Mas terus yah" Ledek Reihan.


"Yeee bukan seperti itu,Aku takut jika hanya dengan chef Rendi saja disini,aku tidak boleh berdua dengan laki-laki sembarangan"


Reihan tertawa karena kepolosan Almira,"Ya sudah Mas temani"


Rendi membawakan adonan untuk membuat chiken dan beberapa telur asin.


Almira dan Reihan mulai membuat adonan chiken terlebih dahulu.Tidak lupa mereka menggunakan sarung tangan.


Almira melihat Mas Azzam yang fokus mecelupkan ayam dalam tepung,Ia mengoles pipi Mas Azzam dengan tepung,Almira tertawa kegirangan.


"Haha,Mas Azzam nanti Mira goreng juga sekalian"


Reihan yang melihat keisengan Almira langsung membalasnya,Reihan juga mengoleskan tepung di hidung Almira.


Mereka malah berbalas mengoles tepung di wajah satu sama lain.Reihan dan Almira juga saling menertawakan wajah keduanya.


Rendi yang melihat hanya menggelengkan kepala.


Reihan malah terbawa menjadi ABG seperti ini,Batin Rendi yang memang teman dekat Reihan,juga chef kepercayaan Reihan.


"Hey,sudah...sudah,nanti malah tidak matang-matang itu chiken" Ucap Rendi.


Mereka berdua berhenti bercanda,chef Rendi melanjutkan menggoreng chiken dan membuat saus telur Asin nya.


Setelah selesai mereka berdua membawa hidangan nya ke dalam ruangan Reihan.


Almira lalu mengambil tisyu basah dalam tas nya.


"Mas Azzam sini"


Reihan menghampiri Almira.


Almira langsung membersihkan muka Reihan dengan tisyu basah.


"Maafin Mira Ya Mas,Mira tadi hanya iseng sedikit,maaf ya" Ucap Almira dengan senyuman khas nya,tangan nya masih membersihkan muka Mas Azzam.


Reihan yang mendapat perlakuan seperti itu dari Almira langsung salah tingkah.


Reihan tidak kuat jika mata nya harus menatap Almira yang sedang membersihkan wajahnya.


"Mira sudah,Mas cuci muka saja yah" Ucap Reihan langsung berlari menuju kamar mandi.


Reihan memegangi dada nya,rasanya jantung ini kenapa berdetak lebih cepat dari biasa nya.


Kenapa gadis polos itu biasa saja dengan mudah nya membersihkan bekas tepung di wajahku,apa Dia tidak merasa deg-degan sepertiku,Batin Reihan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Hayo,kamu ikut deg-degan juga yah?hehe Jangan Lupa Like Komen dan Vote yah Readers)

__ADS_1


__ADS_2