
Sore harinya Almira dan Reihan sudah bersiap untuk pulang ke Surabaya. Reihan sudah membawa koper besar yang berisi oleh-oleh.
Sebelum meninggalkan cottage Almira menatap sekeliling pulau cinta.
Ia merasa pasti akan merindukan keindahan pulau ini.
"Sayang kenapa? Masih betah?"
"Iya, tapi kita harus kembali, Mas harus bekerja, Mira juga kan harus persiapan menjadi mahasiswa baru"
"Kalau kamu mau kita bisa lebih lama disini"
"Iya lain kali kita bisa kesini lagi"
"Aku juga sebenarnya berat hati meninggalkan pulau ini"
"Apa yang membuat Mas berat hati"
"Ya kan ada kenangan indah"
"Kenangan apa yang paling berkesan disini Mas"
"Merawani kamu sayang" Bisik Reihan.
Wajah Almira langsung bersemu merah.
Almira langsung menepuk lengan Reihan.
"Dasar, yang di ingat-ingat selalu tentang ninu-ninu"
Reihan tertawa lalu menggandeng Almira keluar dari cottage.
Mereka berdua di antar sampai Makasar, dari Makasar mereka terbang ke Surabaya.
Sesampainya di Surabaya Reihan dan Almira di jemput oleh mang Ujang. Karena sudah malam jadi keluarga Wijaya hanya menunggu mereka di rumah.
Sesampainya di rumah Almira di sambut oleh Mama dan Papa yang langsung memeluknya.
Kakaknya juga langsung memeluknya, mereka sangat bersyukur Almira dan Reihan sampai dengan selamat.
"Sudah ceritanya besok pagi saja, kasihan mereka pasti lelah mau istirahat" Ucap Mama.
Almira dan Reihan menuju kamarnya, mereka segera bersih-bersih, Setelah bersih-bersih Almira langsung merebahkan dirinya di kasur, karena sangat lelah Mira pun tertidur.
Reihan masih belum mengantuk, Ia keluar untuk membuat kopi, rencananya Ia akan mengecek laporan kondisi restoran yang di kirimkan sepupunya itu lewat email.
Reihan duduk di taman, ternyata di sana ada Hafiz yang sedang berduaan dengan Alisha.
"Eh kalian, kenapa belum tidur?"
"Kamu tuh Rey harusnya tidur, memang tidak lelah apa"
"Belum mengantuk"
"Mas mau Aku buatkan kopi?" Tanya Alisha pada Hafiz.
"Boleh sayang"
Alisha meninggalkan mereka berdua menuju dapur.
"Hafiz langsung duduk di sebelah Reihan"
"Rey bagaimana?"
"Bagaimana apanya?"
"Itunya?"
"Apaan sih"
__ADS_1
Hafiz menunjukan kedua telapak tangannya yang di tumpuk lalu di gesekan.
Reihan tertawa, "Itu istilah apalagi?"
"Bagaimana?"
"Sudah gol lah"
"Wih...mantap, bagaimana rasanya Rey?"
Reihan melihat Hafiz, " Kata bang Ocid gurih gurih enyoy"
Hafiz dan Reihan tertawa serempak.
"Apanya yang gurih" Tanya Alisha yang tiba-tiba muncul.
"Ini kopi Reihan sayang"
"Ih, Mas minum kopi Reihan"
"Mencicipi tadi sedikit"
"Memangnya kenapa Sha, tenang saja aku tidak TBC, yang ada juga nanti Hafiz ketulanan gantengnya kaya aku" Ucap Reihan sambil terkekeh.
"Hih Pede Banget"
"Bagaimana liburan di sana Rey?" Tanya Alisha.
"Indah....sekali....nikmat...sekalee"
"Lebay banget ah" Ucap Alisha.
Reihan tertawa.
"Kalian kapan berangkat ke Eropa?"
"Lusa" Jawab Hafiz.
"Venesia, Italia"
"Jangan lupa oleh-oleh"
"Kalian mana oleh-oleh nya?"
"Masih di koper, besok saja yah"
Mereka mengobrol hingga larut malam sambil menikmati secangkir kopi, Reihan sambil melihat laporan masalah restoran dan cafe nya.
Pukul 11 malam akhirnya mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
Reihan masuk ke kamar nya, di lihatnya Almira tertidur sangat nyenyak.
Reihan mengambil ponselnya mengecek ponselnya, selama berbulan madu Reihan dan Almira sepakat untuk tidak bermain ponsel kecuali untuk berselfi.
Ternyata banyak yang menghubungi Reihan, teman-teman nya, kakak-kakaknya dan ada beberapa mahasiswa nya juga.
Reihan membuka galeri di ponselnya, ia tersenyum melihat foto-fotonya bersama Almira. Reihan lalu memasang status di watsapnya foto Reihan yang sedang bermain ayunan dengan Almira di pulau cinta.
Reihan menuliskan caption " Membuatmu bahagia itu adalah Tujuan ku"
Reihan lalu meng-upload beberapa fotonya waktu Dinner di pulau cinta dengan Almira dengan caption sebuah kata romantis.
Engkau ingin tahu dengan siapa aku selalu jatuh cinta? Silakan lihat kata pertama yang kau baca, itulah jawabannya.
Reihan lalu men-tag foto-foto yang ia upload pada Instagram Almira juga.
Semua harus tahu,kamu hanya milikku sayang, Batin Reihan.
Belum ada 1 menit fotonya terupload, di instagram maupun di Watsap sudah banyak sekali chat yang masuk, menanyakan siapa yang di foto tersebut karena ini pertama kalinya Reihan meng-upload foto seorang wanita.
__ADS_1
Selang beberapa menit ponsel Almira yang ada di nakas berbunyi.Tertera nama "Riko SMA."
Reihan langsung mengambil ponsel Almira dan mengangkatnya.
"Assalamualaikum Mira, itu tadi foto di instagrammu Dia siapa Mir? kenapa kalian mesra sekali?"
Reihan tidak mengucapkan sepatah katapun.
"Mira, kamu tahu kan sejak dulu aku menyukaimu, bahkan aku rela tidak sekolah keluar negri demi kamu Mir"
"Mir... hallo, jawab aku Mir, di foto itu kamu dengan siapa?"
"Dengan saya" Jawab Reihan.
"Maaf ini siapa?"
"Saya suaminya"
"Mas jangan mengarah deh, Almira belum menikah"
"Kita sudah menikah seminggu yang lalu"
"Apa? itu pasti tidak benar"
"Sudah, jangan menggangu Almira lagi"
"Tapi..."
Reihan langsung menutup telfon dari Riko.
Ia lalu menonaktifkan ponsel Almira.
Reihan lalu melihat ponselnya, ada beberapa panggilan juga dari teman-temannya tapi Ia abaikan.
Reihan mendekati Almira, Membelai pipinya bibirnya, lalu membelai rambut panjangnya.
"Sayang, kamu hanya milik aku, hanya kamu yang aku cintai"
Reihan merasa keheranan, ini yang dirasakan pertama kali, mencintai lawan jenis dengan luar biasa. Reihan akhirnya terlelap juga sambil memeluk Almira.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[ Pak dosen bucin,gurih enyoy pokoknya Mah]
[Jangan lupa minta like nya dong Readers sayang, karena novel ini sedang mengikuti lomba writers season 3, mohon doanya yah]
[Jangan lupa mampir di karya author yang sedang kejar tayang, hahaha kejar tayang, Surat Cinta 2000, gemas gemas pokoknya]
[Niatnya Akhir bulan ini novel AJTP akan di tamatkan, apakah kalian semua merestui,Hihi]
__ADS_1
Salam sayang,
@Santypuji