
Andra mencekal tangan Rengganis.
"Rengganis..."
"Mas lepas,kamu kan tahu dari dulu Aku tidak suka di sentuh jika bukan mahram" Ucap Rengganis tegas.
"Maaf" Andra pun langsung melepaskan tangan nya pd lengan Rengganis.
"Duduk dulu,Aku mau bicara " Ajak Andra.
"Bicara apa Mas,bukan kah dari tadi juga kita sedang bicara " Ucap Rengganis sambil kembali duduk.
"Rengganis kenapa kamu tidak menceritakan pada Mas semua yang menimpamu " Tanya Andra.
"Menceritakan apa,tidak ada yang perlu di ceritakan" Jawab Rengganis.
"Apa Aku sudah tidak artinya lagi di mata mu Nis?"
"Sejak Mas tidak ada kabar waktu itu,Aku sudah sedikit demi sedikit menghapus mu dari hati ku Mas,sudah tidak berharap apapun lagi pada mu,apa lagi sejak Aku menikah,ya sudah,hati ini sudah terisi oleh almarhum Mas Aby" Jawab Rengganis.
__ADS_1
"Rengganis,kita bisa mulai dari awal,Aku sudah bukan seperti dulu,janji ku setelah Aku berhasil Aku akan menemui mu kan?mungkin sekarang adalah kesempatan kedua untuk ku,apakah kamu mau memberiku kesempatan lagi nis?tolong lah,Aku akan perbaiki semua nya,Ucap Andra dengan begitu tulus.
Rengganis pun hanya terdiam,Ia jadi teringat tentang masa lalu nya dengan Andra yang awal nya sangat manis dan baik-baik saja,tapi semenjak Andra melanjutkan studi nya di luar negri,Andra mulai tidak ada kabar dan entah kenapa Rengganis begitu sesak mengingat itu semua,tapi sekarang di hadapan nya Andra begitu menyesali tentang masa lalu nya itu dan Ia begitu ingin mendapatkan kesempatan kedua.
" Rengganis...menikahlah dengan ku"
*D**eg...deg...deg*.
Andai kata-kata itu muncul sebelum Aku menikah dengan Mas Aby ,mungkin Aku akan sangat bahagia dan segera mengatakan Aku mau,tapi sekarang keadaan nya berbeda,Batin Rengganis.
"Maaf Mas,Rengganis harus fokus untuk menyelesaikan S2 Rengganis ,karena nanti Rengganis harus mengurus perusahaan Mas Aby,dan itu amanat dari Mas Aby,soal asmara,Rengganis pasrah kan pada Allah,jika memang kita berjodoh,kelak Aku selesai study pasti ada jalan luas untuk kita bersama,jika kita tak jodoh,pasti Allah tak akan mempertemukan kita lagi" Ucap Rengganis.
Saat mereka berbicara ternyata dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan nya.
Dimas ya Dia adalah Dimas,sahabat Andra.
Dimas segera memanggil Andra.
" Ndra sini deh,Aku ada perlu sama kamu Ndra sebentar,Ganis pinjem Andra sebentar ya"Pinta Andra.
__ADS_1
Rengganis pun mengangguk.
Dimas pun menarik Andra keluar.
"Dim apaan sih,kamu tidak lihat apa aku lagi mencoba dekat dengan Rengganis lagi,ini kesempatan untuk ku lagi" Ucap Andra.
"Heh,ingat Sinta dong,Minggu depan kan kamu tunangan sama dia,jangan buat murka papa mu deh,lagian kalau papamu tahu kamu masih berhubungan dengan Rengganis lagi pasti papa kamu marah Ndra,kan dari dulu papa kamu tidak setuju kamu dengan Rengganis" Ucap Dimas.
"Aku tidak perduli dim,kalau bisa akan Aku batalkan pertunangan ku,Aku sangat mencintai Rengganis dari dulu,seandainya Aku harus menikahi Sinta,maka Sinta juga harus bisa menerima jika nanti aku menikahi Rengganis juga,aku yakin Sinta tidak keberatan" Ucap Andra dengan enteng nya.
"Gila kamu Ndra,Aku tidak rela Rengganis tersakiti lagi,kamu tidak kasihan apa pada Rengganis,kalau kamu cinta,ya sudah biarkan dia menjalani pernikahan yang indah kelak,bukan malah jadi madu dalam rumah tangga mu,Rengganis Sahabat Wulan dan itu berarti sahabat ku juga" Ucap Dimas.
"kamu tidak perlu ikut campur deh Dim,ini masalah hati,tolong mengertilah" Ucap Andra.
"Terserah,pokoknya aku tidak rela" Ucap Dimas sambil berlalu masuk lagi ke dalam rumah Wulan.
Andra pun mengacak rambut nya.
"Argggh...kenapa jadi serumit ini,Ganis...Aku mencintai mu"
__ADS_1