
Masa putih abu-abu yang Almira lalui selama 3 tahun hari ini adalah puncak berakhirnya pelepasan siswa siswi kelas 12.
Almira sudah menggunakan kebaya warna pink pagi ini, wajahnya di rias dengan make up naturan bibirnya di poles dengan lipstik warna pink sesuai dengan warna baju nya.
Jilbab nya di bentuk dengan sedemikian cantiknya.
Keluarga Wijaya sudah siap berangkat menuju sekolah Almira, Alisha, Mas Birru dan Papah juga mengambil cuti untuk hari ini, mereka ingin bersama-sama merayakan kelulusan SMA Almira.
Kali ini Papah menyetir mobilnya sendiri, tidak di sopiri oleh mang Ujang.
Mereka sudah berada di mobil dan bergegas menuju sekolah Almira.
Sesampainya di sekolah Almira sudah banyak sekali siswa siswi yang akan wisuda juga, begitu pula dengan keluarga mereka.
Keluarga wijaya duduk di bangku yang sudah di sediakan sekolah untuk para walimurid.
Almira menyapa teman-teman nya dulu sebelum duduk di bangku siswa siswi yang akan wisuda.
"Tiga tahun ini begitu cepat berlalu ya gaes" Ucap Almira.
"Iya, Pasti kita akan kangen masa-masa ini"
Almira dan teman-teman nya menatap sekeliling sekolahan, mereka merasa sedih karena sebentar lagi akan meninggalkan sekolah ini.
SMA, iya masa putih abu-abu. Masa untuk sebagian orang ini menjadi masa-masa paling indah, seperti lagunya Chrisye “Tiada masa paling indah... Masa-masa disekolah, Tiada kisah paling indah... Kisah-kasih disekolah”.
Sungguh beruntunglah orang yang bisa mengalami dan melewati masa-masa ini. tetapi tidak semua orang setuju dengan indahnya masa putih abu-abu. Melepasakan seragam putih-merah, dilanjutkan menggenakan seragam putih-biru, hingga sampai di putih abu-abu.
Di putih abu-abu itu ada cerita, baik itu yang menyenangkan, menyedihkan, mengaharukan sampai kejadian yang menjengkelkan. Tidak lepas dari semua itu ada persahabatan, pertemanan, “perasaan”, suka duka bersama teman, canda tawa, cekcok, perselisihan, salah paham itu semua berbaur di putih abu-abu. Masa yang kami alami selama 3 tahun ibarat hanya 3 bulan di SMA.
Kecurangannya pun tidak kalah menarik, keluar saat pelajaran berlangsung dengan alasan “Bu, toilet sebentar” tetapi nyatanya nongkrong di kantin, saat telat masuk sekolah ataupun masuk kelas main kucing-kucingan dengan guru, pada saat upacara cuaca panas dan gerah pura-pura“Bu pusing” UKS lah tempat terdamparnya kami, olah raga berkeliling lingkungan sekolah dengan jarak yang ditentukan nyatanya kami lewat jalan tikus yang adem dan banyak warung (cari minum).
[Hayoo kamu seperti itu tidak Readers?hihi]
Hhmm... di setiap sekolah pasti berjumpa dengan Ulangan, UTS, UAS, dan UAN hal ini sangat tidak untuk kami, ini seperti musuh bebuyutan kami selama kami masih berada disekolah, empat hal tersebut bagaikan hantu yang menyeramkan yang mengentayangi kami setiap waktu, tetapi mau tidak mau, suka tidak suka harus kami hadapi.
Yaa walaupun kami hadapi dengan gaya konyol anak SMA, mulai dari membuat contekan dengan tulisan liliput, mencari posisi tempat duduk yang strategis, join dengan si cerdas, tengok kanan-kiri, dan yang paling hoki dapat pengawas yang cuek dan itu anugrah untuk kami.
Libur panjang, pembagian raport, kenaikan kelas, pengumuman peringkat, menjadi moment yang berharga bagi kami. Terutama moment kelulusan, kami bersorak gembira ketikan nama kami dan nomor ujian kami terdaftar dalam anak yang lulus. Kami bersorak gembira atas kelulusan kami. Entah harus berbuat apa lagi untuk hal ini selain bersorak gembira, kami menganggap pintu sedikit terbuka untuk masa depan kami, yaa walaupun bisa dibilang masa depan kami masih cukup panjang.
Setelah kelulusan itu kami berharap mendapatkan perkerjaan yang baik, menjadi orang yang sukses dalam hal apapun, menjadi orang yang baik, hidup senang dan bahagia untuk selamanya, yaa untuk selamanya, kita untuk selamanya.
__ADS_1
Acara wisuda di mulai, ketua yayasan memberi sambutan nya, begitu juga dengan kepala sekolah, setelah itu penyerahan piagam penghargaan.
Almira mendapat juara 2 untuk perolehan nilai tertinggi di dalam Ujian Nasional.
Papa Wijaya mendampingi Almira untuk penyerahan piagam dan tropinya.
Setelah itu ada banyak penampilan pentas seni dari adik-adik kelas.
Selesai acara keluarga Wijaya berfoto bersama untuk di jadikan kenang-kenangan.
Setelah berfoto Almira meminta izin bertemu dengan teman-teman nya untuk berfoto-foto juga.
Riko meminta izin untuk berfoto dengan Almira, Suci membantu memfoto Almira dan Rico.
"Eh jangan nempel-nempel"
Mereka menengok ke sumber suara.
"Mas Azzam"
Reihan datang ke acara wisuda Alisha menggunakan kemeja warna abu-abu polos, membawa seikat bunga juga coklat.
"Jangan dekat- dekat itu" Ucap Reihan sambil mendorong bahu Riko.
"Aku bukan kakaknya,enak saja,"
"Lalu siapanya"
"Mira ini, My Future Wife"
Teman-teman Almira terbatuk-batuk mendengar penuturan Reihan.
"Ih Mas ini, jangan bicara itu disini" Ucap Almira.
"Mira, kalau aku jadi kamu, aku juga mau Mir sama Mas Mas itu" Ledek Suci.
"Eh sudah kan fotonya, gantian aku yah" Ucap Reihan.
Reihan mengambil ponselnya lalu berselfi dengan Almira.
Reihan juga menyerahkan bunga dan coklatnya pada Almira.
__ADS_1
"Selamat ya Humairah"
Almira tersenyum.
"Cie...cie Mira, itu pipinya langsung merah lhoo" Ledek teman-teman Almira.
Sementara dari kejauhan Mas Birru melihat Reihan datang sedang bergabung dengan teman-teman Almira.
"Papah lihat, itu ada Reihan disana"
"Eh iya itu, mungkin sudah selesai mengajar nya di kampus"
"Papah kenapa tidak merestui saja sih hubungan mereka, lihatlah Reihan sepertinya sangat menyukai Almira"
"Iya Dia memang sangat menyukai Almira, tapi Almira masih kecil Al"
"Papah ini, Almira memang umurnya baru 18 tahun, tapi Almira cukup dewasa pah, apalagi Reihan juga sudah dewasa, pasti bisa membimbing Almira, Reihan anak baik pah, sayang sekali jika harus menunggu"
"Iya sih, nanti papah bicarakan lagi pada Mama mu"
"Iya Pah"
Almira dan reihan menghampiri Birru juga Papah Wijaya, disana juga ada Alisha dan Rengganis.
Reihan bersalaman dengan kedua orang tua Almira.
"Eh bolos ya" Celetuk Alisha.
"Dikit Sha, demi lah aku mah"
"Demi...demi cinta gitu" Ledek Alisha.
"Ih kakak" Ucap Almira malu-malu.
"Setelah ini kita makan-makan di restoran Reihan yuk Tante Om Mbak Mas"
"Boleh" Ucap Papah.
"Gratis kan?" Tanya Alisha.
"Iya tenang aja"
__ADS_1
"Nah gitu dong calon mantu" Ledek Alisha.