Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Menjenguk Cucu


__ADS_3

Reihan dan Almira berangkat ke kampus, Almira juga ingin melihat kampus tempat Reihan mengajar karena Almira juga nanti akan kuliah di sana.


Sesampainya di kampus Reihan memarkirkan mobilnya, lalu turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil Almira.


Banyak mahasiswa yang melihat Reihan dan Almira, mereka saling penasaran dengan sosok Almira yang mampu membuat seorang dosen bak gunung es itu bisa berlaku manis.


"Ayo sayang turun"


Almira turun, Reihan menggandeng tangan Almira.


"Mas kok banyak yang melihat kita dengan pandangan aneh"


Semua mahasiswi saling berbisik, Reihan tetap tidak perduli dan terus saja menggandeng tangan Almira menuju ruangan dosen.


"Mas aku tidak perlu di gandeng yah"


"Tidak, kamu istri Mas, banyak Mahasiswa disini, nanti kalau ada yang naksir kamu bagaimana?"


"Ya ampun Mas, yang ada juga kamu idola di kampus ini"


"Ya sudah biar mereka tidak menggoda Mas lagi, Biar mereka tahu Mas sudah jadi milikmu"


Almira akhirnya menuruti perkataan Reihan.


Sesampainya di ruangan, dosen-dosen yang melihat Reihan menggandeng seorang gadis imut nan cantik mulai bertanya-tanya.


"Pak Reihan, itu adiknya yah?"


"Bukan, ini istri saya"


Semua terperanjat, mereka merasa tidak pernah melihat Reihan dekat dengan siapapun dengan Alisha juga sebatas mengobrol biasa, tiba-tiba menikah.


"Dijodohkan apa pak?" Tanya Bu Windi.


"Ya di jodohkan sama Allah bu"


"Sepertinya istri bapak masih sangat muda yah"


"Iya betul sekali, baru tamat SMA dan nanti akan kuliah disini,"


"Walah, pak Reihan suka daun muda toh" Ledek Bu Windi.


"Ya Bu, daun muda kan lebih banyak seratnya"


Almira mencubit lengan Reihan "Memangnya Mira sayuran, banyak seratnya"


"Hihihi, hanya untuk meledek bu Windi saja sayang"


Setelah mengambil beberapa berkas penting, mereka kembali ke mobil mereka dan bergegas menuju rumah papah Wijaya.


Sebelum sampai mereka mampir ke toko buah dulu, membeli beberapa buah-buahan.


Sesampainya di rumah papah Wijaya ternyata sedang banyak tamu juga.


Mereka masuk ke dalam, ternyata di dalam ada Bapak Rengganis dengan Raka yang datang dari Jogja, dan Papa Rafi yang datang dari Bandung.


Almira dan Reihan menyalami mereka semua, Almira membantu memperkenalkan keluarganya di depan Reihan.


"Ini bapak Mbak Rengganis Mas, dan di sebelahnya Raka, Raka seumuran denganku Mas"


Yang disana mertua mbak Rengganis dari Bandung.


Hah, mertua? Reihan jadi bertanya-tanya, kenapa mertua Mbak Ganis ada dua,Batin Reihan.


"Ini yang anak bontot nya Pak Wibowo ya Di?" Tanya Papa Rafi pada papah Adi Wijaya.


"Ia Mas"


"Walah...beruntung sekali kamu Mir"


Almira hanya tersenyum.


"Mira nanti mau melanjutkan kuliah juga atau mau jadi ibu RT saja" Tanya Raka.


"Tuk saat ini niatnya kuliah dong, kamu mau kuliah dimana Mas Raka?"


"InsyaAllah di Bandung"

__ADS_1


"Jauh sekali di Bandung, Eh gadis Bandung kan cantik-cantik" Ledek Almira.


Mereka semua keluarga Wijaya berkumpul di ruang tamu, begitu juga dengan Mbak Rengganis juga Albirruni.


Bapak Rengganis nampak asyik menimang cucunya.Papa Rafi membicarakan masalah perkuliahan Raka di Bandung, Raka dan bapak Rengganis akan pindah ke Bandung.


Papa Rafi dan Albirruni serta Rengganis sepakat akan membantu Raka untuk mengajarkan berbisnis agar Raka nanti bisa belajar mengelola perusahaan milik Abymanyu.


Albirruni dan Rengganis tetap akan memantaunya dari jauh. Rumah Rengganis di Jogja akan di tempati oleh anak pertama Budhe, agar tetap terawat.


Raka tidak ingin meninggalkan bapaknya sendirian. Jadi Raka juga meminta agar bapak pindah ke Bandung, mengajar di Bandung saja juga banyak sekolahan.


Setelah selesai Rembugan Almira dan Reihan menuju taman belakang, Reihan ingin berenang.Hafiz juga ikut.


"Rey...hus...hus"


"Ada apa Fiz?"


"Gimana rasanya, enak sekali kan"


"Rasa apanya"


"Itu belah duren"


"Jangan ngomong belah duren, belum ada yang di belah"


"Pisau kamu kurang tajam kali Rey" Ledek Hafiz.


Ini lagi ngatain pisau, tapi masih mending sih dari pada tolet-tolet, Batin Reihan.


"Enak tahu Rey, kalau kamu dah merasakan pasti ketagihan deh"


"Apanya yang ketagihan?" Tanya Almira dari arah belakang.


"Belah duren" Ceplos Hafiz.


Reihan menimpuk lengan Hafiz.


"Mas Azzam memang suka duren?"


"Suka lah Sayang"


"Ih kalau mau makan duren ya memang harus di belah dulu kan mas Hafiz, masa sama kulitnya, nanti bibirnya Jontor dong" Ucap Alisha sambil tergelak.


Hafiz ikut tegelak melihat kepolosan Almira.


"Almira sepertinya anak rumahan sekali ini Rey, yang sabar ya" Bisik Hafiz sambil meledek Reihan


Reihan langsung menabok punggung Hafiz.


"Aku pasti bisa, hanya aku sangat menyayanginya jadi aku belum tega"


"Tapi *****-***** mah sudah kan"


"Aku mau berenang, awas"


Hafiz kembali tergelak,


"Mas Hafiz kenapa, tertawa sampai seperti itu?" Tanya Alisha yang tiba-tiba muncul.


"Meledek Reihan sayang" Jawab Hafiz.


"Memangnya kenapa Reihan?"


"Nanti Mas ceritakan, Mas mau berenang juga, belum puas meledek Reihan,"


"Ya sudah Alisha buatkan jus ya untuk kalian berdua"


Hafiz mengangguk, Ia lalu menceburkan dirinya ke kolam renang, melanjutkan perbincangan tadi, Hafiz menyemangati Reihan.


Di dapur ternyata Almira sedang membuatkan jus juga, Alisha menghampiri Almira untuk membantu.


"Dek bagaimana semalam, lancar tidak"


"Lancar Mbak, Almira tidur dengan nyenyak, tidak ada nyamuk di kamar Mas Azzam"


"Bukan tidur Dek, tapi itu"

__ADS_1


" Itu apa"


"Making Love"


"Hah...Ninu ninu maksud kakak"


"Apa sih Dek, kok jadi ninu ninu"


"Itu bahasa kode antara Almira dan Mas Azzam"


Alisha tertawa terbahak-bahak, gokil sekali adiknya ini.


"Sha kamu menertawakan apa sampai seperti itu" Tanya Mama.


"Tidak Mah, Alisha dan Mira sedang bercanda"


"Sudah ini jus nya, Mama Mau?" Tanya Almira.


"Tidak sayang, sudah sana antar saja untuk suami kalian berdua"


"Mama Mira kangen"


"Iya Mama juga, bagaimana kelurga disana?baik?"


"Sangat baik Mah"


"Alhamdulillah, sudah sana antar jusnya dan cemilan ini"


"Iya"


Alisha dan Almira mengantar jus dan cemilan nya ke taman belakang.


Mereka berempat bercanda tawa di taman belakang.


Mas Birru membawa Dede Ayyubi ke taman belakang, Almira mengambil Ayyubi dari gendongan Mas Birru.


"Ganteng, Aunty kangen sekali sehari tidak bertemu kamu" Ucap Almira pada Ayyubi.


"Nanti pasti kamu juga punya sendiri Mir" Ucap Mas Birru.


Almira tersenyum.


"Makanya yang rajin ninu ninu nya Mir" Ledek Alisha.


"Apa itu ninu ninu?" tanya Mas birru.


"Tanya Almira deh Kak"


"Ih kak Alisha jangan buka kartu,"


Almira menutup mulut Alisha dengan gemas.


Rajin bagaimana, se'kali pun belum gol, Batin Reihan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Jangan lupa like komen dah vote yah]

__ADS_1


Salam sayang,


Santypuji


__ADS_2