
Pagi ini Rengganis baru selesai mandi bersama Albirruni. Mereka lalu melaksanakan sholat subuh berjamaah di kamar.
Setelah sholat subuh Albirruni menuju balkon 'nderes' di sana.
Saat Rengganis akan keluar kamar untuk membuatkan teh manis hangat untuk Mas Birru,Rengganis merasa sangat mual,ia langsung masuk ke dalam kamar mandi,lalu muntah disana,karena masih sangat pagi jadi Rengganis hanya memuntahkan cairan,tapi cukup membuatnya lemas.
Mas Birru langsung mengehentikan 'nderes' nya,Mas Birru berlari ke kamar mandi,ia melihat Rengganis yang sedang muntah-muntah, Mas Birru segera menekan tengkuk Rengganis agar Rengganis lebih mudah muntah.
Rengganis menyudahi muntahnya,ia begitu terlihat pucat.
Albirruni langsung menggendong Rengganis ke tempat tidur,Mas Birru menelfon Hafidz,ingin menanyakan kenapa Rengganis muntah-muntah, Mas Birru takut.
"Mas ke bawah dulu ya,Mas buatkan teh manis" Ucap Birru.
Rengganis hanya mengangguk lemah.
Di dapur ada mama,Birru minta bantuan mama membuat teh manis,Birru memberitahu mama kalau Rengganis muntah-muntah, mama juga mengatakan bahwa itu hal yang wajar bagi ibu hamil,namun karena ini pengalaman pertama Birru dan Rengganis,Birru masih tetap khawatir.
Birru membawa teh manis ke kamarnya,lalu membantu meminumkan nya ke Rengganis agar perut nya sedikit enakan.
"Sayang sabar dulu ya,Mas sudah menelfon dokter Hafidz agar kemari dan memeriksa kondisi Sayang" Ucap Birru.
"Mas kasihan dokter Hafidz pagi-pagi di suruh datang kemari"
"Senang Dia mah kalau di suruh kemari" Ucap Birru sambil tersenyum.
Mas Birru mengolesi perut Rengganis dengan minyak kayu putih,lalu mengolesi juga di bagian kaki lalu memijatnya.
"Dede,jangan nakal ya sayang" Ucap Birru.
Rengganis tersenyum melihat tingkah Mas Birru,Rengganis begitu bahagia melihat Mas Birru yang begitu perhatian dan memanjakan nya.
20 menit kemudian Dokter Hafidz datang dengan Mama ke kamar.
"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Mama.
"Iya Mah Ganis hanya muntah biasa"
"Ya sudah Ini dokter Hafidz sudah datang,mama tinggal ke dapur dulu ya"
"Maaf ya Mah tidak bisa bantu"
"Eh bicara apa,kan sudah ada bibi sayang"
Dokter Hafidz memeriksa Rengganis.
Dokter Hafidz mengatakan bahwa muntah di pagi hari yang di alami Rengganis adalah morning sickness,itu hal wajar yang di alami ibu hamil di trimester pertama.
Dokter hafidz memberi tahu tips untuk meredakan keluhan morning sickness antara lain:
Minum air putih atau kuah sup.
Hindari minuman yang berkafein.
Istirahat yang cukup.
Pada sebagian ibu hamil, kurang istirahat juga bisa memicu mual dan muntah.
Saat bangun tidur, konsumsi makanan ringan dulu sebelum beranjak dari tempat tidur.
Bila rasa mual muncul setelah minum suplemen kehamilan, seperti zat besi, konsumsilah suplemen tepat sebelum tidur.
Hirup udara segar dan tenangkan pikiran.
Longgarkan bra dan selalu gunakan pakaian yang nyaman.
Gunakan pengharum ruangan, parfum, atau pewangi pakaian dengan aroma terapi untuk mengalihkan rasa mual.
"Tidak perlu terlalu khawatir Al,Rengganis masih dalam tahap normal morning sickness nya"
"Iya,makasih ya Fidz"
"Ya sudah aku pulang dulu ya,jadwal ke rumah sakit nanti jam 10"
"Eh sarapan dulu saja"
"Oke,Aku kebawah dulu ya"
__ADS_1
Birru mengangguk,lalu duduk di tepi ranjang,menggenggam tangan Rengganis.
"Hari ini Mas tidak izinkan Ganis ke kantor"
Rengganis mengangguk lalu meneteskan air matanya.
"Kenapa Sayang"
"Aku teringat Ibu Mas,Ya Allah ternyata pengorbanan seorang ibu begitu berat,mengandung saja sudah seperti ini,Aku Teringat ibu,hiks hiks"
"Sudah sayang,lebih baik Mendokan ibu saja yah,hadiahkan istigfar untuk ibu,jangan lupa doakan selalu,karena amalan yang tidak pernah putus walaupun orang tersebut sudah meninggal itu salah satunya adalah doa anak Soleh/Solehah."
Rengganis memeluk Birru,Birru membalas pelukan Rengganis dan terus menenangkan nya,karena ibu hamil memang kondisi perasaan nya mudah terganggu.
***
Sementara Hafidz melangkahkan kaki nya menuju dapur,Hafidz melihat Mama Birru dan simbok sedang memasak.
"Tante,boleh Hafidz bantu"
"Eh Nak Hafidz,jangan kamu kan laki-laki duduk saja" Ucap Mama Birru.
"Aku sudah terbiasa Tan,kan mamah sudah tidak ada sejak Hafidz bayi,jadi Hafidz sudah biasa mandiri sedari kecil"
"Anak baik,lain kali saja bantu Tante nya,sekarang sudah hampir matang"
"Oke,nanti kalau Hafidz jadi menantu Tante pasti sering Hafidz bantuin masak" Ledek Hafidz.
Mama Birru langsung menghampiri Hafidz.
"Mas Dokter,memang benar ya menyukai anak gadis Tante" Tanya Mama sambil tersenyum.
Hafidz tersenyum,"Jika di perbolehkan sih Tan,tapi Alisha juga masih agak cuek"
"Eh Dia mah sebelas dua belas sama Al,agak susah masalah lawan jenis,tapi jika sudah cinta,Hemmm bakal di cintai banget,kaya Al ke Rengganis tuh" Ucap Mama.
"Kadang Alisha sulit di tebak Tante"
"Eh,semangat dong Mas Dokter," Ucap Mama Birru.
Hafidz merasa senang mendapat sinyal dari Mama Alisha dan Albirruni.
"Sip Tante,Hafidz juga sudah 27 tahun,sudah ingin cari pendamping."
"Ya sudah duduk,nanti Tante mau panggilkan yang lain biar sarapan bersama"
Mama Birru memanggil semua anggota keluarga nya untuk makan pagi bersama.
Alisha terlihat sudah sangat rapi,sudah menenteng tas juga ke bawah,karena pagi ini Alisha akan kembali ke London.
Alisha kaget karena sepagi ini Hafidz sudah ada di rumah nya.
Ini orang mau numpang sarapan apa mau ngapain sih,Batin Alisha.
Rengganis masih terasa lemas untuk turun ke bawah,jadi Mas Birru mengambilkan sarapan untuk Ganis ke kamarnya.
"Mbak Ganis sakit kak?"
"Tidak,hanya muntah-muntah saja tadi subuh,kata Hafidz itu hal wajar"
Oh ternyata Hafidz kesini memeriksa mbak Ganis toh,Maafkan aku ya Hafidz,sudah suudzon,Batin Alisha.
Setelah selesai makan Alisha berpamitan kepada semua anggota keluarganya.
Rencana nya pagi ini Alisha akan di antar Papa ke Bandara. Tapi Hafidz menawarkan juga untuk mengantarkan Alisha.
Mama langsung menyetujuinya,Mama mencolek Papah,dan Papah akhirnya menyetujui pula.
Akhirnya Alisha di antar Hafidz ke Bandara,ini bukan kali pertama nya alisha pulang pergi ke luar negri,ia sering sekali pulang sendiri jika sudah kangen dengan keluarga.
Sesampainya di Bandara Alisha sedikit mengobrol berbasa basi pada Hafidz.
"Makasih ya Fidz"
Hafidz tersenyum,"Ingat pesanku tadi malam,jaga dirimu baik-baik disana,kamu harus pulang membawa keberhasilan dan jangan buat kecewa mama papa"
Alisha mengangguk, "Ya sudah,aku mau langsung chek in saja"
__ADS_1
"Alisha"
"Hemm,kenapa"
Hafidz meletakan telapak tangan nya di dada nya,lalu ia meremasnya seolah-olah seperti mengambil sesuatu di dada nya.
"Buka telapak tangan mu"
Alisha membuka telapak tangan nya.
Hafidz seolah-olah meletakan sesuatu yang tadi ada di genggaman nya ke telapak tangan Alisha yang terbuka.
"Jika kamu belum bisa memberikan hatimu untuk ku,maka ambilah saja hatiku,dan jaga lah hatiku baik-baik,Aku akan menanti saat hatimu kau berikan untuk ku nanti"
Alisha seolah-olah menerima sesuatu di telapak tangan nya.
"Oke,ini hatimu aku akan simpan,jangan coba-coba mengambilnya lagi jika sudah di titipkan" Ucap Alisha sambil tersenyum,namun wajahnya bersemu merah.
"Baiklah"
"Aku berangkat dulu ya Mas,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, jangan lupa kabari Mas nanti"
Alisha mengangguk,ia langsung berjalan menuju tempat chek ini,sementara Hafidz segera pulang ke rumahnya dengan hati yang berbunga-bunga.
Kau, si pemilik senyum tipis dengan rona pipi merah berhasil memikatku.
Serta tatapan tajam yang membuat tenang hatiku.
Kau si pemikat senyum
Pesonamu telah memicu andrenalinku
Untuk berani berucap bahwa aku mengagumimu.
Namun lidahku terasa kaku
Perasaan takut selalu menghinggapiku
Akankah kau mengacuhkanku? atau
Kau mempunyai rasa yang sama denganku?
Entahlah,semoga saja terlintas dirimu dalam istikharah ku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.(Jangan lupa like,komen dan Vote ya,vote,vote,makasih)