Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Panti Asuhan


__ADS_3

Setelah acara wisuda selesai, keluarga Wijaya menuju restoran Reihan.


Reihan benar-benar membantu melayani dengan baik di restoran nya.


Mereka menunggu makanan datang, mereka berbincang-bincang membicarakan kuliah Almira nanti.


"Mira apa kamu mau lihat cafe sebrang, sudah aku renov sesuai dengan ide mu waktu itu" Ucap Reihan.


"Benarkah?" Ucap Almira tersenyum senang.


"Cafe apa Rey" Tanya Mas Birru.


"Cafe di depan itu cafe aku juga Mas, kemarin aku renovasi agar lebih di minati anak muda, dan aku meminta saran Almira"


"Mira mau lihat sebentar ya Pah, Mah, itu di sebrang sana saja tuh kelihatan"


Papah dan Mama mengangguk.


Almira dan Reihan pergi ke cafenya.


"Tuh lihat Mah, Pah, Reihan sudah mapan, Lihat Almira juga bahagia dengan Reihan, Reihan sama sekali tidak menganggap Mira masih kecil" Ucap Albirruni yang masih berusaha meyakinkan orang tuanya.


"Benar juga ya Pah, Mama lihat Mira saat bersama Rey itu seperti bukan gadis 18 tahun"


"Iya Mah"


"Ya sudah nikahkan saja Mah, Pah"


"Nanti ya setelah Alisha, Papah juga masih harus berbicara dengan Aby Reihan"


15 menit kemudian Reihan sudah kembali bersama Almira.Makanan juga sudah di antar oleh waiters.Mereka menyantap makanan yang sudah di hidangkan bersama-sama.

__ADS_1


Selesai makan keluarga Wijaya berpamitan karena ingin menyambangi panti asuhan untuk syukuran atas kelulusan Almira.


Reihan tidak ikut karena harus menjaga restoran dan cafenya.


Sesampainya di panti asuhan pihak panti asuhan menyambut antusias kehadiran keluarga Wijaya.Papah dan Mama Wijaya menuju kantor pengurus panti asuhan, sementara Albirruni, Almira, Alisha dan Rengganis berkeliling di area panti asuhan.


"Mas Mbak indah yang dulu itu kemana ya" Tanya Rengganis.


"Sudah menikah sayang, sekarang ikut dengan suaminya"


"Alhamdulillah, Mas tahu dari mana?"


"Bulan lalu Mas kesini sendiri"


"Oh"


Mereka melihat sekeliling panti, ada yang sedang bermain, berlari, ada yang sedang belajar, ada juga yang sedang mengaji.


"Kakak, lihat itu mereka sedang mengaji, Kakak apa Mira boleh tanya sesuatu" Ucap Almira pada Mas Birru.


Albirruni tersenyum mendengar pertanyaan dari adiknya itu.


"Tidak, tidak ada yang sia-sia Mir, dengarkan cerita kakak"


Ada kisah seorang kakek tua yang hidup bersama cucu satu-satunya. Sang kakek adalah seorangmuslim yang taat, tiada hari dalam hidupnya tanpa membaca Al-Quran.


Si Cucu yang melihat betapa sang kakek begitu khidmat membaca Al-Quran penuh dengan penghayatan, bertanya : “Kek…!! Mendengar kakek membaca Al-Quran, aku merasa hatiku sejuk sekali. Aku ingin sekali bisa memahaminya sebagaimana kakek. Tapi aku tidak mampu, adapun yang aku pahami, aku lupakan secepat aku menutup buku”


Adakah manfaat-nya kita membaca AL-QURAN tanpa mengetahui ARTINYA?


Sang kakek seakan tidak menghiraukan pertanyaan cucunya yang masih muda itu. Dia malah mengajak cucunya itu keluar rumah.

__ADS_1


Sang kakek mengambil sebuah ember kotor (bekas mengangkut tanah liat), lalu dilubangilah ember itu di bagian bawah dan samping-sampingnya, beberapa lubang.


Si Cucu dengan keheranan dan rasa penasaran ingin mengetahui apa yang hendak dilakukan oleh kakek kesayangannya itu.


“Cucuku…! Bawalah ember ini ke sungai, kemudian bawalah kembali kemari dengan sudah terisi penuh air.”


Si Cucu tentunya sadar, bahwa ember tersebut sudah bocor, maka mau tidak mau dia harus berlari setelah mengisi ember tersebut dengan air.


Si Cucu pun menyanggupinya. Dan pergilah dia ke sungai untuk mengisi ember tersebut dengan air, kemudian dia berusaha berlari sekencang-kencangnya agar setibanya di tempat kakeknya airnya masih penuh.


Dia pun melakukannya dengan sungguh-sungguh. Tapi setibanya di tempat kakeknya, ternyata tidak sedikit pun air yang tersisa. Semua airnya habis tertumpah sebelum tiba di tempat kakeknya.


Sang kakek sesekali menertawakannya. Dan berkata, “Kali ini kau harus berusaha berlari lebih cepat lagi. AYO KAMU PASTI BISA….!”


Si Cucu pun berusaha lebih semangat lagi. Sampai akhirnya…!!! Dengan terengah-engah dia berkata kepada kakeknya, “Kek…! Aku rasa ini mustahil secepat apapun aku berlari, air tersebut akan lebih dulu habis sebelum aku sampai disini. Jadi ini suatu hal yang percuma”


Dengan tersenyum sang kakek berkata, “Cucuku kamu pikir semua ini percuma? Sekarang coba lihat ini……….”


Kakek menunjuk ke ember yang dipegang cucunya tersebut. Dan berkata, “Bukankah ember yang kau pegang tersebut sebelumnya kotor sekali?”


“Lihatlah sekarang, sudah menjadi ember yang bersih…! Luar dan dalam”


“Cucuku hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al-Quran. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanya lagi, kamu akan berubah, luar dan dalam… Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”


"Jadi tidak ada yang sia-sia Mir, tetaplah rajin membaca Alquran yah, pelajari sedikit-sedikit, lalu amalkan" Ucap Mas Birru.


Almira tersenyum lalu mengangguk.


"Siap Kakak"


Setelah berkeliling, melihat keadaan panti yang bagus dan baik, Albirruni dan yang lain nya berjalan ke arah tempat pengurus panti.

__ADS_1


Disana masih ada Papah dan Mamah masih berbincang-bincang.


Selesai berdonasi untuk panti keluarga Wijaya langsung pulang ke rumahnya.


__ADS_2