Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Alisha dan Dokter Hafidz


__ADS_3

Sore ini Rengganis dan Albirruni akan chek up kandungan nya ke RSIA Ananda,kandungan Rengganis saat ini sudah 9 Minggu.


Rengganis dan Albirruni berpamitan pada Mama dan Papa nya,Alisha yang melihat segera mencegat kedua kakaknya.


"Kakak tunggu sebentar Alisha ikut" Ucap Alisha.


"Mau apa sih Dek,Kakak bukan mau ke mall,tapi mau ke rumah sakit"


"Iya Alisha tahu, Alisha juga mau lihat calon ponakan seperti apa,siapa tahu nanti mirip Alisha yang cantik dan imut ini"


"Ih enak saja,bayinya ya harus mirip Kakak dan Mbak Anis,tidak mau mirip dengan mu"


"Ih kakak,jahara"


"Sudah-sudah kalian ini kebiasaan kalau sudah bertemu,pasti adu mulut" Ucap Mama.


"Ma Alisha mau ikut"


"Cepat ganti bajumu Sha" Ucap Ganis.


"Emmmm,Mbak ku memang yang terbaik"


Rengganis tersenyum,Alisha langsung ganti baju di kamarnya,Alisha menggunakan rok plisket warna pink,kaos panjang warna putih,dan jilbab pasmina warna pink pula.


Mereka lalu menuju rumah sakit bersama-sama.


Di dalam mobil Alisha terus saja nyerocos.


"Kamu pulang berapa hari Dek" Tanya Birru.


"Tergantung"


"Tergantung bagaimana?"


"Alisha tinggal menunggu jadwal sidang Kak,skripsi sudah beres,dari pada di apartemen jenuh,mending pulang saja nemenin Mbak Anis,kangen juga sama makanan Mbak Anis"


"Istriku tidak boleh lelah karena memasak untuk mu,enak saja"


"Yee,Posesif banget Kakak"


"Demi ibu dan Bayinya"


"Huftt..." Alisha langsung mendengus kesal.


***


Sesampainya di Rumah sakit Rengganis dan Albirruni langsung menuju bagian pendaftaran,setelah itu menunggu antrian yang tidak terlalu banyak karena masih sore,biasanya ibu-ibu memeriksa kandungan nya pada malam hari.


"Mbak Alisha ke toilet dulu ya"


Rengganis mengangguk.


Saat Alisha menuju toilet ia bertabrakan dengan seseorang.


Alisha yang menunduk sedang mencari ponselnya,dan seseorang yang sedang menunduk pula memperhatikan jam tangan nya.


D****ug...


Aw...


Alisha yang tubuhnya kecil langsung terjatuh di lantai.Alisha memegangi pantat nya yang terasa pegal.


"Ya Allah nabrak orang apa nabrak Tembok sih tadi" Gumam Alisha pelan.


"Nabrak orang bukan tembok,enak saja laki-laki setampan Aku di bilang tembok"

__ADS_1


Kepala Alisha segara mendongak ke sumber suara,ia tersadar ia bertabrakan dengan seorang berjas putih khas dokter,dokter tersebut lalu mengulurkan tangan nya membantu Alisha bangun,namun Alisha menepisnya,ia langsung bangun sendiri.


"Hih PD sekali Anda ini,soalnya Aku sampai terpental,Aku kira tembok" Ucap Alisha sambil meringis memegangi pantat nya.


"Sakit?perlu Aku periksa" Ucap Dokter itu.


Alisha langsung mendelik.


"Dokter mesum dasar" Ucap Alisha geram.


"Enak saja mengataiku mesum,Aku ini seorang dokter"


"Terserah Mas deh" Alisha melirik dokter tersebut dan melihat name tag yang ada di jas nya.


"Abdullah Hafidz Sp.OG"


"Saya permisi"


Alisha berlalu menuju toilet,Dokter Hafidz hanya tersenyum melihat tingkah Alisha yang lari menuju toilet.


***


Kini tiba giliran Albirruni dan Rengganis masuk ke dalam ruangan Dokter.


"Assalamualaikum, Dokter Hafidz"


"Waalaikumsalam, Ya Allah Mas,Alhamdulillah bisa sekalian silaturahmi ya"


Mas birru tersenyum "Ini adik kelas Mas Waktu SMA dulu" Ucap Mas Birru memberi tahu Rengganis.


ceklek...


Birru melihat Alisha masuk ke dalam ruangan.


"Alisha,kan bisa menunggu di luar Dek" Ucap Birru.


Alisha masuk lalu kaget melihat dokter yang memeriksa Rengganis ternyata dokter yang menabraknya tadi.


"Hah,kamu"


"Kamu"


"Kalian saling kenal?" Tanya Birru.


"Tidak" Mereka menjawab serempak.


Mas Birru nampak bingung.


Alisha duduk di sebelah Mas Birru,Dokter Hafidz langsung memeriksa Rengganis kembali di bantu suster.


Hafidz menjelaskan perkembangan janin yang ada di dalam perut Rengganis.


"Kondisi kandungan nya sehat,detak jantung nya normal.Saat usia kehamilan Mbak Rengganis memasuki usia 9 minggu,biasanya di usia 9 Minggu ini ibu hamil akan merasakan mudah lelah dan lesu. Olahraga ringan diperlukan untuk membantu stamina ibu hamil. Selain itu, makanan sehat untuk ibu hamil perlu dikonsumsi setiap harinya.Jangan lupa susu dan Vitamin nya di minum ya Mbak"


Ukuran Embrio.


Janin berukuran 4 gram.


Panjang Embrio.


Embrio memiliki panjang sekitar 2,3 cm.


Organ yang terbentuk:


Jari tangan dan kaki,Telinga luar.

__ADS_1


Dokter Hafidz menjelaskan secara detail perkembangan janin nya.


Alisha begitu takjub dengan penampakan bayi mungil yang ada di layar monitor.


Dan takjub juga dengan penjelasan Dokter Hafidz.


"MasyaAllah,Allah benar-benar menciptakan manusia dengan perkembangan yang sangat menakjubkan ya Kak,Gemas Alisha lihat itu Mas" Ucap Alisha.


"Ya nanti kamu juga merasakan nya" Ucap Birru.


"Masih lama mungkin Kak"


"Ya kalau mau cepat,cepat menikah lah"


"Jangan meledek"


"Kenapa?Jones" Ledek Birru.


"Kakak ih"


"Itu Dokter Hafidz jomblo" Ledek Birru kembali.


Birru yang memang teman dari SMA dengan dokter Hafidz tidak merasa canggung meledeknya.Walaupun adik kelas Namun mereka sering berada di organisasi yang sama di sekolah dulu.


Dokter Hafidz menuju meja nya,suster membantu membersihkan gel yang ada di perut Rengganis.


"Adiknya kenapa berbeda sekali dengan mu Mas,Dia bawel"


Alisha hanya mengerucutkan bibirnya,lalu menuju Mbak Anis membantunya untuk duduk bersama Mas Birru.


"Lumayan lah Pak Dokter,tanpa nya rumah sangat sepi" Ucap Mas Birru sambil terkekeh.


"Boleh lah jika berkenan untuk meramaikan juga rumah ku Mas" Ucap Dokter Hafidz.


"Minta lah ke rumah" Ucap Birru sambil tersenyum.


"Ih kalian ngobrolin apaan sih,Alisha mau keluar aja" Ucap Alisha.


Dokter Hafidz dan Birru langsung tertawa ketika Alisha keluar.


Rengganis langsung mencubit perut Mas Biru.


"Aw...sakit sayang"


"Kamu suka sekali meledek Alisha"


"Mumpung Dia ada di sini"


"Kamu ini Mas"


"Memang Dia sebelumnya di mana Mas" Tanya dokter Hafidz.


"Sedang kuliah di London,ini sedang menunggu jadwal sidang jadi dia pulang dulu ke Indonesia"


Dokter Hafidz mengangguk, lalu memberikan resep vitamin untuk Rengganis.


"Ini resepnya Mas"


Mas Birru mengambilnya lalu berpamitan kepada Dokter Hafidz.


Saat akan membuka pintu Birru menengok ke arah meja dokter Hafidz.


"Jika Dokter berkenan,datang lah ke rumah" Ucap Birru sambil tersenyum,lalu membuka pintu dan keluar dari ruangan Dokter Hafidz.


Dokter Hafidz hanya tersenyum,ia lantas terbayang wajah Alisha yang memang mirip dengan Albirruni, Alisha yang tinggal lama di London tapi masih mempertahankan kejombloan nya dan yang paling Hafidz suka Alisha menutup aurat nya walaupun ia berada di London.

__ADS_1


Dokter Hafidz juga yakin Alisha gadis baik-baik,Albirruni pasti menjaga nya dengan baik,hanya saja cerewet,tapi memang kodrat perempuan.


Dokter Hafidz mengusap wajahnya dengan kasar,lalu melanjutkan memeriksa pasien berikutnya.


__ADS_2