
"Mana calon pengantin yang satunya lagi?" Tanya Pak penghulu.
"Langsung di ijabkan saja Pak, karena keluarga laki-laki nya mau mempelai bertemu setelah di ijabkan" Ucap Papah Wijaya.
"Reihan kesini nak"
Reihan langsung maju di depan petugas KUA.
Semua bersorak riuh "Tampan yah calon nya Almira"
"Iya kan yang waktu itu di Aqiqah an anaknya Birru, Aku kira bercanda, ternyata sungguhan" Ucap Ibu-ibu tetangga kelurga Wijaya.
Reihan menggunakan stelan jas berwarna biru muda, Seperti warna kebaya yang di gunakan Almira.
Ummi memang membelikan nya sepasang, agar tampak semakin serasi.
Prosesi ijab Kabul Reihan segera di laksanakan, seserahan juga sudah di berikan pada keluarga Wijaya.
Mahar juga sudah di siapkan oleh Reihan, Papah Wijaya menjabat tangan Reihan.
Bismillahirrahmanirrahim.
"Saya nikahkan anda dengan anak perempuanku Almira Humairah Wijaya binti Adi wijaya dengan mas kawin cincin berlian 15 ct dibayar tunai."
Saya terima nikahnya Almira Humairah Wijaya binti Adi wijaya putri bapak untuk saya sendiri dengan mas kawin Cincin berlian 15ct tunai " Ucap Reihan dengan sekali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?Sah?"
"Sah" Jawab saksi serempak.
"Alhamdulillah"
***
"Lhoo...lhoo mbak Vivi kok itu nama ku yah, kok ijab kabulnya lagi"
Mbak Vivi tersenyum "Kan sampean juga hari ini jadi manten mbak"
"Hah?"
"Aku jadi manten nya siapa?"
"Mas Azzam," Ucap Mbak Rengganis yang muncul dari pintu.
"Mas Azzam? Memang mama Papa ridho?"
"Lah itu buktinya Papah sudah menikahkan kamu tadi, ayo cepat, kamu di tunggu lhoo"
" Ya Allah Mbak"
Almira memegang dada ny, perasaan nya serasa bergemuruh antara senang, tidak percaya dan grogi.
Mbak Rengganis menggandeng tangan Almira, membawanya ke tempat ijab Qabul.
Almira begitu cantik dengan balutan kebaya biru muda dengan jilbab menjuntai ke dadanya.
Almira terus menunduk berjalan mengikuti tuntunan Mbak Rengganis.
Sampai lah Almira di depan Reihan, Mama, Papah, Ummi dan Aby.
Reihan begitu terpesona melihat kecantikan Almira. seperti bukan gadis 18 tahun yang selalu ia lihat.
Almira mengangkat sedikit kepalanya "Mah...ini sungguhan"
Mama mengangguk, "Kamu suka?"
Almira tersenyum lalu mengangguk, Mama memeluk Almira.
"Sambut suami mu"
Almira melirik Mas Azzam, Mas Azzam juga melirik Almira, cinta berdesir di hati masing-masing. Kini mereka sudah halal, mereka akan melanjutkan ikatan cinta suci yang lebih indah.
"Cium tangan Mas" Ucap Reihan memberikan tangan nya.
Almira masih sangat malu, Ia melirik tangan Mas Azzam nya itu.
__ADS_1
"Cium Mira" Ucap Papa.
Dengan masih grogi dengan sedikit gemetar Almira meraih tangan Reihan, tangan laki-laki yang Ia cintai yang sekarang sudah sah menjadi Imam nya.
"Cup"
Cie....cie...
Sorak semua keluarga.
Alisha dan Hafiz ikut tertawa dengan tingkah Almira masih sangat lugu.
Almira lalu duduk di sebelah Reihan.
Setelah itu Reihan membaca sighat ta’liq, lalu penandatanganan Akte Nikah dan penyerahan surat nikah oleh petugas KUA
Acara akad nikah telah selesai, dengan nasehat bahwa mempelai berdua sudah resmi halal dan sudah menjadi tanggung jawab mempelai laki-laki.
Secara agama sudah sah dan secara Negara sudah tercatat karena diawasi oleh PPN.
Acara prosesi ditutup dengan bacaan hamdalah dan doa.
"Papah kapan menyiapkan semua ini" Tanya Almira.
"Kemarin"
"Memang bisa mendadak"
"Bisa, ada papah semua beres" Ucap Papah.
"Makasih Papah" Ucap Almira sambil memeluk papahnya.
Almira juga memeluk Aby dan Ummi.
"Anak Ummi, tolong jaga Reihan ya sayang, Reihan itu suka lupa makan kalau sudah mengurus pekerjaan nya" Ucap Ummi.
Almira mengangguk.
"Sudah peluk semua, Mas kok tidak di peluk"
Almira mencubit pinggang suaminya.
"Aww.. Malah dapat cubitan lagi"
"Sudah ayo kita foto-foto dulu"
Mereka semua berfoto kelurga.
Setelah berfoto mereka melanjutkan makan bersama-sama.
Almira menghampiri Mas Birru dan Alisha.
"Kakak, kalian juga tahu ya rencana mamah papah?"
"Iya, kan tadi kakak bilang nanti kamu juga di dandani secantik kakak"
"Ih kakak rese ih"
"Tapi kamu suka kan"
Almira tersenyum malu.
"Kak Al,kok kalian bisa menyiapkan semua ini hanya dengan waktu singkat"
"Bisa lah, keluarga mertuamu bukan keluarga sembarangan Mir, bisa pesan apa saja dalam sekejap tanpa menunggu lama"
Flashback On
Setelah acara siraman 2 hari yang lalu berkat nasehat Budhe akhirnya papa Wijaya keluarga nya bermusyawarah tentang pernikahan Almira.Akhirnya semua setuju.
Papa Wijaya segera menemui kelurga Reihan untuk membahas perihal kelurga Reihan yang Tempo lalu meminta Almira untuk jadi menantunya.
Tidak di Sangka sangka ternyata keluarga Reihan begitu antusias juga, seketika itu juga mereka berbelanja keperluan pernikahan, begitu juga dengan baju ijab Kabul nya.
Reihan yang di beritahu Ummi nya juga sangat senang, Ia langsung menuju toko perhiasan untuk di jadikan nya mahar, karena waktu sudah dekat dan Papa Wijaya juga menyuruhnya untuk tidak memberi tahu Almira untuk kejutan.
__ADS_1
Reihan menjatuhkan pada cincin berlian untuk mahar Almira, Ia yakin Almira bukan lah gadis yang banyak maunya, jadi tidak sulit untuk memberikan sesuatu mahar untuk nya.
Karena keluarga Reihan termasuk keluarga terpandang, persiapan seserahan dan seragam keluarga untuk akad nikah sudah siap dalam waktu sehari.
Mereka belum memikirkan kembali tentang resepsinya nanti, itu terserah Reihan dan Almira saja.
Albirruni juga sangat bahagia karena kedua adiknya mendapatkan laki-laki yang mereka cintai dan Birru yakin mereka juga bisa menjadi Imam untuk adik-adiknya.
Reihan juga sejak merencanakan pernikahan nya itu sudah tidak berkomunikasi dengan Almira. Panggilan telfon dan pesan dari Almira pun ia abaikan. Walaupun Ia harus menahan gejolak perasaan nya yang ingin membalasnya.
Flashback Off
Alisha melayani makan Hafiz, Almira juga melayani makan Reihan.
Papah dan mama Wijaya begitu bahagia melihat putra putri mereka sudah mempunyai pendamping hidup.
Selesai makan Hafiz dan Alisha menuju kamarnya untuk berganti gamis.
Sementara Almira masih makan dengan Reihan di meja makan.
"Makan yang banyak, kata Ummi Mas susah makan"
"Nanti sudah ada kamu yang suapin, Mas pasti akan sering makan"
"Bagus, nah begitu dong Mas"
"Lebih sering lagi Mas akan memakan mu Sayang" Bisik Reihan.
Almira langsung menatap Reihan, Bulu kuduknya meremang mendengar penuturan Reihan.
"Ya Ampun, dengar Mas bicara seperti itu bulu kuduk Mira langsung berdiri" Ucap Almira langsung memperlihatkan Bulu di tangan nya yang meremang.
Reihan tertawa, "Memangnya Mas Kuntilanak apa sayang, sampai membuat bulu kudukmu meremang"
"Kok Kunti, Kunti itu untuk perempuan Mas"
"Kalau laki-laki apa?"
"Apa ya?...Drakula"
"Drakula itu apa?" Ledek Reihan, ingin tahu jawaban polos Almira.
" Itu yang suka menghisap darah Mas"
"Oh iya itu cocok, nanti Mas juga akan menghisap....."
"Stop"
Almira langsung menutup mulut Reihan dengan telunjuknya.
Reihan semakin tertawa di buatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Menghisap apa hayo?hahaha]
[ sudah impas penjelasan yah, Author sudah kasih penjelasan sejelas jelasnya yah]
[Kondangan double, vote double yah,hehe]
Salam sayang untuk kalian semua,
__ADS_1
@Santypuji