Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Karena kamu jawaban dari istikharah ku


__ADS_3

Reihan yang selesai mengambil makanan nya langsung saja duduk di kursi yang telah di sediakan.Seseorang menyapanya dengan sangat ramah.


"Hay...kamu dari keluarga Wijaya juga yah?" Tanya nya.


Reihan melihat wanita yang tiba-tiba duduk di sebelahnya.


Reihan hanya mengangguk,lalu melanjutkan makan nya.


"Perkenalkan,Aku Nia,aku sepupu Dokter Hafiz,aku juga seprofesi dengan Hafiz"


"Aku sedang makan,jika sedang makan tidak boleh sambil bicara" Ucap Reihan.


Reihan melanjutkan makan nya.


"Oke,aku tunggu sampai selesai makan"


Sebelum selesai makan Almira sudah menghampiri Reihan.


"Mas Azzam,aku duduk sini yah"


Reihan mengangguk,lalu melanjutkan makan.


Nia masih saja melihat Reihan makan,Almira yang menyadari ada Nia di sebelah Reihan lantas bertanya pada Nia.


"Mbak kenapa tidak makan?"


"Tidak Dek,Aku tidak makan malam"


"Diet mbak"


Nia mengangguk.


Ribet sekali wanita,sudah kurus pun masih harus diet,kalau cinta laki-laki pasti menerima kok bentuk tubuh seperti apapun,kalau tidak terima ya modalin lah,sedot lemak atau obat pelangsing,Batin Reihan. (Setuju tidak emak-emak Readers?hehe)


Almira memakan makanan nya,Reihan yang sudah selesai makan lalu meletakan piring kotornya di tempat piring kotor yang telah di sediakan lalu kembali lagi di sebelah Almira.


"Makan pelan-pelan" Ucap Reihan pada Almira.


"Iya iya"


"Oh jadi nama kamu Azzam" Celetuk Nia.


"Iya" Jawab Reihan.


"Kamu sudah kerja apa masih kuliah Zam?"


"Dia sudah tua Mbak" Celetuk Almira.


"Enak saja,baru 26 belum tua lah" Ucap Reihan.


"Sudah bekerja berarti?"


"Iya"


"Kerja dimana saja aku mah Mbak,"


"Jangan panggil Aku mbak,panggil Nia saja"


"Oke"


"Serius kerja di mana?"


"Di kampus,di cafe"


"Sebagai?"


"Kalau di kampus ya ngajar,kalau di cafe kadang di kasir,kadang jadi pelayan juga" Ucap Reihan.


"Uhuk..uhuk" Almira tersendak mendengar perkataan Reihan.


"Kan sudah Mas bilang,pelan-pelan Humairah"

__ADS_1


"Mas Azzam sih,segala bilang jadi pelayan lah,jadi kasir lah"


"Lah memang iya kan kalau di cafe"


"Ya terserah Mas Azzam saja ucap Almira"


"Oh...tapi masa ganteng-ganteng mau sih jadi pelayan" Tanya Nia.


"Apa saja Mbak,yang penting halal,ya tidak Mir"


Mira malah tertawa lirih.


"Sudah punya pasangan belum Zam?"


"Belum tapi Akan"


Wajah Nia seakan kecewa dengan jawaban Reihan.


"Kok tidak di ajak calon pasangan nya?" Tanya Nia yang masih kepo.


"tidak perlu di ajak,kan rumah nya disini,nih di sebelah ku calon ku"


Almira langsung membulatkan Matanya,lalu menepuk lengan Reihan.


"Eh sembarangan" Ucap Almira.


"Iya kan Humaira, setelah Alisha nanti Mas yang akan melamarmu,"


"Jangan percaya Mbak Nia,Dia suka bercanda" Ucap Almira.


Nia tersenyum," Pak dosen bisa bercanda juga yah" Ucap Nia.


"Kamu adiknya Alisha kan" Tanya Nia pada Almira.


"Iya Mbak"


"Aku tidak bercanda,apa mau aku lamar sekarang,mumpung banyak keluarga pada kumpul juga" Ucap Reihan.


"Sudah Zam,jangan menggoda Adik Alisha terus,kamu kuliah dimana Dek?" Tanya Nia.


"Aku masih kelas 12 SMA Mbak"


"Oh,aku kira sudah kuliah,terlihat sudah dewasa soalnya"


"Sudah pantas berarti jadi istri Mas kan Humairah" Ucap Reihan.


"Ampun deh Mas Azzam,di sambungan ke situ terus"


Reihan tersenyum.


Tambah ganteng kalau tersenyum,Batin Nia.


Alisha dan Hafiz menghampiri Almira dan Reihan.


"Selamat ya Fiz," Ucap Reihan.


"Iya tinggal kamu nanti"


"Siap aku mah,kapanpun juga siap,ya kan Humairah"


"Ih Mas Azzam ini"


"Hafiz,apa mereka pasangan?" Bisik Nia pada Hafiz.


"Ya bukan pasangan,hanya saja Reihan menyukai adik Alisha"


Nia tercengang,seolah-olah tidak percaya,Almira yang masih sangat muda akan bersanding dengan Reihan.


Hafiz dan Alisha lalu berlalu menuju kedua orang tua nya.


"Aku kira kalian bercanda,ternyata kalian pasangan" Ucap Nia.

__ADS_1


"Bukan Mbak Nia,kami bukan pasangan"


"Tapi sebentar lagi pasangan" Ucap Reihan.


"Tapi Mira ini masih sangat muda yah,apa nanti sudah bisa berfikir dewasa" Ucap Nia.


"Ya tidak apa-apa, tidak masalah,jangan di lihat dari umur nya,Dia sudah 18 tahun,bisa di bilang sudah masuk vase dewasa" Ucap Reihan.


Almira yang tidak suka dengan perkataan Nia langsung ikut menjawab.


"Menjadi dewasa itu tidaklah sama dengan menjadi tua. Sebab menjadi tua itu pasti namun menjadi dewasa itu pilihan.Banyak yang sudah berumur tapi perilakunya masih kenakak-kanakan,tingkat kedewasaan seseorang itu biasanya diukur dari sikap dan perbuatan atau tingkah laku seseorang dan pola pikirnya,Menurut ku seseorang yang menilai orang lain hanya dari segi umur,itu termasuk tidak dewasa dalam berfikir nya" Ucap Almira menyinggung Nia.


"Tepat sekali" Ucap Reihan.


"Sayang,kita ke Ummi dan Aby yuk,Ummi kangen katanya" Ajak Reihan pada Almira.


Almira langsung saja mengikuti Reihan dan meninggalkan Nia tanpa permisi.


"Ih,Mbak itu sok banget sih,kaya meremehkan Mira Mas" Ucap Reihan.


"Ya makanya kamu buktikan dong,kita sudah dewasa"


"Maksudnya?"


Reihan tidak jadi ke Ummi dan Aby nya,Reihan malah menghentikan langkahnya lalu menatap Almira.


"Humairah,dengar kan Mas


Mas ingin selalu berada disisimu,


Mas mau ada kamu di samping Mas saat terbangun,Mas menginginkan belaian mesramu,Mas tak ingin kamu pergi dari Mas,


Yang Mas rasakan Cemas jika jauh dari mu ya Humaira,Mas selalu Rindu akan kehadiranmu,


Tapi selama ini Mas tahan sekuatnya,Mas ingin menjaga mu,Mas ingin menghalalkan mu"


Almira terdiam, Ia bingung harus mengatakan apa.


"Kenapa Mas begitu yakin dengan Mira Mas?" Tanya Almira.


"Karena kamu jawaban dari istikharah ku"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Aduh jawaban dari Mas Azam bikin meleleleleleh, "Karena kamu jawaban dari istikharah ku"


Kamu meleleleleh ga para Readers???hayo...hayo kalau meleleh langsung masuk kulkas yah,hihi Es cream kali)


Jangan lupa like komen dan vote,Love you All


@Santypuji

__ADS_1


__ADS_2