
π² Panggilan keluar...Mas Rafi
"Assalamualaikum Mas Rafi"
"Waalaikumsalam Bro"
"Apa kabar Mas Rafi?
"Baik Brother,Sampean bagaimana kabar nya?"
"Alhamdulillah baik juga,sibuk tidak?
" Sedikit Bro,tapi bisa di handle lah,kenapa memang?
"Ini masalah anak-anak,Aku bersyukur rencana kita di ridhoi Allah Fi,jadi kita tidak perlu repot-repot membujuk anak kita masing masing,bahkan Al sudah selangkah lebih maju dari rencana ku,hehe,anak itu memang benar-benar berusaha keras"Ucap Wijaya.
"Iya Alhamdulillah,Aku juga kaget waktu Mas Harjo telfon ada yang datang ke rumah nya dan melamar Rengganis,lalu juga mengenalku,pas ku tanya namanya ternyata Albirruni, Aku dan Mas Harjo pun begitu senang"Ucap Rafi.
"Ya sudah nanti kamu jadwalkan saja pertemuan kita bertiga di Jogja,nanti Aku akan atur jadwal ku,kita akan membahas anak kita dan kejutan untuk anak kita" Ucap Wijaya
"Oke,siap,ya sudah dulu ya Bro,Assalamualaikum"
"*W**aalaikumsalam*"
Mereka pun mematikan panggilan nya masing-masing,Wijaya pun memikirkan cara memberikan kejutan pada Al dan Rengganis.
***
Waktu begitu cepat berputar,kini keluarga Wijaya sudah berada di ruang makan kembali untuk menikmati makan malam bersama,di selingi dengan candaan si bontot Almira yang bercerita tentang sekolah dan teman-teman nya.
Setelah selesai makan,Mama dan Papa pun menuju ruang tv untuk menonton sinetron kesukaan Mama,sementara Almira kembali lagi ke kamar untuk belajar,dan Albirruni juga kembali ke kamar untuk menyelesaikan sedikit pekerjaan kantornya.
Di ruang TV Mama dan Papa pun berbincang-bincang.
"Pa tadi pagi Papa mau ngomong Apa?" Tanya Mama.
Papa pun melihat suasana sekitar,di rasa aman,Papa mulai bicara.
"Ma,sebenarnya yang ingin Papa jodohkan dengan Al itu memang Rengganis,menantu Rafi sahabat Papa,tapi Al selangkah lebih maju,Papa senang tidak perlu membujuk Al lagi,Papa hanya ingin memberi Al dan Rengganis kejutan nanti sepulang Rengganis dari London"Ucap Papa.
" MasyaAllah,berarti penantian Al tidak sia-sia Pah,Mama seneng banget Al mendapatkan jodoh yang Ia inginkan Pah,Mama sebelumnya merasa kasihan pada Al karena Rengganis sudah menikah,tapi takdir jodoh memang indah ya Pah"Ucap Mama dengan perasaan haru.
"Iya Mah,perjuangan anak kita tidak sia-sia
Allah selalu punya skenario terindah untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti. Bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah berikan pada kita. Kita hanya perlu menjadi hamba-Nya yang taat." Ucap Papa.
Papa dan Mama masih membicarakan soal Al dan Rengganis,sementara di dalam kamar Al sudah menyelesaikan pekerjaan nya,lalu menuju balkon dan duduk disana,Al pun menelfon Rengganis.
π²π²π²
"Assalamualaikum Nis"
"Waalaikumsalam Mas"
"Sedang apa?"
"Sedang masak,baru pulang dari kampus nih Mas,Mas sedang apa?
" Sedang memandang mu Nis"
"Hah,Mas ini,kan kita sedang tidak vidio call,menghayal deh"
__ADS_1
"Mas sedang memandang rembulan,bukan kan eloknya sama seperti rupa mu Nis"
Di sebrang sana Rengganis pun tersenyum.
"Gombal,hehe kenapa tidak vidio call Mas?"
"Aku tidak mau sering melihat wajahmu,takut hilaf,haha" Ledek Birru.
"Hehe padahal kita kan jauh Mas" Ucap Rengganis.
"Yee cinta itu kadang membuat hilaf Nis,mau jauh mau dekat juga,bagi Mas sekarang ini suaramu saja sudah cukup,nanti kalau sudah halal baru Mas melakukan pembalasan,haha" Ucap Birru di sertai gelak tawa nya.
"Terimakasih ya Mas sudah menjaga Rengganis dengan segenap cinta mu,"
"Nis Jodoh kita sudah tertulis di Lauh Mahfudz. Mau diambil dari jalan yang haram ataupun halal dapatnya tetap itu juga. Yang beda itu rasa berkahnya, bukan tentang apa, berapa atau siapa. Tapi bagaimana Allah memberikannya, diulur lembut mesra atau dilempar dengan penuh murka.
Mas ingin mengambil mu dengan jalan keberkahan,dengan jalan halal,makanya Mas begitu menahan untuk tidak menyentuhmu,merindukan di luar batas." Ucap Birru.
Rengganis pun lagi-lagi terharu dengan pernyataan Mas Birru,Rengganis begitu beruntung di cintai oleh sosok seperti Mas Birru.
"Sudah,lanjutkan saja masaknya,Mas mau ambil gitar,kamu mau dengerin Mas nyanyi tidak?"
"Boleh,Mas mau nyanyi lagu apa?"
"Lagu Jawa,judulnya lintang ati,kan mas asli Surabaya Jawa timur Nis,hehe"
"Oke,Anis dengerin,sambil masak ya Mas,Anis loadspeker nih"
Birru pun mengambil gitar nya.
Jreng..jreng..jreng..
πΌπΌπΌ
Lintang sing ono ning wengi gawe kengen ati.
Ati sing tansah nandang kasmaran iki.
Mung sliramu pepujaning atiku.
Ning awang katon netramu ing saben wengiku.
Keroso ing sumilire angin dalu.
Sliramu doh sayang seng dadi memanike kalbu.
Mung sliramu mung sing onok ning atiku.
Aku tresno sliramu.
Ning angin tak titepne.
Roso kangen marang sliramu.
Nadyan baten pingin ketemu.
Amung biso nyawang fotomu.
Abote mendem kengen.
Kangen sing ning njero dodoku.
__ADS_1
Gedine roso tresno iki amung tak simpen.
Ning njero ati.
Lintang sing ono ning wengi gawe kengen ati.
Ati sing tansah nandang kasmaran iki.
Mung sliramu pepujaning atiku.
Ning awang katon netramu ing saben wengiku.
Keroso ing sumilire angin dalu.
Sliramu doh nduk ayu seng dadi memanike kalbu.
Mung sliramu mung sing onok ning atiku.
Aku tresno sliramu.
Ning angin tak titepne.
Roso kangen marang sliramu.
Nadyan baten pingin ketemu.
Amung biso nyawang fotomu.
Abote mendem kengen.
Kangen sing ning njero dodoku.
Gedine roso tresno iki amung tak simpen.
Ning njero ati.
Ning angin tak titepne.
Roso kangen marang sliramu.
Nadyan baten pingin ketemu.
Amung biso nyawang fotomu.
Abote mendem kengen.
Kangen sing ning njero dodoku.
Gedine roso tresno iki amung tak simpen.
Ning njero ati.
Rengganis pun tersenyum mendengar lagu Jawa khas bahasa Mas Birru,baru mendengar juga Mas Birru begitu fasih bernyanyi menggunakan bahasa Jawa dengan logat nya.
"Mas pinter nyanyi apa saja ya" Tanya Rengganis.
"Ya sesuai dengan isi hati Mas Nis" Jawab nya.
"Ya sudah dulu ya Mas Rengganis mau lanjut masak,nanti tidak selesai-selesai,tidak makan deh," Ucap Ganis.
"Oke Mas tutup dulu ya,Assalamualaikum"
__ADS_1
"Waalaikumsalam"