Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Nyekar


__ADS_3

Setelah selesai sarapan yang di selingi dengan candaan,rencana hari ini semua keluarga akan chekout dari hotel dan kembali ke rumah Papa Rafi.


Papa Rafi memang begitu baik,walaupun Rengganis hanyalah menantu nya tapi Papa Rafi sudah menganggap Rengganis seperti anak kandung nya sendiri.


Semua keluarga sudah siap untuk chekout dari hotel,mobil pun melaju menuju rumah Papa Rafi yang begitu megah.


Setelah sampai di rumah Papa Rafi mereka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah,kecuali Rengganis dan Albirruni.


Rengganis berpamitan pada semua keluarga bahwa Ia dan Mas Birru akan nyekar dulu ke makam almarhum Mas Abymanyu.


" Ma Pa,Pak,Buk,Rengganis sama Mas Birru mau nyekar dulu ya,nanti segera kembali kok " Pamit Rengganis.


Mereka semua mengizinkan.


Rengganis menuju ke pemakaman menggunakan mobil,sebelum sampai pemakaman Rengganis tidak lupa membeli bunga bunga segar untuk di taburi di pemakaman.


Di dalam perjalanan Mas Birru sekali-kali menatap rengganis.


"Sayang,apa kamu masih sangat mencintai Abymanyu?"Tanya Birru.


Rengganis menatap Mas Birru lekat,dan mengangguk.


" Mas...Mas Abymanyu itu akan selalu tersimpan di hati Ganis,Mas Aby sudah Ganis tempat kan di tempat terindah di hati Ganis,tempat kalian berbeda,tempat Mas Aby indah namun sudah tidak bisa lagi bersemi,sedang tempat untuk Mas Birru lebih indah dan akan selalu bersemi di hati Rengganis." Jawab Rengganis.


Mas Birru menggenggam tangan Rengganis,

__ADS_1


"Maaf ya sayang,pertanyaan Mas membuat mu sedih" Ucap Birru.


Rengganis menggeleng " Tidak Mas, Rengganis tahu maksud Mas,dan mudah- mudahan jawaban Rengganis membuat Mas Birru mengerti"


"Iya Mas mengerti,satu pertanyaan lagi Nis,berarti pas pernikahan itu apa kamu belum melakukan malam pertama Nis" Tanya Birru.


Rengganis pun menggeleng,


" waktu menikah Rengganis sedang datang bulan Mas,setelah datang bulan selesai Mas Aby begitu senang,namun Mas Aby harus bekerja hari itu,Aku sudah siap menjadi istri seutuhnya untuk Mas Aby,tapi kecelakaan itu membuat kita berpisah,pada hari itu juga mas Aby tiada setelah selesai oprasi" Jawab Rengganis dengan mata berkaca-kaca.


Birru mengusap kepala Rengganis,


"maafkan Mas membuatmu sedih".


"Hemmm,Allah begitu baik dengan Jones ini,bisa mendapatkan perawan Solehah sepertimu" Ledek Birru.


"Eh Mas sedang nyetir,nanti saja kita cubit cubitan nya di kamar saja Nis" Ledek Mas Birru lagi.


"Ih Mas ini selalu nya nakal" Ucap Ganis.


"Hehe tidak apa-apa lah godain istri sendiri ,,eh tapi kenapa sayang tidak jujur saja jika masih perawan" Tanya Birru.


Entah lah Birru merasa bahagia juga penasaran dengan keperawanan Rengganis.


"Ya mana ada yang percaya Mas apalagi dengan status Rengganis," Jawab Rengganis.

__ADS_1


Birru mengangguk mengerti.


Kini mereka sudah sampai di parkiran area pemakaman.Mereka pun memasuki area pemakaman.


Saat akan memasuki Birru dan Rengganis pun mengucapkan salam.


Assalaamu-'alaikum yaa ahlil qubuuri, yaghfirulloohu lanaa, wa lakum antum salafu-naa, wa nahnu bil atsari.


Artinya : Keselamatan untuk kalian wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian, sedangkan kalian telah mendahului kami, dan kami akan mengikuti kalian.


"Sayang lepas sandalnya,sini Mas yang bawakan" Ucap Birru.


Mereka pun melepaskan sandalnya dan membawa nya dengan tangan.


Setelah sampai di depan makam Mas Abymanyu mata Rengganis pun berkaca-kaca.


"Kita doakan Abymanyu dulu ya Nis,menghadaplah ke Kiblat sayang,Mas akan pimpin doanya,sambil berdiri saja" Ucap Mas Birru.


Mas Birru pun mulai melafadzkan doanya


“Allahummaghfir li Ahli Baqi’il gharqad.” Kemudian Mas Birru pun membacakan surat-surat pendek lain nya"


Setelah selesai berdoa Rengganis menaburkan bunga yang tadi ia beli,dan menyirami nya dengan air yang ia beli pula tadi.


"Sebaik-baiknya peringatan,adalah kematian,kita semua pasti akan menyusul mereka nanti,cepat atau lambat,perbanyak amal dan perdalam taqwa kita sayang,kematian itu seperti hujan.

__ADS_1


Hujan turun tidak pernah menunggu kita telah atau belum sedia payung. Demikian pula kematian, ia akan datang menjemput setiap saat, tak peduli kita telah atau belum siap menyambutnya." Ucap Albirruni.


Rengganis mengangguk tanda mengerti,tidak lama-lama,mereka langsung meninggalkan area pemakaman setelah selesai nyekar.mereka segera memasuki mobil dan bergegas kembali lagi ke rumah Papa Rafi.


__ADS_2