
Hafiz sedang turun dari tangga, Alisha langsung ke dapur saja membantu Mama menyiapkan sarapan.
Almira membawa Baby Ayyubi untuk membangunkan suaminya.
"Kak, Aku mau bangunkan Mas Azzam dulu, sini Ayyubi nya" Ucap Almira.
Almira langsung membawanya ke kamar.
Reihan ternyata masih tertidur dengan pulas nya.
"Ya ampun Mas, kamu lelah sekali apa bagaimana sudah jam 7 belum bangun juga" Gumam Alisha.
Baby Ayyubi yang memang sudah bisa merangkak di letakan di kasur.
"Sayang...bangunkan Om sana" Ucap Almira sambil tersenyum.
Baby Ayyubi begitu senang karena mengira itu Papahnya yang sedang tidur.
Ia langsung merangkak. Namun setelah melihat wajah Reihan Ayyubi seperti mengerti itu bukan papahnya.
Ayyubi naik ke dada Reihan, lalu memegang hidung Reihan, memukul rahang Reihan.
Almira tertawa kecil melihat tingkah Ayyubi.
Reihan mengerjapkan mata nya, ia tersenyum melihat Ayyubi berada di atasnya.
Baby Ayyubi ikuti tersenyum karena melihat Reihan tersenyum.
Reihan langsung terbangun dan mengangkat Ayyubi dalam pelukannya.
Almira tertawa cekikikan.
"Awas ya Humairah mengerjai Mas"
Almira langsung ikut bergabung dengan Reihan dan Ayyubi di atas ranjang.
Reihan menciumi Ayyubi, "Emmm...Soleh nya Om sudah pintar menggoda Om yah"
"Bau iler Om" Ucap Almira menirukan suara anak kecil.
"Kamu juga suka kan ilernya Mas" Ledek Reihan.
"Ih Mas Azzam ini jorok"
Reihan tertawa.
Reihan menggendong Ayyubi dan memeluk lengan Almira.
"Sayang rasanya bahagia sekali ya kalau nanti kita sudah punya baby"
Almira tersenyum lalu mengangguk.
Ponsel Almira berdering, ada panggilan masuk dari Riko.
Almira lamgsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum, hallo Rik ada apa?"
Mata Reihan langsung tertuju pada Almira yang memanggil "Rik"
"Waalaikumsalam, Mira maksud kamu foto di Instagram itu apa yah?"
"Hah foto apa?"
"Fotomu dengan laki-laki itu, semalam aku menelfonmu juga yang mengangkat laki-laki itu"
"Apa sih Rik, aku tidak mengerti"
__ADS_1
Almira masih belum faham dengan arah pembicaraan Riko karena Almira belum mengaktifkan internet pada ponselnya.
"Sini, Mas yang bicara"
"Jangan Mas, ini teman ku"
"Humairah, sini ponselmu" Ucap Reihan.
Almira akhirnya memberikan ponselnya pada Reihan.
"Riko kan saya sudah bilang jangan menelfon lagi, Almira sekarang istri saya"
Reihan langsung mengakhiri panggilan telfonnya. Almira tertegun mendengar Reihan berbicara seperti itu.
"Mas..."
"Mas tidak suka dia menelfonmu lagi, kamu sudah jadi milik Mas"
"Mas dia temanku"
"Iya Mas tahu, tapi dia menyukaimu, nanti jika kalian bertemu bilang padanya kamu sudah menjadi milik Mas Azzam"
Almira mengangguk.
Ia penasaran dengan ucapan Riko tentang foto laki-laki siapa itu. Ia mengaktifkan internet di ponselnya.
Begitu terkejutnya Almira ketika ada ratusan pesan masuk di watsapnya dan pilihan vidio call, lalu ratusan pemberitahuan juga di Instagram nya.
"Kok banyak sekali ini komentar di Instagram apa sih ini" Gumam Almira.
Almira membuka Instagramnya ternyata suaminya meng-upload foto bersama dirinya.
Teman-teman Almira begitu penasaran dengan Reihan.
"Mas...kamu mengapload foto kita"
"Hemmm"
"Ya Makanya itu mereka harus tahu, apalagi yang namanya Riko itu, dia harus tahu" Ucap Reihan dengan posesifnya.
"Iya Mas" Ucap Almira sambil menunduk.
"Sayang..Mas sangat mencintaimu, Mas ingin semuanya tahu kamu milik Mas, Mas khawatir istri Mas ini banyak yang suka, apalagi nanti akan jadi mahasiswa"
"Mas harusnya yang khawatir itu Mira, Mas tampan di kampus pasti banyak yang suka"
"Mas bisa jaga hati Mas"
"Mira juga bisa jaga hati Mira"
Reihan tersenyum.
Reihan yang masih menggendong Ayubi mencium Ayyubi.
"Anak Soleh, Om sangat mencintai Auntymu"
Ayyubi malah mencakar mulut Reihan.
"Aduh...Ayyubi...Om tidak bohong"
Ayyubi malah tertawa.
Tok..tok...
"Mir...sarapan dulu ayo" Ucap Mbak Ganis di depan pintu kamar Almira.
Almira membuka pintu kamarnya sambil menggendong Ayyubi.
__ADS_1
"Ayo makan dulu"
"Iya itu Mas Azzam sedang mencuci muka dulu mbak"
"Sini Ayyubi nya Mir,"
Almira memberikan Ayyubi pada Mbak Rengganis.
"Mas..Mira tunggu di meja makan ya"
"Iya sayang"
Almira mengikuti mbak Rengganis menuju meja makan. Ayyubi juga mau di suapi juga.
"Ayyubi makan apa itu Mbak"
"Bubur organik, mbak Buat sendiri, ini dari brokoli dan ikan salmon" Ucap Rengganis.
Ayyubi makan dengan lahap.
"Nanti kalau Mira sudah punya anak ajari Mira membuat bubur seperti ini ya Mbak"
"Iya tapi ingat yah, beri makan pada bayi saat umur nya sudah 6 bulan, sebelum 6 bulan cukup ASI saja atau susu formula"
"Memangnya kenapa mbak?"
"Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bulan ? Kalau jaman dulu umur 4 bulan saja sudah makan bahkan ada yang umur 1 bulan. Dan banyak yang berpendapat tidak masalah, si anak juga baik-baik saja.
Satu hal yang perlu diketahui bersama bahwa Zaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset-riset yang terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5 tahun yang lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun-tahun terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan setelah 6 bulan.
Mengapa umur 6 bulan adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?
Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan ekstra & besar dari berbagai penyakit.
Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
Saat bayi berumur 6 bulan ke atas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dan sebagainya baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.
Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur < 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
Menunda pemberian MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sarisari makanan yang belum sempurna.
Pada beberapa kasus yang ekstrem ada juga yang perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bulan."
"Oh seperti itu Mbak, ngeri juga yah mbak sampai ada yang di bedah segala"
"Iya makanya besok kalau punya anak ikuti petunjuk pakar kesehatan karena kita hidup di zaman sekarang, bukan zaman dulu lagi Mir"
Mira mengangguk tanda mengerti.
Reihan datang ke meja makan, keluarga Wijaya sarapan pagi bersama.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
[Jangan lupa like komen dan Vote,
Jangan lupa mampir juga yah di surat Cinta 2000]