
Pagi ini Rengganis dan Albirruni sudah bersiap-siap untuk pergi ke pantai Ngandong,tapi sebelum itu Rengganis mampir dulu ke makam ibu nya untuk nyekar.
Sesampainya di makam ibu nya,Albirruni segera memimpin doa,dan Rengganis mengamini lalu menyiramkan air yang sudah di siapkan ke tanah makam,lalu menaburkan bunga di makam ibu nya.
Rengganis terdiam lalu mengelus perutnya,
Ibu,lihat kah cucu ibu sebentar lagi akan hadir di dunia ini,Batin Rengganis.
Ibu Kau hapus semua air mataku
Dan tenangkan semua ketakutanku
Tak pernah lepas kecupan sayangmu
Kau bahkan mampu sembuhkan luka hatiku
Kau berikan cintamu tanpa harus berpikir dulu
Kau berikan petuah saat kau mendapatiku keliru
Namun kau berikanku pelukan tanpa harus beralasan
Kau peluk eratku tiap kali air mataku jadi tetesan
Kau berikanku berani berjalan sendiri
Kau berikanku cinta sejati yang kunikmati kini
Banyak hal yang kau alami dan ajarkan
Cintamu murni dan sulit terpalsukan
Ibu
Kau adalah anugerah Tuhan terbesarku
Hanya Dia yang mampu balas semua kasihmu
Hiks hiks...Rengganis menenggelamkan kepalanya di dada Albirruni.
"Mas Aku rindu sekali dengan Ibu,ya Allah sangat rindu Mas"
Birru mengelus kepala Rengganis, "Iya sayang,Mas tahu perasaan mu,terus doakan ibu yah, sudah jangan sedih lagi,kasihan dede bayi"
"Ibu pasti sangat senang dengan kehadiran anak kita nanti"
"Iya sayang pastinya,kita hanya bisa mendoakan ya,sudah sudah,ayo pulang katanya mau ke pantai"
Rengganis dan Albirruni meninggalkan makam lalu menuju Pantai Ngandong sesuai kemauan Rengganis.
__ADS_1
Rengganis dan Albirruni menggunakan mobil Bapak untuk berjalan-jalan selama di Jogja.
Mereka menggunakan Google Maps untuk di jadikan petunjuk jalan menuju Pantai Ngandong.
Akhirnya mereka sampai juga di pantai Ngandong,Rengganis begitu senang dengan udara pantai penuh angin walaupun panas.
Hamparan pasir putih yang lembut di Pantai Ngandong dan ombak yang tidak terlalu besar, teduh dengan pulau di depan pantai menjadikan betah berlama-lama menikmati pemandangan indah ini. Pantai Ngandong hanyalah pantai baru di Jogja yang kecil jika dibandingkan dengan pantai-pantai di Gunungkidul lainnya.
Pantai ngandong termasuk pantai yang landai yang sangat bersahabat untuk dijadikan tempat bermain bahkan bagi anak anak sekalipun, dengan airnya yang tenang sangat aman untuk sekedar berenang dan bermain air saja. Jadi sangatlah cocok keberadaan pantai ini sebagai tempat wisata keluarga.
Sebagai bagian dari wisata pantai Gunung kidul yang sedang digalakkan pengembangannya, pengelola pantai ini pun jeli memanfaatkan keberadaan pantai ini untuk menarik wisatawan. Dengan menyediakan beberapa tempat duduk sebagai tempat untuk menikmati keberadaan dan pemandangan indah pantai tersebut.
Naik perahu bersama nelayan pastilah merupakan pengalaman yang sangat mengesankan dan kita dapat menjumpai keberadaan air tawar yang menyembul dari dasar laut setelah kita berlayar kurang lebih 15 menitan kearah timur dari pantai ngandong ini. Dan tempat air ini merupakan tempat berkumpulnya ikan.
Jadi bagi anda yang senang memancing jangan sia-siakan kesempatan ini untuk memperoleh ikan sebanyak-banyaknya.
Rengganis begitu menikmati pemandangan pantai andong yang masih bersih,pasir putihnya juga sangat bersih.
Albirruni dan Rengganis mencoba memancing bersama nelayan,air laut yang sangat bersih menjadikan mereka begitu mudah melihat-lihat ikan yang ada di dalam laut.
Setelah selesai memancing Rengganis dan Albirruni menuju restauran di dekat pantai,di sana banyak menghidangkan menu seafood kesukaan Rengganis.
Rengganis memesan udang saus Padang,dan kepiting saus Padang juga,mereka juga memesan kelapa muda yang masih fresh.
Rengganis dan Albirruni berselfi sambil menunggu makanan nya datang.
Albirruni dan Rengganis langsung melihat seseorang yang memanggilnya.
"Siapa ya?" Tanya Albirruni.
"Ih tega sekali kamu Al lupa sama Aku,Aku sela,yang dulu eskul musik bareng"
"Sela...sela yang tomboy itu?"
"Iya ini Aku"
"Ya Allah,maaf sel lupa,soalnya sekarang sudah tidak tomboy lagi sepertinya"
Sela tersenyum,"kamu sedang apa disini Al?"
"Ini aku jalan-jalan dengan istriku"
"Oh ini istrimu"
Sela dan Rengganis bersalaman.
"Rengganis"
"Sela"
__ADS_1
"Kamu sedang apa di sini sel?"
"Ini usaha aku yang sekarang,usaha restauran disini"
"Wah hebat yah"
"Pasti lebih hebat kamu lah,pengusaha muda berbakat"
"Ah tidak Aku hanya usaha kecil-kecilan saja"
"Kamu Usaha di sini juga Al?"
"Tidak,kantor ku di Surabaya,ini hanya menemani istriku,kangen dengan orang tua nya"
"Wah,penyayang istri ya berarti kamu"
"Jelas lah"
"Dulu padahal kamu terkenal cuek dan jauh dari wanita,eh ternyata sekarang sudah punya istri"
"Hehe,ya mungkin dulu belum ketemu aja sel"
"Mbak Rengganis kerja dimana?" Tanya sela.
"Di rumah saja Mbak,tidak boleh bekerja dulu karena sedang hamil" Ucap Rengganis.
"Eh nanti setelah melahirkan juga urus anak-anak saja sayang,jangan bekerja lagi yah" Ucap Mas Birru.
"Iya Mas,Ganis nurut saja"
"Kalian satu kampus atau bagaimana,kok bisa kenal dan menikah kan Jogja dan surabaya lumayan jauh" Tanya Sela.
"Kami bertemu tidak sengaja,Kenal tidak sengaja,terus saling mencintai,tiba-tiba di jodohkan tidak sengaja juga oleh orang tua kita berdua" Ucap Birru.
"Mas aku ke toilet dulu yah" Ucap Ganis.
"Iya sayang"
Rengganis dengan kehamilan yang semakin membesar menjadikannya sering buang air kecil.
Rengganis menuju toilet membiarkan Sela dan Mas Birru mengobrol lagi.
Selesai dari toilet Rengganis segera menuju meja makan nya kembali,dari jauh Rengganis masih melihat Mas Birru mengobrol dengan Sela.
Semakin dekat terdengar Mas Birru berbicara dengan muka serius.
"Mau jadi pacarku"
Seketika itu juga Rengganis berhenti berjalan,entahlah seakan dunia runtuh porak poranda,hatinya begitu hancur.
__ADS_1