
Haduh,Mas Azzam sudah pulang,Haduh harus nya tadi aku langsung pulang saja,bagaimana ini,Aku malu.Batin Almira.
Reihan nampak akan menuju ruang makan bersama Umminya.
"Haduh Bagaimana ini"
Almira lalu berjongkok di bawah kursi meja makan.
Ummi memanggil Almira.
"Mir...Mira"
"Hah,Mira siapa Ummi,nambah ART lagi Mi?"
Hah,Dasar Mas Azzam,Masa Mira di kira Art sih,Batin Almira di bawah kursi.
"Eh,Mira Gadis kecilmu itu?"
"Hah,Almira Mi?"
Ummi mengangguk,
Reihan begitu senang,"Dimana Mi,kok bisa Humairah disini?"
Ummi tidak menjawab Reihan,Ia mencari Almira.
Ummi melihat Almira sedang berjongkok di belakang kursi.
"Mira kamu sedang apa di situ?" Tanya Ummi.
Almira langsung berdiri menunduk meremas jemari nya.
Reihan tertawa lirih, "Humairah,kamu sedang apa disitu?"
"Sedang ngobrol sama semut" Celetuk Almira.
"Kok bisa ada disini?" Tanya Reihan.
"Tadi Mira menolong Ummi Rey" Ucap Ummi sambil mengerlingkan Mata nya.
Ya ampun Ummi iseng sekali,Batin Reihan.
"Reihan kemari duduk,Sini Mir duduk juga" Ucap Ummi.
Mereka duduk di meja makan bersama.
"Mira tadi buatkan Ummi pecel lhoo Rey" Ucap Ummi.
"Wah,kamu bisa masak Mir"
" Ya kalau hanya pecel mah gampang Mas"
"Ummi mau lagi Mir"
"Mira ambilkan ya Mi"
Mira menyentong nasi juga pecel nya di piring untuk Ummi.
"Mas Azzam mau juga Mas," Ucap Almira menawarkan pada Mas Azzam.
__ADS_1
Reihan mengangguk.
Almira menyentong kan nasi juga dan pecelnya kedalam piring untuk Reihan.
Reihan terus menatap Almira.
"Bahagia nya jika setiap hari ada istri yang menghidangkan makanan seperti ini" Ucap Reihan.
"Ya menikah lah Mas,sepertinya Mas Azzam sudah siap lahir batin itu" Ucap Almira.
"Kamu nya masih belum mau sih"
Almira terdiam,lalu menatap Ummi.
"Ummi,Mas Azzam selalu begitu terus meledek Almira,Carikan Dia gadis Mi,sepertinya sudah ngebet nikah tuh"
Reihan menepuk kening nya.
"Oh ya nanti Ummi lamaran gadis untuknya tenang saja" Ucap Ummi sambil mengerlingkan kembali mata nya pada Reihan.
Reihan tersenyum tahu maksud Ummi.
"Mira,seandainya ada pemuda Soleh yang baik hati,misal melamar Mira,Apakah Mira akan menerima?"
"Hemm,untuk sekarang ini tidak mungkin lah Ummi,mana ada yang mau dengan Aku yang selalu di anggap masih kecil ini" Jawab Almira.
"Ummi kan bertanya seandainya"
"Oh,jika yang melamar pemuda Soleh,baik,mapan ya Almira mau sekali lah"
"Memang tidak apa-apa jika harus menikah muda nantinya?"
"Bagus juga pemikiran mu"
"Ummi,teman seangkatan Almira banyak sekali yang harus putus sekolah gara-gara terjerat pergaulan bebas,mana pasangan nya sama-sama masih sekolah,lalu hamil di luar nikah,setelah itu bingung menghidupi anaknya bagaimana karena laki-laki nya juga belum tamat sekolah,kasihan Mi"
"Iya,menjaga anak di zaman sekarang ini memang susah ya Mir,banyak pergaulan bebas dimana-mana, harus pandai-pandai memilih teman juga"
"Iya makanya itu Mi,Almira lebih memilih menikah muda,seandainya ada yang melamar,Almira lebih memilih di ambil dengan baik-baik,di restui orang tua,banyak di doakan orang,rumah tangga juga pasti berkah kan Mi,kalau seandainya seperti yang teman Mira lakukan itu,orang tua murka,boro-boro dapat doa,bagaimana keadaan rumah tangga nanti,kan kasihan"
"Syukurlah kalau Mira berfikir seperti itu,"
Almira tersenyum,Ummi pun juga tersenyum.
"Ummi ambil peyek dulu yah,enak kalau di makan sama pecel ini",
" Rey saja Mi,ada dimana peyek nya"
"Ada di toples di bufet situ Rey"
Reihan mengambil peyek nya lalu mereka makan bersama.
Setelah selesai makan mereka kembali berbincang.
"Mira,menurut mu Reihan itu seperti apa?"
"Ummi,Kok bertanya ke Almira sih" Ucap Reihan.
"Mas Azzam itu baik kok Mi,suka traktir Mira,Soleh juga,pekerja keras sepertinya,kata kak Alisha sih Mas Azzam seperti batu es,tapi sepertinya tidak deh,malah Mas Azzam itu suka sekali gombalin Mira" Ucap Mira dengan polosnya.
__ADS_1
Ummi tertawa mendengar penuturan Almira tentang penilian Azzam.
"Menurut Mira wanita yang cocok untuk Reihan itu seperti apa?"
"Seperti Ummi lah,Soalnya Mas Azzam begitu nyaman dengan Ummi"
"Bukan maksudnya sifatnya yang seperti apa?" Tanya Ummi.
"Solehah,baik,yang buat Mas Azzam nyaman,yang buat Mas Azzam mencari," Ledek Almira sambil melirik Mas Azzam.
Reihan beranjak dari tempat duduknya,lalu menghampiri Almira.
"Tidak perlu di jabarkan terlalu panjang,yang pasti yang cocok dengan Mas ya Humairah nya Mas" Ucap Reihan,ia lalu langsung berjalan ke kamar nya untuk mandi.
Wajah Almira langsung bersemu merah.
Ih,Dia suka sekali seperti itu,apa benar yah Mas Azzam suka Mira,Ah tapi masa sih,Masa selera Mas Azzam seperti Mira,Batin Mira.
"Rey Mau Mandi" Teriak Reihan.
Ummi tertawa lirih mendengar pengakuan anaknya yang terang-terangan itu,namun melihat Almira yang masih polos belum menyadari pengakuan Reihan menjadikan Ummi semakin gemas dan harus bertindak sendiri sepertinya.
Setelah selesai mandi dan berganti baju dengan baju rumahan Reihan keluar dari kamarnya,Reihan lalu menuju ruang TV,disana Ummi dan Almira masih berbincang.
"Rey,Antar Almira pulang Rey"
Reihan duduk di sebelah Ummi nya,
"Almira menginap saja disini" Ledek Reihan pada Umminya sambil berbisik.
Ummi langsung menabok lengan Reihan.
"Sabar,awas kalau macam-macam"
Reihan langsung tertawa, "Tidak Ummi,hanya bercanda,Ummi masa tidak percaya dengan Reihan"
Ummi tersenyum,Ia tahu sekali Reihan sangat sopan pada perempuan karena Reihan pun sangat menyayangi Umminya,perempuan itu melambangkan Ummi nya,harus di jaga dan di hormati.
Akhirnya Reihan mengantar Almira ke rumah nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan Lupa,like,komen dan Vote,Vote Vote yah.