Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Penjelasan Surat


__ADS_3

Reihan mencari Almira di kelasnya namun tidak menemukannya. Reihan bertanya pada teman Almira, ternyata Almira sudah pulang dari tadi, Almira tidak mengikuti jam kuliah setelah Dzuhur.


Haduh, kemana lagi ini Humaira, Batin Reihan.


Reihan langsung saja pulang ke rumah, tidak pergi ke restoran nya karena baginya Almira lebih penting, apalagi Almira sedang menjalani pengobatan.


Sesampainya di rumah Reihan langsung berlari masuk kedalam kamarnya, ternyata Almira tidak ada juga di dalam kamarnya, tapi Reihan melihat ada tas Almira di atas ranjang.


Ia lalu pergi mencari Almira di setiap sudut rumah, terlihat Almira sedang di dapur menggunakan epron memegang mixer.


Karena suasana rumah sepi, mungkin Mbak Rengganis dan Mama sedang tidur siang.


Reihan langsung menghampiri Almira, lalu memeluknya dari belakang.


"Humairah maafkan Mas"


Almira langsung terlonjak kaget karena ada tangan besar yang melingkar di perutnya.


"Eh Mas..."


"Maafkan Mas Humairah"


Almira tersenyum lalu mencolek adonan kue nya ke pipi Reihan.


Reihan ikut tersenyum, ia merasa lega karena istrinya sudah tidak marah lagi.


"Sudah tidak marah lagi?"


Almira menggeleng, Reihan langsung mengecup pipi Almira.


"Sedang membuat apa?"


" Membuat bolu pandan untuk Mas"


Reihan masih mengeratkan pelukannya.


"Ehmmm" Mbak Rengganis berdehem melihat adegan mesra Reihan dan Almira.


"Eh Mbak Ganis" Reihan tersenyum kuda, malu tapi terlanjur.


"Siang bolong saja mesra sekali, apalagi kalau malam yah" Ledek Mbak Rengganis.


Reihan melepaskan pelukannya pada Almira, lalu melangkah mundur.


"Ya sudah Mas mandi dulu ya sebentar yah"


Almira mengangguk, Almira lalu menuangkan adonannya ke dalam loyang, setelah itu memasukannya ke dalam oven.


"Duduklah, Biar Mbak saja nanti yang meniriskan jika sudah matang"

__ADS_1


" Terimakasih ya mbak, Aku mau ke kamar dulu"


"Iya"


Almira langsung ke kamarnya, Almira menunggu Reihan keluar dari kamar mandi, ketika Reihan keluar, ia sudah memakai baju lengkap, Reihan menghampiri Almira. Mereka duduk di tepi ranjang.


"Sayang, kue nya masih lama ya?"


"Sebentar lagi Mas, Mas ceritakan aku tentang surat yang terselip itu"


Reihan bernafas dalam-dalam, ia mulai menceritakan perihal surat itu.


" Itu dari anak bibi, namanya Nisa, kita saudara jauh, dia sekarang study di Kairo, dulu bibi sangat menginginkan kami berjodoh, tapi Mas tidak mau karena Mas hanya menganggapnya adik, namun Nisa lain, ia begitu merespon ketika bibi berniat menjodohkan kira berdua"


"Lalu?"


"Ya sudah, akhirnya Mas menemukan jodoh Mas sendiri kan, Mas menikahimu"


"Tapi surat itu seperti baru kemarin-kemarin"


"Dia selalu mengirim surat setiap pekan ke kampus, karena sebelum berangkat ke kairo dia tahu Mas mengajar di kampus itu"


"Iya dia belum tahu kalau Mas sudah menikah, karena Mas tidak pernah membalas suratnya"


"Dia pasti Solehah, karena belajar agama sampai Mesir sana"


"Sudahlah jangan memikirkan orang lain" Ucap Reihan sambil beranjak dari ranjang hendak mengambil sisir di meja rias.


Deg...


Jantung Reihan seakan berdetak lebih cepat ketika mendengar perkataan Almira yang sangat konyol itu.


"Tidak" Reihan menjawabnya lantang sehingga membuat Almira terkejut.


Reihan tidak jadi mengambil sisirnya, ia kembali menghampiri Almira.


Ia bersimpuh di pangkuan Almira.


"Jangan pernah katakan itu Humaira, jangan paksa aku untuk mencintai wanita lain, apalagi menebar benih pada rahim wanita lain" Mata Reihan berkaca-kaca.


"Mas bangun Mas jangan seperti ini," Almira memegang lengan Reihan agar Reihan ikut duduk saja di ranjang.


Reihan bangkit lalu duduk di ranjang.


"Jangan pernah berfikir kesana Humairah, fikirkan tentang kita saja, tentang cinta kita, tentang rumah tangga kita yang bertujuan menuju Jannahnya, jangan berfikir macam-macam"


Almira memeluk Reihan " Maafkan Aku Mas, aku berfikir itu yang terbaik untuk kita"


"Itu menyakiti Mas, jangan katakan lagi"

__ADS_1


"Iya maafkan Aku"


Tok...tok...


"Mira...kue nya sudah matang Dek, sudah Mbak tiriskan ya Dek " Mbak Rengganis langsung ke atas untuk melihat Ayyubi yang sedang tidur siang.


"Iya Mbak"


Almira melepaskan pelukannya, lalu bergegas menuju dapur menghidangkan kuenya untuk Reihan.


.


.


.


.


.


.


.


***


Iklan


Readers : Thor kenapa ga dari dulu ada iklan nya? Aku suka iklannya Thor.


Author : Bayar iklan mehol tau 😁 Vote yang banyak dong buat bayar iklan nya.


Readers: Udah kita Vote sama like kok Thor.


Author : Good...berarti kalian type pembaca yang baik hati dan rajin sedekah, soalnya banyak juga type pembaca yang tak kasat mata.


Readers: Maksudnya Thor, hantu gitu?


Author : Iya, cuma baca doang, ga mau komen, like apa lagi Vote, padahal nyang baca 50 rb, Nyang like cuma 1rb doang, kan syedih akoh 😭😭


Readers : Sa' Ae lu Thor, kan gue jadi tersungging nih


Author : Makanya like dong, kan cuma tekan icon jempol doang itu Nyang bawah, di bawah tulisan nya lhoo bukan di bawah kolor,itu mah sukaan author sebelum bobo, eh....Nyasar..😁


***


Mario Tegap : Rumah tangga itu di jalani berdua, jika terjadi masalah selesaikan berdua dengan diskusi berdua, karena laki-laki dan perempuan kadang memiliki pola pikir yang berbeda, ambil jalan tengahnya, jangan mengambil keputusan sendiri atau sepihak karena pasti salah satunya akan merasa tidak di hargai atau tersakiti.


[ like nya dong...like...gratis...gratis...tambahin Vote juga boleh, seneng malah]

__ADS_1


Salam sayang,


@Santypuji


__ADS_2