
"Kenapa Mas begitu yakin dengan Mira Mas?" Tanya Almira.
"Karena kamu jawaban dari istikharah ku"
Almira menatap Reihan.
"Kapan Mas istikharah?"
"Sebelum Mas mengenalmu"
"Maksudnya?"
"Waktu itu Mas di desak Ummi dan Aby untuk segera menikah,tapi Mas tidak mempunyai calon,jadi Ummi dan Aby berniat akan menjodohkan Mas,ada beberapa foto yang mereka berikan pada Mas,akhirnya untuk meyakinkan Mas,Mas lalu sholat istikharah, dan kamu tahu Mas memimpikanmu sampai 3x,Mas bingung,padahal dari foto itu tidak ada yang wajahnya sepertimu.
Akhirnya Mas tidak bisa yakin dengan perjodohan itu,Mas akhirnya meminta waktu lagi pada Aby dan Ummi"
"Lalu bagaimana lagi Mas?"
"Lalu beberapa bulan kemudian ada dosen yang mirip dengan perempuan yang ada di mimpi Mas,yaitu Alisha kakakmu,tapi Mas tidak yakin juga karena dalam mimpi itu Mas memanggilmu Humairah,bukan Alisha.
Saat kita berpapasan di restoran waktu itu,Mas begitu terkejut ketika melihatmu,apalagi saat tahu ternyata kamu adiknya Alisha,saat itu juga Mas memimpikan mu terus di pertemuan pertama kita,Mas terkejut kembali saat melihat name tag di seragam mu,Alisha Humaira, Mas jadi semakin yakin itu kamu"
Almira berkaca-kaca mendengar penjelasan Reihan.Almira sebenarnya juga yakin bahwa Reihan akan membimbing nya dengan baik,tapi Almira juga memikirkan keluarganya apakah setuju.
"Mas,Mira belum lulus,Mira juga masih ingin menggapai cita-cita Mira,Mira ingin pandai memasak dan membuka toko kue Mas"
"Mas akan menunggumu lulus Ya Humairah, masalah cita-cita Mas akan mendukungmu"
"Memang tidak apa-apa jika nanti Almira merangkap sebagai istri,sebagai pembuat kue dan sebagai ibu rumah tangga?"
"Ya tidak apa-apa, bukankah wanita itu multi peran,kenapa mesti harus memilih salah satu saja,yang terpenting Mira jangan melupakan untuk menjadi istri yang baik,yaitu mendapat ridho dari Mas"
Almira mengangguk.
"Jadi?"
"Jadi apa?"
"Setuju tidak?"
"Terserah Mama Papa Mas"
Reihan tersenyum,Ia merasa mendapat lampu hijau dari Almira.
"Rey,Mira,kenapa berdiri disitu terus,kalian sedamg membicarakan apa?serius sekali?" Ucap Ummi.
"Humairah aku ingin bicara dengan Ummi dulu yah"
Almira mengangguk,lalu Ia berjalan menuju Alisha dan Hafiz yang sedang berada di tengah-tengah keluarga besarnya.
Reihan menghampiri Ummi.
"Ummi Reihan Mau bicara Mi"
"Ada Apa Rey?"
"Ummi lamarkan Almira untuk Rey"
Ummi menepuk lengan Reihan.
"Kamu ini,melamar tidak semudah itu,kita kesini tidak membawa apa-apa, kamu tidak lihat prosesi lamaran seperti tadi itu ada banyak hal yang harus di persiapkan"
"Tapi Mi,Reihan juga ingin menikah," Rengek Reihan.
Ummi tersenyum.
"Ayolah Mi,please,bantu Reihan"
"Eh Rey,kamu kenapa menarik-narik tangan Ummi mu" Tanya Aby yang tiba-tiba menghampiri mereka.
"Ini lhoo By,Reihan ngebet kawin" Ledek Ummi.
"Lhoo,yang lamaran mereka,kenapa kamu yang ngebet kawin?" Ledek juga Aby.
__ADS_1
"Ih kalian ini,bukan nya membantu Reihan malah meledek Reihan." Ucap Reihan.
"Duduk lah Anak bontot Aby,dengarkan Aby,
Setiap wanita tentunya mendambakan suami yang memberinya ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan keluarga.
Islam memberikan kebebasan pada setiap wanita untuk menentukan calon suaminya tanpa adanya paksaan dengan tetap berpegang pada ajaran agama.
Islam mengajarkan untuk berhati hati dalam menentukan pendamping hidup karena kehidupan keluarga bukan hanya untuk satu dua tahun tetapi diniatkan untuk selama lamanya hingga akhir hayat dan di akherat nanti.
Apakah Kamu sudah menyiapkan bekal untuk ke depan,pernikahan bukan ajang perlombaan Reihan.Pernikahan itu perjalanan panjang,dan kita harus punya bekal,Almira ataupun keluarga Wijaya pasti mendambakan menantu yang baik,yang tidak sembarangan,karena mereka akan melepaskan anak perempuan nya"
"Lalu apa bekal yang harus Reihan siapkan Aby"
"Dengarkan Aby,jika kamu sudah memenuhi kriteria yang Aby katakan,maka Aby akan mengizinkanmu melamar Almira"
Reihan mengangguk,Aby lalu menyebutkan beberapa bekal untuk menjadi imam yang pantas untuk istri,atau menjadi suami idaman.
Almira adalah wanita muslimah Jelas bahwa wanita muslimah hendaknya memilih calon suami berdasarkan agama nya, seperti firman Allah berikut,
وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ
“Janganlah kamu menikahkan orang orang musyrik dengan wanita wanitamu sebelum mereka beriman …” (QS. al-Baqarah : 221).
Pernikahan dengan lelaki musyrik tidak di ridhoi Allah dan tidak sah secara agama, seumur hidup akan berada dalam zina dan tidak diterima amal perbuatan nya. karena itu pilihlah lelaki yang beragama islam agar nantinya dapat menuntun ke surga.
Sholeh.
Sholeh artinya taat dalam beragama, lelaki yang sholeh yaitu yang baik perilaku dan tutur kata nya yang merupakan ciri ciri laki laki sholeh menurut islam, menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya.
Rajin Beribadah.
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“… sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”. (QS. al-Hujuraat : 13).
Tidak masalah seorang calon suami terkurang sedikit dari sisi keduniaannya tetapi lebih dari sisi agama nya karena calon suami rajin beribadah memiliki tempat mulia di mata Allah dan nantinya dapat mengajarkan amal kebaikan kepada istri dan anak anaknya.
“Yang paling baik dantara kalian adalah yang paling baik kepada istri nya”. (HR Turmudzi).
Calon suami yang baik adalah yang bisa menjaga dirinya untuk seseorang yang menjadi istrinya kelak, senantiasa menjaga sikap dan pandangan karena dia paham Allah mengawasi dimanapun berada.
Ciri lelaki setia ialah dia mampu menjaga pandangan nya, berteman secara wajar dengan lawan jenis, dan tidak berlebihan dalam mengagumi atau menceritakan wanita lain kepada istri nya kelak.
Memiliki Pemahaman Agama yang Lebih Baik.
Rumah tangga dibangun dengan dasar ilmu agama, pastikan calon suami memiliki ilmu agama islam dan berbagai syariat di dalam nya. Lelaki yang cerdas agama nya tentu akan mampu bertindak sesuai aturan islam dalam kesehariannya.
Minimal ialah dia memiliki pemahaman agama yang setara dengan wanitanya karena dia lah yang nantinya menjadi pemimpin dalam keluarga.
Berbakti Pada Orang Tua.
Rasulullah bersabda: “Berbaktilah pada orang tua kalian, niscaya kelak anak anak kalian akan berbakti kepada kalian”. (HR Ibnu Umar RA).
Berbakti pada kedua orang tua adalah salah satu jalan masuk surga, jika anda memiliki calon suami yang menghormati dan bertutur kata lemah lembut pada kedua orang tua nya, maka seperti itulah kelak ia akan bersikap pada istri dan anak anaknya.
Hal itu merupakan cerminan bagaimana dia memperlakukan keluarganya. dalil berbakti kepada orang tua sebagai penguat bahwa betapa penting menghormati mereka.
Pandai Menjaga Diri.
Calon suami yang baik ialah yang mampu menjaga diri nya dari perbuatan maksiat. Tidak memanfaatkan kelebihan yang dimiliki untuk keburukan.
Contohnya jika ada lelaki yang memiliki kelebihan dalam hal rejeki, ilmu, atau rupa secara fisik dimana dia memiliki peluang untuk berbuat maksiat dengan hal tersebut.
Seperti menghambur hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, memanfaatkan ilmu untuk menipu orang lain, atau memanfaatkan wajah rupawan nya untuk mendekati gadis gadis demi kesenangan belaka.
Lelaki yang baik akan tetap menjaga diri demi calon istri nya kelak. Lelaki yang menjauhi maksiat tentu akan mengajarkan keluarga nya untuk tidak berbuat maksiat pula. Lelaki seperti ini akan menjauhkan dari hal hal yang buruk dan mendekatkan pada kebaikan.
Berkemampuan
Sebagaimana sabda Rasulullah berikut: “Wahai pemuda pemuda sesiapa diantara kamu bernikah, maka hendaklah ia bernikah, tetapi sesiapa yang tidak mampu hendaklah berpuasa karena puasa itu menahan nafsu”. (HR Ahmad Bukhari dan Muslim).
Mampu yang dimaksudkan ialah berupaya memberikan tempat tinggal, kebutuhan hidup seperti makanan sehari hari dan pakaian untuk menutup aurat.
__ADS_1
Calon suami yang baik menurut islam akan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik untuk istri dan keluarga nya dan menjadikan pernikahan sebagai jalan untuk ibadah kepada Allah.
Bertanggung Jawab.
Tanggung jawab berhubungan dengan peran nya kelak sebagai kepala keluarga yang memiliki kewajiban memberi nafkah lahir batin dan mendidik istri serta keluarga nya.
Lelaki dengan karakter ini senantiasa menginginkan kemajuan dan berfikir jauh ke depan, dia sosok yang mempunyai tujuan jelas akan dibawa kemana kah keluarga nya.
Tanggung jawab dalam hal ini bukan hanya persoalan keuangan belaka, tetapi juga memberikan kasih sayang dan menuntun keluarga nya menjadi manusia yang lebih baik.
Contohnya bekerja dengan sungguh sungguh dan memberikan ilmu pada istrinya agar istrinya juga menjadi wanita yang lebih cerdas. Laki laki yang bertanggung jawab mampu memegang komitmen sesuai janji pernikahan yang diucapkannya.
Berjiwa Pemimpin.
Seorang lelaki sudah ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi kepala keluarga dengan kekuatannya akan melindungi istri dan anak anaknya agar mendapat keselamatan di dunia dan di akherat. Lelaki yang berjiwa pemimpin akan dihargai dan dihormati oleh keluarganya.
Jiwa kepemimpinan dapat dilihat dari kesehariannya, bagaimana dia berhubungan dengan orang lain, semangat nya dalam bekerja, bagaimana dia mengambil keputusan, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.
Bersikap Adil
Sikap adil akan menjadikan keluarga menjadi harmonis, dia tidak akan menzalimi keluarganya karena memahami bahwa kelak akan dimintai pertanggung jawaban di akherat.
Adil yang dimaksud disini ialah memberi porsi yang sesuai dalam hal apapun dintaranya nafkah lahir dan batin, kasih sayang, pembagian tugas, serta waktu.
Sesibuk apapun seorang lelaki jika dia memiliki sifat adil, dia akan tetap meluangkan waktu untuk istri dan anak anak yang dicintai nya karena dia mengerti keluarga juga membutuhkan kehadiran, komunikasi, dan kasih sayang, bukan hanya uang belaka. Seorang lelaki harus ampu berbuat adil sesuai firman Allah berikut,
وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“… dan berlaku adil lah, sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang berlaku adil”. (QS. al-Hujarat : 9)
Bersikap dan Bertutur Kata Lemah Lembut.
Dalam kitab shahihnya no 2594 dari Aisyah Rasulullah bersabda: “Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi dengan kelembutan akan nampak indah”.
Sering dijumpai dalam kehidupan keluarga adanya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang dilakukan suami kepada istri nya.
Mulai dari kekerasan dalam bentuk kata kata hingga fisik bahkan menghilangkan nyawa. Hal itu terjadi karena miskin nya ilmu agama yang dimiliki dan kebiasaan bertindak kasar.
Calon suami yang baik adalah yang bersikap lembut dan memperlakukan wanita dengan baik, menghargai wanita dengan tidak menyentuhnya sebelum menjadi muhrim serta bertutur kata sopan, kalimat nya senantiasa berisi kata kata kebaikan atau nasehat, bukan kalimat kalimat pujian yang hanya mengarah pada hawa nafsu.
Hati hati pada lelaki yang bersikap kasar bahkan sebelum anda menjadi muhrimnya, bisa jadi seperti itulah karakter nya dalam kehidupan rumah tangga nantinya.
Berkeinginan Memiliki Keturunan dan Subur
“Dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu yaitu anak”. (QS. al-Baqarah : 187).
Salah satu tujuan pernikahan ialah memiliki keturunan, jika seorang lelaki menikah hanya karena nafsu belaka dan tidak bersedia memiliki keturunan dengan alasan tidak mau menambah beban dsb maka dia bukan calon suami yang baik menurut islam.
Keluarga akan menjadi lebih berwarna dengan hadirnya anak, antara suami dan istri harus saling bekerja sama untuk bisa memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah sehingga nantinya bisa mendoakan kedua orang tuanya.
Memberi Kepercayaan
Rumah tangga adalah kehidupan dua insan dimana di dalamya terdapat begitu banyak interaksi dalam kebersamaan. Dibutuhkan kepercayaan satu sama lain agar segala urusan berjalan dengan nyaman.
Calon suami yang baik adalah yang bisa memberi kepercayaan pada istrinya, diantaranya kepercayaan dalam mengurus keuangan dan mengurus rumah serta anka anak. Lelaki yang tidak percaya pada istrinya tentu akan menciptakan sikap yang tidak terbuka sehingga tidak ada kedekatan antara keduanya.
Tidak Kikir (suka ber sedekah)
Firman Allah dalam surat Al-Hadid ayat 18:
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”
Kikir memiliki arti yang luas, dalam kehidupan sehari hari dapat dilihat misalnya lelaki yang memiliki karir atau rejeki lebih tetapi membiarkan kedua orang tua nya hidup dalam kesusahan, lelaki tersebut tidak layak dijadikan suami.
Aby menjelaskan panjang lebar,Reihan tersenyum.
"Kenapa tersenyum?" Tanya Ummi.
"Semua kriteria sudah ada dalam diri Reihan,sudah tinggal nikahkan saja Ummi" Ucap Reihan dengan penuh percaya diri.
"Benar-benar ya ini anak ngebet kawin"
__ADS_1