Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Galata Bridge


__ADS_3

Sudah hampir sore,Rengganis dan Albirruni menikmati pemandangan di Galata Tower.


Pak Anton mengajak Rengganis dan Albirruni menuju tempat selanjutnya,yaitu Galata Bridge.


Galata Bridge atau Jembatan Galata adalah salah satu tempat wisata di Turki yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Ketika melintasi jembatan yang dibangun pada tahun 1836 ini,akan melihat pemandangan yang menyuguhkan dua sisi berbeda yaitu bangunan bergaya Eropa dan juga Asia.


Yang unik dari jembatan ini adalah bahwa jembatan ini terdiri dari 2 tingkat. Bagian atas jembatan digunakan untuk transportasi kendaraan dan pejalan kaki, sedangkan tingkat bawah dipenuhi dengan cafe dan juga restoran yang sudah dibuka untuk umum sejak tahun 2003.


Jika ingin melihat pemandangan dari jembatan ini, sore dan malam hari adalah waktu yang terbaik. Biasanya saat sore tiba, jembatan ini akan lebih dipadati pengunjung. Disini bisa mengisi perut sembari ditemani pemandangan sunset yang menakjubkan.


***


Sesampainya di Galata bridge Rengganis dan Albirruni di suguhkan dengan pemandangan yang sangat indah,melihat sunset dan menikmati makanan yang ada di restauran yang ada di bawah jembatan,Kuliner yang paling populer di Galata Bridge adalah Balik Ekmek, sejenis snack yang terbuat dari ikan panggang dan roti.


Pak Anton memilih meja terpisah dari Rengganis dan Albirruni, Pak Anton tahu betul pasangan bulan madu ini pastinya ingin banyak mengekspresikan kasih sayang hanya berdua.


"Tidak salah ya Mas,Aku ingin datang kesini,semuanya indah" Ucap Rengganis.


"Kemana pun Ganis ingin pergi,Mas akan usahakan mengabulkan" Ucap Birru.


"Ganis hanya ingin di dekat Mas,selalu,selamanya" Ucap Ganis malu-malu.


"Sudah pandai merayu nih"


"Belajar dari Mas,hehe"


"Kadang Rengganis masih takjub dengan takdir kita Mas,kita bertemu tidak sengaja dulu tapi berakhir Jodoh,Jodoh itu benar-benar unik ya Mas"


"Kenapa dulu Ganis ingin menolong Mas dan perhatian sekali waktu di rumah sakit?"


"Rengganis juga tidak tau Mas,saat itu Rengganis ingin mengabari teman-teman jika Rengganis akan menikah,Rengganis padahal tidak suka berdekatan dengan laki-laki yang belum pernah kenal sebelumnya,tapi entah kenapa dulu itu Ganis tiba-tiba suapin Mas,mungkin karena Jodohnya kali ya"


"Mas pertama kali jatuh cinta pada pandangan pertama itu saat melihat kamu tertidur di sebelah Mas sambil terduduk,Mas serasa ada rasa lain saat melihat wajahmu tertidur"


"Ya habis Aku lelah Mas"


"Tapi Mas juga pernah patah hati saat mendengar kamu akan menikah"


"Mas juga pernah membuat Mas Aby marah waktu Mas datang ke rumah,waktu Mas memberi kado pernikahan"


Albirruni tergelak.


"Sekarang dimana kadonya?apakah Abymanyu membuangnya?"


"Ada di lemari,Mas Aby orang baik Mas,tidak seperti itu,tapi hanya Aku tidak boleh memakainya"


"Mas Ganis ke toilet dulu yah,sebentar" Izin Ganis pada suaminya.


Mas Birru hanya mengangguk.


Rengganis bergegas menuju toilet.


"Al...Al..." Sapa seseorang.


Albirruni langsung melihat sosok perempuan yang memanggilnya.

__ADS_1


"Eh..Laras"


Laras langsung saja menghampiri Albirruni dan duduk di sebelahnya.


"Laras,wah...sekarang sudah berbeda sekali penampilanmu,"


"Apakah Aku terlihat cantik?"


"Cantik,semua perempuan cantik ras,tapi jika menutup aurat cantiknya lebih terpancar lagi"


"Ini semua karena mu Al,"


"Aku sudah merubah penampilanku,demi kamu Al,apakah kamu akan mempertimbangkan ku,katamu Aku cantik,baik pintar,hanya belum menutup aurat,sekarang Aku sudah menutup Aurat Al?"


Laras meraih jemari Albirruni.


***


Rengganis yang sudah kembali dari toilet lalu ingin menuju suaminya terhenti sejenak,karena melihat suaminya sedang duduk dengan seorang wanita.


Rengganis mendengarkan semua pembicaraan Albirruni dan wanita itu,Rengganis melihat tangan wanita itu meraih tangan suaminya,begitu menyesakkan di dadanya.


Rengganis berbalik kembali menuju toilet untuk menenangkan hatinya.


Ya Allah,Apalagi ini ya Allah,Batin Rengganis.


***


"Laras jangan seperti ini"


Albirruni segera melepas jemarinya yang di genggam Laras.


"Tapi Al,bolehkah Aku berharap dan ikhtiar seperti ini agar bisa mendapatkan perhatian dari mu" Ucap Laras.


"Jodoh itu rahasia Allah,kamu cukup berubah lebih baik,agar nanti mendapat yang baik pula,yang pantas untukmu,maaf Ras,Aku sudah menikah"


Duarrr....


Hati Laras rasanya ingin meledak mendengar bahwa Albirruni sudah menikah.


"Kapan Al?dengan siapa?jangan berbohong,Aku tahu selama ini kamu tidak sedang dekat dengan siapapun"


Tiba-tiba Rengganis datang.


"Mas,ini siapa?" Tanya Rengganis.


Albirruni merasa lega karena Rengganis sudah datang tepat waktu.


"Ini teman Mas,Dia anak kolega Papah,Dia Laras"


Rengganis mengulurkan tangannya lalu di balas dengan uluran tangan Laras pula,mereka bersalaman.


"Rengganis"


"Laras"

__ADS_1


"Maaf Al,Aku harus kembali ke hotel"


Mas Birru hanya mengangguk.


"Mbak Rengganis saya pamit dulu,sudah sore"


" Ya Mbak,hati-hati ya"


Laras pun meninggalkan Rengganis dan Albirruni dengan hati yang kecewa.


Sementara Rengganis terus saja diam,tidak membuka pembicaraan apapun,Mas Birru bingung harus berbuat apa.Sepertinya Rengganis sedang cemburu.


"Mas Ganis ingin kembali ke hotel sekarang,"


"Kenapa Sayang"


"Lelah Mas"


" Ganis,kamu cemburu?"


Rengganis hanya menggeleng.


"Rengganis lelah"


"Oke,Mas akan menyuruh Pak Anton untuk mengantarkan kita ke hotel"


Mas Birru menghampiri Pak Anton lalu meminta untuk di antar pulang karena Rengganis sudah kelelahan.


Pak Anton pun mengerti,lalu segera mengantar Birru dan Ganis kembali ke Hotel.


Sesampainya di Hotel Rengganis masih saja diam,di perjalanan tadi juga Rengganis tetap diam.


Mas Birru sudah tidak tahan lagi di diamkan oleh Rengganis walau hanya sebentar.


Rengganis Masuk kamar lalu langsung duduk di sofa,lalu meneguk air putih untuk meredam sedikit gejolak di hatinya.


"Sayang kamu kenapa?Diam terus,Mas salah?jika Mas punya salah Mas minta maaf yah?" Ucap Albirruni.


Rengganis yang tidak terbiasa memendam marah langsung menjawab pertanyaan Mas Birru.


"Apakah Rengganis tidak boleh marah,melihat suami Rengganis di genggam tangan nya oleh perempuan lain?"


Albirruni tersenyum,Ia tau Rengganis sedang cemburu.Albirruni juga berfikir apakah Rengganis melihat Laras sedari Laras datang dan mendengar semua percakapan nya dengan Laras, serta melihat Laras menggenggam tangan Birru.


"Sayang kamu hanya salah faham"


"Salah faham bagaimana,Mas juga tidak menolak di genggam tangannya,apa tangan Rengganis tak nyaman untuk Mas genggam?"


Albirruni segera memeluk Rengganis.


"Mas yakin kamu pasti hanya melihat separuhnya saja,Mas menolaknya sayang"


Rengganis teringat Ia memang tidak melihat sepenuhnya,la langsung berbalik menuju toilet.


"Apakah benar Mas menolaknya"

__ADS_1


"Ia sayang,sudah cemburunya,jangan sampai si Dasim tertawa melihat cemburumu yang jelek itu" Ucap Birru.


Rengganis langsung mencubit lengan Mas Birru.


__ADS_2