Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Wisuda Alisha


__ADS_3

2 bulan berlalu Alisha menyelesaikan sidang dan revisi skripsinya,akhirnya Alisha mendapat predikat mahasiswi terbaik pada jurusan nya,hari ini adalah hari yang di nantikan Alisha.


Semalam Mama,Papa,Mbak Ganis juga Mas Birru sudah sampai di apartemen Alisha,kandungan Mbak Ganis sudah 4 bulan memasuki 5 bulan.Jadi sudah boleh melakukan penerbangan jauh,morning sicknes juga sudah berlalu.Perut Ganis sudah kelihatan membuncit.


Pagi ini mereka sudah bersiap-siap,Papa menggunakan setelan jas warna hitam,Mama menggunakan kebaya warna coklat,sedangkan Mas Birru menggunakan setelah jas warna Abu-abu,Rengganis menggunakan gamis abu-abu.


Alisha menggunakan kebaya,ciri khas Indonesia,kebaya brukat warna pink,dengan rok duyung serta jilbab yang di model secantik mungkin.


Alisha mencoba menelfon Hafidz namun ponsel Hafidz tidak aktif,tumben sekali,biasanya selalu online,padahal ini hari bahagia Alisha.Tapi Alisha berusaha mengerti Hafidz karena memang pekerjaan Hafidz bisa membuatnya sibuk kapan saja.


Setelah Acara wisuda selesai Alisha dan keluarganya berfoto bersama.


Alisha juga berfoto dengan teman-teman seangkatan nya.


Rengganis berpamitan menuju toilet karena memang kehamilan nya yang sudah mulai besar membuatnya selalu ingin buang air kecil.


Selesai dari toilet ada seseorang yang memanggil Rengganis.


"Rengganis"


Rengganis langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Mr. Sam"


"Hey,kita bertemu kembali"


Rengganis hanya tersenyum,namun Mr Sam melihat penampilan Rengganis terutama di bagian perut Rengganis yang sedikit membuncit.


"Apa kabar Sir?"


"Baik Nis,Kamu sedang hamil ya?"


"Iya ini Sir sudah jalan 5 bulan"


"Ehmmm"


Mas Birru berdehem,lalu merangkul pinggang Rengganis,Mas Birru mencari-cari Rengganis karena Rengganis hanya pamit ke toilet tapi lama tidak kembali,jadi Mas Birru menyusul Rengganis,tapi malah melihat Rengganis sedang mengobrol dengan seorang laki-laki.


"Eh Mas"


Mr Sam menjabat tangan Mas Birru.


"Mr Sam"


"Albirruni, suami Rengganis"


"Oh Anda Mr Sam yang pernah mengerjai istri saya ya"Ucap Birru.


Rengganis langsung menyenggol lengan Mas Birru.


" Maafkan saya,dulu karena saya begitu mengagumi Rengganis"


"Eh tidak apa-apa, justru saya harus berterima kasih pada Anda,karena Anda saya jadi dekat dengan Rengganis,karena dulu yang membantu mengerjakan sulit dari Anda itu saya,saya alumni disini juga" Ucap Mas Birru sambil terkekeh.


Rengganis menjadi canggung karena Mas Birru malah membahas hal itu.


"Sir...kami pamit dulu sudah di tunggu keluarga"


"Oh iya silahkan"

__ADS_1


Rengganis menggandeng Mas Birru berjalan menemui keluarga nya di Aula.


"Mas ih kenapa sih bahas itu dengan Mr Sam, Mas ini" Ucap Rengganis sedikit merajuk.


"Ya tidak apa-apa sayang,Mas hanya ingin memberi tahu kenyataan nya"


Mereka menemui Papa,Mama juga Alisha,karena acara sudah selesai,berfoto juga sudah selesai,mereka memutuskan untuk pergi makan bersama di salah satu restauran yang ada di London.


Sesampainya di restauran mereka segera memesan makanan halal,sambil menunggu pesanan datang Papa menanyakan perihal setelah lulus Alisha akan bekerja atau bagaimana.


"Sha nanti setelah ini kamu mau lanjut S2 atau mau bagaimana?" Tanya Papa.


"InsyaAllah Alisha mau jadi Dosen"


"Hah...jadi Dosen?" Ucap Birru kaget.


"Iya kak,teman Alisha menawarkan pekerjaan jadi Dosen, di salah satu Universitas yang ada di Surabaya"


"Kenapa tidak bantu kakak saja di perusahaan Sha"


"Ah tidak mau jadi pengusaha kak,Alisha mau memberikan ilmu yang Alisha dapat dari sini ke mahasiswa di Indonesia Kak"


"Ya sudah yang terpenting kamu menjalani nya dengan kemauan hatimu,Papa tidak memaksakan kamu jadi apa-apa"


"Makasih ya Pah"


Papah Wijaya memang tidak memaksakan anak perempuan nya untuk menjadi apa,terkecuali pada Albirruni karena ia anak laki-laki pertama,harus bisa mengemban tanggung jawab keluarga apabila nanti dirinya telah tiada.


Anak perempuan memang fitrahnya nanti mengurus suami,namun Papa Wijaya berpandangan pendidikan itu penting,karena madrasah pertama anak-anak itu adalah ibu,jadi jadi seorang ibu harus lah cerdas.


Papa Wijaya juga tidak membedakan laki-laki dan perempuan dalam hal pendidikan,mereka harus mendapatkan hak pendidikan yang sama.


Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.


Seorang anak yang disayangi akan menyayangi keluarganya ,sehingga anak akan merasakan bahwa anak dibutuhkan dalam keluarga. Sebab merasa keluarga sebagai sumber kekuatan yang membangunya.


Dengan demikian akan timbul suatu situasi yang saling membantu,saling menghargai,yang sangat mendukung perkembangan anak.Di dalam keluarga yang memberi kesempatan maksimum pertumbuhan,dan perkembangan adalah orang tua.


Dalam lingkungan keluarga harga diri berkembang karena dihargai,diterima,dicintai,dan dihormati sebagai manusia .Itulah pentingnya mengapa kita menjadi orang yang terdidik di lingkungan


keluarga.Orang tua mengajarkan kepada kita mulai sejak kecil untuk menghargai orang lain.


Sedangkan di lingkungan sekolah yang menjadi pendidikan yang kedua dan apabila orang tua mempunyai cukup uang maka dapat melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi dan akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi kemudian menjadi seorang yang terdidik.Alangkah pentingnya pendidikan itu. 


Alisha melihat ponselnya,dirinya merasa kecewa karena tidak ada satupun pesan dari Mas Hafidz.Alisha merasa gelisah,hati nya merasakan tak enak.


☘☘☘


"Cepat Hafidz,sematkan cincin nya di jari Nadia,kenapa melamun"


Hafidz menengadahkan kepala nya,rasanya tidak percaya akan jadi seperti ini.


Alisha Maafkan Mas,satu kali ini Mas menyakitimu,tapi Mas akan berjuang untuk keluar dari situasi ini,Batin Hafidz.


Ia pun menyematkna cincin pada jari Nadia dengan terpaksa.Semua keluarga tersenyum bahagia,terkecuali Hafidz.


☘☘☘


Kosong pada pandangan.

__ADS_1


Kosong akan pikiran.


Mata terbelalak namun kosong dalam tatapan.


Meratapi akan nasib badan.


Jiwa rapuh hati tlah jadi debu.


Tertiup angin dan terombang ambing.


Dalam kehidupan fatamorgana.


Langit suram tertutup lah bulan.


Dalam gelap kelam yang sunyi akan kehidupan.


Menuai mimpi meski tak sempurna lagi.


Menapaki hidup yang penuh misteri.


Sendiri melangkah tanpa tentu arah.


Berharap secercah cahaya yang menerangi jiwa.


Masa yang kelam bergantilah binar cahaya hati dalam jiwa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.(Suka Duka dalam kehidupan itu hal biasa,bukankah benar seperti itu Readers??)


__ADS_2