
Hari Minggu ini keluarga Wijaya semua berkumpul di rumah,Rengganis sedang di taman dengan Mama nya sambil menggendong Ayyubi,di bawah pohon mangga di bangku taman Ayyubi di jemur di bawah bayang-bayang pohon mangga.
Menjemur bayi sangat bermanfaat untuk bayi.
Dalam tahap perkembangannya, bayi membutuhkan asupan penting untuk mendukung pertumbuhannya. Asupan tak hanya diperoleh dari makanan, tetapi dari sinar matahari.
Vitamin D yang diperoleh dari matahari membantu kalsium untuk membentuk dan menguatkan tulang serta gigi si kecil. Kurangnya vitamin D dapat meningkatkan risiko rakitis, karena struktur tulang yang lemah. Bila anak sudah terkena rakitis, biasanya ia akan lebih mudah mengalami retak atau patah tulang.
Oleh karenanya, ibu perlu menjemur bayi setiap paginya.bayi perlu dijemur paling tidak 10-15 menit di luar ruangan setiap harinya.
Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, ada baiknya tidak dijemur pada sinar matahari langsung selama 15 menit.Bisa di bawah pohon,bayang-bayang sinar matahari yang masuk ke celah-celah daun pada pohon,atau di dalam rumah,dengan ruangan yang memungkinkan sinar matahari masuk.
Sinar matahari mampu memulihkan bayi yang lahir kuning, ruam popok, serta mencegah kekurangan vitamin D, seperti hipertensi, gangguan kardiovaskular, serta penyakit tulang.
Mama Birru menyiram tanaman,Mas Birru datang ke taman membawa lemon hangat dan cemilan untuk Rengganis.
"Tak Gintung Gintung Gintung anak papah lagi di jemur yah,biar sehat kuat kaya papahnya" Ucap Birru.
Rengganis tersenyum melihat tingkah Mas Birru.
"Sini sayang Mas yang gendong,kamu minum dulu sama nyemil ituh,Dede kan nyusu nya kuat sekali setiap malam,papah tidak kebagian" Ledek Birru.
"Mas kamu ini,ada Mamah tuh,malu ih"
Albirruni terkekeh.
Albirruni menggendong Ayyub sambil bersholawat.
__ADS_1
"Anak papah jadi anak Soleh ya sayang,bermanfaat untuk orang banyak kelak"
"Aamiin" Ucap Rengganis.
Bu Cici dan Bu Ratna yang melewati rumah Wijaya berhenti sejenak,karena melihat Mama yang sedang menyiram tanaman,juga melihat Ayyubi yang sedang digendong Mas Birru di taman depan rumah.
"Dede Ayyubi makin gembul saja" Ucap Bu Ratna.
"Eh iya ini bu," Ucap Mama yang berhenti menyiram bunga.
Bu Ratna dan bu Cici masuk ke halaman rumah,lalu melihat baby Ayyubi.
"Beruntung sampean punya mantu Rengganis, mau melahirkan normal,mau juga memberi ASI,"Ucap Bu Cici.
" Maksudnya bu?" Tanya Mama.
"Astagfirullah tidak boleh seperti itu bu,mungkin ada alasan kesehatan makanya di sesar" Ucap Rengganis.
"Males ngejan sepertinya,anak zaman sekarang"Ucap Bu Cici sinis.
" Sesar ataupun normal itu sama saja,sama-sama berjuang,sama-sama sakit,sama-sama jihad nya wanita,dan itu di perbolehkan, apalagi zaman sudah modern,zaman dahulu itu karena belum ada sesar jadi angka kematian ibu dan bayi itu tinggi" Ucap Rengganis.
"Seandainya Rengganis kemarin tidak bisa normal,saya juga akan mengambil jalur Sesar" Ucap Albirruni.
Albirruni juga menjelaskan di perbolehkan nya oprasi sesar.
Operasi Cesar untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi secara bersamaan adalah ketika air ketuban pecah, namun belum ada kontraksi akan melahirkan, bayi terlilit tali pusar sehingga tidak dapat keluar secara normal, usia bayi belum matang (prematur), posisi bayi sungsang, dan lain-lain.
__ADS_1
Dalam tiga keadaan di atas, menurut pendapat yang benar, dibolehkan dilakukan operasi cesar untuk menyelamatkan jiwa ibu dan anak . Dalil-dalilnya sebagai berikut :
Pertama : Firman Allah subhanahu wa ta’ala :
وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
“ Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. ” ( Qs Al Maidah : 32 )
Dalam ayat ini, Allah swt memuji setiap orang yang memelihara kehidupan manusia, termasuk di dalamnya orang yang menyelamatkan ibu dan bayi dari kematian dengan melakukan pembedahan pada perut.
Kaidah Fiqhiyah yang berbunyi :
إذَا تَعَارَضَ مَفْسَدَتَانِ رُوعِيَ أَعْظَمُهُمَا ضَرَرًا بِارْتِكَابِ أَخَفِّهِمَا
“ Jika terjadi pertentangan antara dua kerusakan, maka diambil yang paling ringan kerusakannya “
Keterangan dari kaidah di atas adalah bahwa operasi cesar dalam keadaan darurat terdapat dua kerusakan, yang pertama adalah terancamnya jiwa ibu atau anak, sedangkan kerusakan yang kedua adalah dibedahnya perut ibu.
Dari dua kerusakan tersebut, maka yang paling ringan adalah dibedahnya perut ibu, maka tindakan ini diambil untuk menghindari kerusakan yang lebih besar, yaitu terancamnya jiwa ibu dan anak.
Bu Cici dan Bu Ratna terdiam mendengarkan penjelasan Albirruni, mereka lalu pamit pulang.
"Hemm itu tuh Mas kadang omongan dari tetangga yang tidak berfaedah yang banyak membuat wanita setelah melahirkan mengalami baby blues,semua ibu pasti ingin melahirkan normal,Ganis berani jamin,tapi karena kondisi tertentu mereka harus merasakan oprasi juga demi ibu dan bayi nya,mereka juga tahu oprasi sesar itu sakit,mana ada yang mau jika tidak demi keadaan" Ucap Rengganis.
"Ya sudah,Mas dan keluarga ini akan selalu mendukungmu,Mas tidak akan membiarkan mu mengalami baby blues Sayang" Ucap Mas Birru.
"Ya begitu lah Nis,kadang kita hidup bertetangga ada saja yang tukang nyinyir,jadi harus pintar-pintar pilih pergaulan yang baik agar tidak ikut terbawa dengan hal yang tidak baik" Ucap Mama.
__ADS_1
Mama lalu mengajak Mas Birru dan Rengganis masuk ke dalam rumah,karena Ayyubi pipis di baju Albirruni jadi harus segera di ganti sebelum baby Ayyubi menangis karena popoknya basah.