
Birru,Rengganis dan Mama segera pulang dari rumah sakit,di rumah mereka sudah di nantikan oleh semua anggota keluarga juga sahabat Rengganis.
Birru memesan taxi online,setelah taxi online datang mereka segera melaju menuju rumah Rengganis.
Sesampainya di rumah Bapak Rengganis langsung memeluk Rengganis dengan penuh haru.
"Jaga bayimu dengan baik nak,itu sumber semangat bapak saat ini"
Rengganis mengangguk.
Birru segera membawa Rengganis ke kamar nya untuk beristirahat.
Anggota kelurga yang lainnya membantu memasak,merapihkan rumah.
Sahabat Rengganis merapikan baju-baju ibu Rengganis yang akan di sedekahkan.
kring....kring....
Ponsel Wulan berdering.
Wulan segera mengangkatnya,ternyata dari tunangan nya Dimas.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, kamu dimana Lan,kita jalan yuk" Ucap Dimas.
"Aku sedang di rumah Rengganis Mas,ibu nya baru saja meninggal"
"Innalillahiwainailaihirojiun, Nanti Mas jemput yah,sekalian melayat juga"
"Ya Mas"
"Oke Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
***
Hari sudah semakin sore,Rengganis bangun dari tempat tidur nya,ia segera mandi menggunakan air hangat untuk merilekskan tubuhnya.
"Mas bantu ya Sayang"
Rengganis mengangguk,Birru langsung membantu memandikan Rengganis,setelah selesai barulah dirinya yang mandi.
Setelah itu mereka sholat ashar berjamaah di kamar.
Setelah selesai sholat Rengganis beristigfar dan menghadiahkannya untuk ibu nya.
Seseorang dituntut untuk terus berbakti kepada kedua orang tua meskipun kedua orang tuanya telah tiada. Ia dapat menghadiahkan berupa doa dan permohonan ampunan kepada Allah untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal sebagaimana keterangan Syekh M Nawawi,
__ADS_1
هَدَايَا الْأَحْيَاءِ لِلْأَمْوَاتِ الدُّعَاءُ وَالْإِسْتِغْفَار
Artinya, “Hadiah orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang telah meninggal dunia adalah doa dan permohonan ampunan kepada Allah (istighfar) untuk mereka,”
Setelah selesai berdzikir dan berdoa Rengganis segera mencium tangan Mas Birru lalu memeluknya.
"Mas,semangati Rengganis terus yah,Ganis sayang banget sama Mas"
Birru tersenyum " Tentu saja sayang"
Birru mencium kening Rengganis lama.
Kamu wanita kuat dan sabar,Allah memberi ujian ini karena kamu mampu,Batin Birru.
"Mas,Aku keluar dulu ya,bertemu Aisha,Melly dan Wulan,kasihan mereka pasti ingin mengobrol dengan Ganis"
"Ya sudah,nanti Mas menyusul,Mas mau ke kamar mandi dulu sebentar"
Rengganis mengangguk lalu segera keluar dari kamarnya.
Rengganis menghampiri Mama nya yang sedang menata makanan di meja makan.
"Maaf ya Ma,Ganis tidak ikut membantu"
"Hey,kamu bicara apa,cepat makan,Dede bayi pasti sudah lapar di dalam perut sana"
"Nanti saja Mah,bareng Mas Birru,Mama lihat Aisha,Melly dan Wulan tidak Mah" Tanya Ganis.
"Ya sudah,Ganis ke teras dulu ya Mah"
Mama tersenyum lalu mengangguk.
Rengganis segera menuju teras.
Namun Rengganis sedikit terkejut ternyata yang datang Dimas dan Andra,tapi Rengganis segera menepis rasa canggung nya.
"Mas Andra,Mas Dimas" Sapa Rengganis.
"Ganis" Sapa Andra.
"Sudah dari tadi ya,maaf ya,Aku tadi tidak enak badan sedikit,jadi harus istirahat"
"Tidak apa-apa,bagaimana sekarang sudah membaik?"
"Alhamdulillah Mas"
"Turut berduka cita Ya Nis"
"Iya terimakasih, tapi kok bisa tahu Mas"
__ADS_1
"Ini tadi pas lagi mau ke rumah Dimas,eh Dimas nya malah mau pergi menjemput Wulan ke rumah mu,dan Dimas memberi kabar juga perihal ibu,jadi sekalian saja Aku ikut" Jawab Andra.
"Oh ya sudah tidak apa-apa,Mbak Sinta tidak di ajak?" Ucap Rengganis sambil tersenyum.
Ya ampun senyum nya masih sama seperti dulu Nis,Batin Andra.
"Tidak,kebetulan memang tadi hanya ingin bertemu Dimas saja,Kamu setelah menikah semakin berisi Nis"
"Ya iya lah kan lagi hamil" Celetuk Melly yang sedari tadi tidak suka dengan perhatian Andra kepada Rengganis.
" Oh syukurlah kalau sedang hamil,selamat ya"
Rengganis hanya tersenyum.
Mereka melanjutkan obrolan mereka hingga suara Birru yang terdengar lantang memanggil Rengganis di depan pintu.
"Rengganis"
Mereka menatap ke arah pintu.
Haduh singa datang,Batin Dion.
"Iya Mas"
"Kenapa disini,kamu kan sedang sakit sayang,ayo masuk yah,istirahat saja"
Birru langsung menuntun Rengganis masuk ke dalam rumah lalu membawa nya ke kamar.
"Sayang kamu ngobrol apa saja dengan Andra,kenapa tidak bilang kalau ada Andra,kenapa Dia tiba-tiba ada disini?"
Ucap Birru dengan sederet pertanyaan.
"Ih Mas ini apaan sih Mas,Dia kesini ya melayat,tidak sengaja bertemu Dimas yang akan menjemput Wulan"
"Tadi kalian mengobrol apa saja,Mas tidak suka kamu berbicara dengan nya"
"Dia hanya mengucapkan turut berduka cita Mas,kan disana juga ada Melly,ada Wulan, Aisha,Dimas,Dion juga,kita tidak berdua"
Birru langsung menangkup pipi Rengganis.
Lalu menempelkan hidungnya dengan hidung Rengganis,menempelkan keningnya dengan kening Rengganis.
"Mas cemburu"
Rengganis tersenyum,
"Sayang,di perutku sudah ada benih cinta kita,apalagi yang perlu Aku buktikan bahwa Mas adalah satu-satunya di hati Ganis saat ini" Ucap Rengganis.
"Tidak hanya untuk saat ini saja,itu akan selamanya, hanya ada Mas di hatimu" Ucap Birru menuntut.
__ADS_1
"Iya iya,sudah ayo temani Ganis makan,dede bayi laper" hehe.
Birru dan Rengganis keluar kamar lagi,lalu menuju meja makan,mereka makan sepiring berdua seperti biasanya.