Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Pacar Halal


__ADS_3

"Oh iya itu cocok, nanti Mas juga akan menghisap....."


"Stop"


Almira langsung menutup mulut Reihan dengan telunjuknya.


Reihan semakin tertawa di buatnya.


"Apa sih Mas...tidak boleh di teruskan, Mas Azzam mesum"


"Lhoo ko mesum sih Sayang, fikiran sayang kali yang berfikir apa gitu, Mas kan cuma mau bilang menghisap jus mangga"


"Ah bohong deh, jus Mangga itu bukan di hisap"


"Terus di apain dong" Ledek Reihan.


"Ya di sedot pake sedotan lah"


"Yang di sedot itu bukan jus, tapi...."


"Tapi Apa?"


"Tuh"


Reihan melirik dada Mira, Mira tahu arah pembicaraan Reihan.


"Ih Mas Azam" Ucap Mira sambil memukuli lengan suaminya.


Reihan langsung tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Almira.


"Eh kalian ini, ngobrol bisik-bisik, tertawa-tawa, pukul-pukulan, ayo habis kan makanannya dulu, setelah ini ganti baju terus ke rumah Ummi" Ucap Ummi.


"Ini Mi Mas Azzam nya meledek Mira terus"


"Habis kamu lucu sih, benar-benar obat awet muda Mi, punya istri masih muda dan polos" Ucap Reihan sambil mencolek hidung Almira.


Almira dan Reihan lalu melanjutkan makannya.


***


Di Kamar Alisha dan Hafiz sedang berganti baju, Alisha ganti baju di kamar mandi, Hafiz ganti di kamar saja.


Alisha keluar dari kamar mandi menggunakan gamis warna pink, rambut panjang nya tergerai indah.


Hafiz yang melihat keindahan dan kecantikan Alisha langsung memeluknya.


"Mas.."


"Biarkan Mas memelukmu sayang"


Alisha membiarkan Hafiz memeluknya.


"Mas Alhamdulillah ya kita bisa sampai ke tahap ini, dengan perjuangan kita yang tidak mudah"


"Iya sayang, terimakasih sudah mau menerima Mas dengan segala masalalu Mas, Andai ibu tahu sekarang aku mempunyai istri yang cantik dan baik hati, pasti ibu sangat senang"


Alisha tersenyum " Aku juga beruntung Mas memiliki suami sepertimu, baik, sabar ganteng lagi"


Hafiz melepaskan pelukannya.


"Sayang, nanti kita nyekar lagi yah ke makam ibu"


Alisha mengangguk.


Alisha dan Hafiz saling menatap, sepersekian detik bibir mereka sudah menyatu, mereka saling mengungkapkan rasa cinta mereka dengan penuh perasaan.


"Mas sudah, katanya mau nyekar"


Alisha menyudahi ciumannya.


"Nanti malam lanjut yah"


Alisha tersenyum lalu mengangguk.


"Ayo turun kita pamit ke Papah, Mamah"


"Iya"


Hafiz dan Alisha turun ke bawah, di ruang makan masih terlihat Almira dan Reihan sedang makan.


Alisha dan Hafiz menghampiri nya.


"Kalian berdua makan lama sekali"


" Iya Kak, Mas Azzam selalu meledekku" Ucap Almira.


"Jangan lupa setelah ini ganti baju Dek, kamu tidak gerah apa pakai kebaya begitu"


"Iya Kak"


"Kakak mau nyekar sebentar yah, Mama Papah Mana Dek"


"Sepertinya di depan Kak, di ruang tamu"

__ADS_1


"Oh Ya udah, kakak pergi dulu yah"


"Hati-hati Kak"


Setelah selesai makan Almira dan Reihan segera pergi ke kamar untuk berganti baju.


Sesampainya di kamar Reihan langsung mengunci pintu kamar Almira yang kebetulan kuncinya menggantung di tempatnya.


"Sayang sini Mas bantu membuka jilbabnya, susah sepertinya itu"


"Iya Mas bantu melepas jarum pentul nya saja ya"


"Melepas baju nya juga Mas bersedia"


Pipi Almira langsung memerah " Sudah jangan meledek Mira terus"


Almira duduk di depan meja riasnya, Reihan mengambil satu demi satu jarum pentul yang tertancap di jilbab Almira.


Selesai melepas semua Almira memegangi jilbabnya agar tidak lepas.


Almira berdiri ingin pergi ke kamar Mandi untuk berganti baju tapi tangan Almira di cegat oleh Reihan.


Reihan menarik tangan Almira, Almira jatuh di pelukan Reihan.


"Mas Mira mau ganti baju" Ucap Almira dengan gugup.


Reihan tidak perduli, Ia masih memeluk Almira dari belakang. Reihan lalu menarik jilbab Almira, melepas dalaman jilbab Almira,terlihatlah gelungan rambut Almira.


Deg...deg...deg


Reihan melepas ikat rambut Almira, tergerailah rambut panjang hitam legam milik Almira.


Almira memegangi rambutnya. Reihan langsung memegang tangan Almira.


"Jangan tutupin sedikit pun kecantikanmu dari Mas" Bisik Reihan pada telinga Almira.


Haduh Mas Azzam selalu membuatku merinding, entahlah ada gejolak apa yang membuat tubuh ini berdesir, Batin Almira.


Reihan menghirup dalam-dalam rambut wangi Almira.


"Sayang kamu wangi"


"Mas sudah, Mira mau ganti baju"


"Biarkan Mas seperti ini, kita sudah halal sayang,"


Almira membiarkan Reihan memeluknya, Reihan meletakan semua rambut Almira di sebelah kiri pundak Almira, Reihan melihat leher putih bersih istrinya, Ia menghirupnya dan mengecup nya lembut.


"Mas sudah Mas"


"Nanti di tunggu Ummi"


"Ummi pasti mengerti"


"Mas Aku takut"


Reihan menghentikan aktifitas nya mencium rambut dan leher Almira.


Reihan memutar badan Almira agar menghadap dirinya.


"Sayang jangan takut, kita sudah sah, sudah halal, apa yang kita lakukan ini bisa di kategorikan menyenangkan suami dan itu di anggap ibadah"


"Iya Mira tahu, tapi jangan sekarang, masih banyak tamu"


"Jangan sekarang apanya?"


"Itu nya"


" Itu apa sayang" Ledek Reihan.


"Itu,ninu ninu"


"Ninu ninu itu apa?"


Wajah Almira langsung memerah. Ia memukul dada Reihan.


"Mas jangan meledek Mira"


" Ya Mas tadi hanya ingin memelukmu tidak lebih, hayooo sayang sudah berfikiran macam-macam ya, apa jangan-jangan sayang yang ngebet nih pengen ninu ninu"


"Ih tidak Mas, Mas ini malah membalikan fakta"


Reihan tertawa dengan kepolosan istrinya itu.


"Sayang bahagia tidak dengan kejutan ini, kejutan pernikahan kita"


"Aku kira Mas akan melamarku dengan romantis"


"Oh kamu suka hal-hal romantis".


" Iya tapi kalau dengan Mas saja"


"Oke nanti Mas Akan melamarmu dengan romantis"

__ADS_1


"Ih kan sudah menikah, untuk apa melamar lagi"


"Ya anggap saja kita pacar halal"


"Ah pacar, nembak saja tidak pernah kan"


"Oke Mas akan tembak Sayang sekarang"


Reihan mengambil kotak perhiasan yang ada di saku jas nya, Reihan berlutut di depan Almira.


"Ya Humairah,


Ku bangun istana cinta diatas sayangku.


Ku lindungi dindingnya dengan percayaku.


Ku hiasi semuanya dengan keihklasanku.


Ku rawat keteguhanya dengan ketulusanku.


Dan ku ciptakan kedamaian dengan kasih sayangku.


Lihat aku...


Yg selau bisa membaca pikiranmu.


Mengisi jiwamu.


menyapamu menghias hari2mu.


Lihat senyumku...


Dengarkan suaraku...


Yang Akan meneduhkan jiwamu.


Karena aku mencintamu dengan kesungguhanku.


Ya Humairah, Jadilah pacar halalku"


Almira tersenyum, Ia begitu bahagia melihat romantisnya Reihan.


"Sayang mau tidak?"


"Iya Aku mau"


Reihan langsung bangkit dan memeluk Almira lalu menggendongnya dan memutar tubuh mereka.


"Aaaaaaaaa....awas nanti jatuh Mas"


Reihan lalu menurunkan Almira dari gendongan nya, lalu memasangkan kalung berlian di leher Almira.


"Sayang tahu tidak, tadinya kalung ini itu untuk melamarmu, tapi karena ada kesempatan yang lebih bagus, yaitu menikahimu, jadi Mas memilih menikahimu saja"


Setelah memasang kalungnya Reihan menatap Almira. Ia ingin mengecup kening Almira.


"Bismillahirrahmanirrahim"


"Mas kok bismillah"


"Memangnya kenapa"


"Mira terasa akan di makan saja"


Reihan tersenyum " Tidak, Mas hanya ingin mengecup keningmu"


Kan bisa dalam hati,kalau di lafaz kan terasa aku mau di makan saja, Batin Almira.


Reihan mengecup kening Almira, gadis cantik yang hadir dalam istikharah nya, gadis cantik yang selalu datang dalam mimpinya, gadis lugu nya yang selalu membuat hari-harinya berwarna karena sifat dingin nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Jangan lupa Like,komen dan Vote Yah,Vote yang banyak,hehe]


[Jangan lupa juga mampir di novel terbaru author "Surat Cinta 2000" Flashback di zaman dulu saat kita belum mengenal ponsel]

__ADS_1


Salam sayang,


@Santypuji


__ADS_2