
Weekand adalah hari yang paling di tunggu Rengganis karena suami nya pasti menemaninya sepanjang hari.Dan memanjakan nya sepanjang hari.
Pagi ini Rengganis yang entahlah kenapa sedang malas bangun,Albirruni membangunkan dengan begitu pelan namun istrinya masih saja mengulet dan memejamkan matanya.
Albirruni mengelus perut Rengganis.
"Dede,bangunin Mama sayang" Ucapnya.
Rengganis masih saja hanya mengulet,
"Nanti Mas gendong ke kamar mandi nih"
"Hemmm"
Akhirnya Birru menggendong Rengganis ke kamar mandi,Rengganis sekarang sudah lebih berat,Birru merasa harus mengeluarkan lebih banyak tenaga nya untuk menggendong Rengganis.
Saat di kamar mandi akhirnya Rengganis mau membuka matanya,gosok gigi,mencuci muka nya lalu berwudlu.
Mereka sholat subuh bersama,berdoa bersama.
"Mas,nderes disini saja jangan di balkon" Ucap Rengganis.
"Iya Sayang"
Mas Birru akhirnya nderes di atas sajadah,dengan berselonjor,Rengganis rebahan di paha Mas Birru sambil mendengarkan hingga akhirnya terlelap kembali.
Semakin kandungan nya membesar,semakin dirinya sulit tidur malam hari karena harus mencari posisi nyaman,kadang tengah malam baru bisa tidur terlelap.
Selesai nderes Mas Birru melihat Rengganis yang terlelap segera menggendong nya menuju balkon,terlihat matahari sudah mulai menampakkan cahayanya.
Rengganis terbangun karena silaunya sinar matahari Pagi.
Rengganis lalu menyenderkan kepalanya di dada suaminya,ndusel-ndusel di ketek suaminya.
"Hey geli"
"Tapi Ganis suka"
Albirruni terkekeh,Ada-ada saja Rengganis ini.
"Kamu tahun sayang,di tempat ini dulu doa kita di ijabah" Ucap Albirruni.
__ADS_1
"Maksud Mas?"
"Ingat tidak waktu kita belum saling tahu,waktu kamu masih di London,waktu di telfon,Aku pernah bilang aku ingin ada kamu yang menemaniku di sini ketika aku mengaji,dan kamu jawab iya jika Allah berkehendak,Pagi itu mungkin malaikat subuh langsung mengamini,dan akhirnya kita bisa mewujudkan nya"
Rengganis tersenyum,jika teringat akan takdirnya bertemu Mas Birru kadang bisa membuatnya tersenyum-senyum sendiri,rumit namun begitu indah.
Jodoh adalah salah satu perkara paling misterius seperti halnya kematian, tak ada yang tau dengan siapa, kapan dan bagaimana seseorang akan menemukan jodohnya.
Seringkali kita menyaksikan berbagai usaha dilakukan seseorang untuk menjemput jodohnya, namun akhirnya gagal juga. Ada yang usaha kesana kemari mencari jodoh tapi ternyata jodohnya ada di depan mata.
Ada juga yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun tapi ternyata jodohnya orang lain. Begitulah misteri jodoh dari Yang Maha Kuasa Allah Ta’ala, seringkali datang dengan cara yang tak terduga.
"Mentari itu juga menjadi saksi 2 insan yang saling mendoakan sebelum nya" Ucap Rengganis sambil menunjuk matahari yang mulai muncul.
"Kamu tahu Nis,Mas dulu malu mengungkapkan perasaan Mas di hadapan mu,tapi di hadapan Allah Mas terang-terangan meminta mu menjadi jodoh Mas,mungkin Mas egois,tapi hati ini sudah terpatri namamu Nis" Ucap Albirruni.
Rengganis tersenyum bahagia,kadang ia masih belum menyangka akan bersanding dengan seseorang yang tidak ia kenal sama sekali sebelumnya.
"Ke Taman yuh Sayang, kita olahraga,biar kamu tidak mengantuk" Ucap Birru.
Rengganis mengangguk.
Mereka pagi ini jalan-jalan ke taman,Rengganis begitu menikmati suasana pagi ini di taman.
Sekilas ia teringat Ibu nya,Rengganis mengelus perutnya.
"Ibu,andai ibu masih ada" Gumam Rengganis.
"Kenapa sayang?" Tanya Albirruni.
Rengganis menggeleng,"Kangen Ibuk Mas"
"Owh,Di doakan saja ya sayang,Bulan depan pernikahan Melly,nanti kita ke Jogja"
"Benar ya Mas"
Albirruni mengangguk.
Rengganis merasa senang sekali,ia langsung mengecup pipi Albirruni.
Matahari sudah mulai meninggi,Rengganis dan Albirruni akhirnya pulang ke rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Birru melihat mobil Hafidz terparkir di halaman rumah nya.
Birru dan Rengganis segera masuk ke rumah.
Benar saja ternyata Hafidz sudah ada di ruang tamu dengan Mama nya.
"Eh bro,pagi-pagi ngapain sudah disini" Ledek Albirruni.
"Minta sarapan Al sama Mama mu" Jawab Hafidz.
"Kang nasi uduk banyak noh di depan"
"Tidak mau,mau nya yang gratis ya Mah" Jawab Hafidz.
Mama Birru tersenyum melihat tingkah anak dan sahabatnya itu.
"Ya sudah Ayo kita sarapan bersama" Ucap Mama.
Mereka berkumpul di ruang makan bersama,sarapan bersama.
"Almira panggilkan kakakmu,tidur lagi sepertinya"
Almira lalu memanggil Alisha untuk sarapan bersama,Alisha yang masih kucel langsung berjalan ke ruang makan.
Alisha kaget dengan keberadaan Hafidz di meja makan,apalagi dengan penampilan nya yang semrawut.Tapi Alisha tetap cuek,Duduk lalu langsung menyendok nasi dan lauk.
"Perawan males nanti jodohnya di curi kucing lhoo" Ledek Albirruni.
"Ah rajin juga di curi kucing juga" Jawab Alisha sekenanya.
Albirruni tertawa, " Pasrah gitu ya Dek"
"Mungkin tidak di curi Sha,tapi di pinjam" Ledek papah.
Alisha tidak bergeming,ia langsung melanjutkan makan nya.
Setelah selesai makan Hafidz mengajak Alisha ke rumah sakit untuk menjenguk seseorang.
Alisha yang memang sudah tidak ingin menghindari Hafidz akhirnya mau di ajak ke rumah sakit,karena hari libur juga.
Sampai di rumah sakit mereka segera menuju ruang rawat inap,Hafidz mempersilahkan Alisha masuk,namun Alisha kaget melihat seseorang yang terbaring di sana.
__ADS_1
"Dia" Gumam Alisha
Alisha melirik Hafidz.