
2 bulan kemudian....
Sore hari saat Rengganis sedang duduk-duduk di taman dengan Mama tiba-tiba perut nya merasakan seperti nyeri haid.
"Aduh..."
Mama melihat Rengganis yang mengaduh sambil memegang perut nya.
"Kenapa Nis,Tendangan bayi nya terlalu keras yah?"
"Tidak Mah,rasanya seperti nyeri haid di bawah sini"
"Sepertinya akan melahirkan Sayang,oh ya jalan-jalan dulu saja di sekitar sini mumpung belum terlalu sakit,mama buat kan teh manis yah"
"Iya Mah"
Rengganis berjalan kaki di sekitar taman,berharap nanti akan mempermudah proses persalinan nya.
Rengganis mengambil ponselnya lalu menelfon bapak di Jogja,menelfon Mama dan Papa yang ada di Bandung.
Rengganis meminta maaf pada orang tua nya,dan minta di doakan agar bisa menjalani persalinan Dengan lancar.
Lalu Rengganis menelfon suami nya agar segera pulang,Rengganis ingin di temani Mas Birru berjalan-jalan di taman.
Mama membawakan teh manis,Rengganis lalu menghampiri mama nya lalu menggenggam erat tangan mamanya.
"Mah,maafkan Rengganis ya,jika selama ini Rengganis membuat salah sama Mama"
"Kamu ngomong apa sayang,tidak,Ganis selalu baik"
"Doakan Rengganis ya Mah,agar persalinan Ganis nanti lancar,"
"Iya tentu saja,di minum teh manis nya yah"
Setelah meminum teh manis nya Rengganis kembali berjalan-jalan,Alisha yang melihat Rengganis berjalan sambil meringis langsung menghampiri Rengganis dan menemaninya berjalan serta mengajaknya mengobrol agar sedikit melupakan rasa sakitnya.
"Mbak,sakit sekali ya Mbak?"
Rengganis lalu tersenyum,
"Sakit nya akan terobati nanti setelah Mbak lihat anak mbak Sha"
"Alisha temani ya Mbak"
Rengganis mengangguk.
"Susah ya Mbak jadi perempuan itu
Wanita auratnya lebih banyak dan susah dijaga dibanding lelaki.Wanita wajib meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.Wanita menerima pusaka/warisan kurang dari lelaki.Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.Wanita wajib selalu taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu selalu taat pada isterinya.Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas sedangkan lelaki 100% waktunya dapat dipakai beribadah pada lelaki." Ucap Alisha dengan khas cerewetnya.
Rengganis yang mendengar pernyataan Alisha lantas tersenyum lalu memberikan pencerahan pada Alisha.
"Sha Benda yang mahal harganya pasti susah didapatkan dan akan selalu dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?
Itulah makanya, wanita baik-baik pasti wanita yang dijaga baik-baik pula, bukan wanita yg banyak berserakan dan mudah ditemukan.
Wanita wajib taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?
__ADS_1
Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. wanita hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya. Sedang Lelaki ? siapa mau menanggung ?
Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana-mana pintu Syurga yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja : Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.
Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH,demikian sayangnya ALLAH pada wanita kan?
Berbahagialah kita kaum wanita."
Alisha terdiam karena apa yang di katakan Mbak Ganis benar adanya.
"Kamu hanya perlu banyak bersyukur Sha"
"Iya Mbak,Alisha tidak berfikir kesitu,Makasih ya Mbak atas pencerahan nya"
Rengganis mengangguk.
"Sayang...sayang"
Rengganis melihat Mas Birru yang berlari langsung menghampirinya.
"Ayo kita ke rumah sakit saja" Ucap Albirruni.
"Kata Mama nanti saja jika rasanya sudah tidak tahan lagi,kata mama kontraksi rsanya sakit sekali datang setiap 5 menit sekali,ini belum terlalu sakit Mas,hanya seperti nyeri haid,Mas mandi saja dulu,Ganis masih mau jalan-jalan lagi"
Rengganis melanjutkan jalan-jalan di temani Alisha sambil terus beristigfar,lalu membaca Ayat kursi dan mengajak bayi dalam kandungan nya berbicara juga.
"Dek,kalau mau keluar,keluar dengan cepat yah,Dede sayang Mama Kan,Dede tidak mau kan lihat mama kesakitan lama-lama,Dede kan sayang banget sama Mama yah"Ucap Rengganis sambil mengelus perut nya.
Albirruni yang sudah selesai mandi dan berganti baju langsung turun ke bawah menuju taman,langsung menemani Rengganis.
" Sayang kenapa muka nya seperti itu,apa semakin sakit?"
Rengganis mengangguk,
"Ayo kita ke rumah sakit saja"
Rengganis hanya mengangguk.
Mereka semua ke rumah sakit dengan segala perlengkapan persalinan,Sesampainya di rumah sakit Rengganis langsung di bawa ke tempat bersalin oleh petugas medis.
Bidan rumah sakit mengecek tensi darah,dan pembukaan nya,ternyata Rengganis baru pembukaan tiga.
Setelah beberapa menit Rengganis merasakan seperti ada yang pecah dari dalam perutnya,lalu di bawah sana begitu banyak air yang mengenai baju juga kasur rumah sakit.
Ternyata ketuban Rengganis sudah pecah,Suster segera membantu mengganti baju Rengganis.
Rengganis semakin merasakan melilit yang tidak tertahankan.
Bidan menyuruh Rengganis untuk mengeringkan badan nya ke kiri,tidak perlu berjalan-jalan lagi karena ketuban sudah pecah.
__ADS_1
Dokter Hafiz datang langsung memeriksa kondisi Rengganis. Dokter Hafiz memantau dari jauh,karena atas permintaan Albirruni,Rengganis akan di tangani bidan rumah sakit saja.
Rengganis merasakan melilit setiap 5 menit sekali,sesekali mata Rengganis mengeluarkan air mata karena menahan kontraksi yang begitu sakit.
Tangan nya mencengkram erat lengan Albirruni.
"Sayang apa sangat sakit"
Rengganis hanya Mampu mengangguk.
"Ya Allah Ma,Hiks hiks hiks",
Birru malah ikut menangis,
" Al,sudah,kenapa malah kamu ikut menangis," Ucap Mama.
Di dalam ruangan hanya ada Mama,Albirruni,Rengganis,2 bidan serta 1 suster,juga di dampingi dokter Hafiz.
"Kasihan Rengganis Mas,pasti sakit sekali,Hiks hiks"
"Bertahan ya sayang"Ucap Albirruni pada istrinya.
Rengganis berdzikir "LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN"
Artinya :
Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat dzalim.
Rengganis dan Albirruni sama-sama melafazkan dzikir nabi Yunus ketika nabi Yunus berada di dalam perut ikan paus.
Rengganis dan Albirruni mengharap pertolongan pada Allah agar memberikan kemudahan si jabang bayi keluar dari rahim ibu nya,seperti nabi Yunus yang di mudahkan Allah keluar dari perut ikan paus.
"Bu bidan,Saya sepertinya Mau Buang air besar ini"
"Sebentar ya bu,"
Bu bidan mengecek pembukaan lagi,ternyata sudah bukaan lengkap.
"Ini bukan ingin buang air besar,ini sudah waktunya melahirkan"
Bu bidan langsung menyiapkan alat-alat,lalu mengajari Rengganis cara mengejan yang benar.
Rengganis mengikuti arahan Bu bidan.
Mengambil nafas lalu mengejan.
Albirruni malah semakin kencang menangis,Hafiz akhirnya menyeret Albirruni menjauh dari Rengganis.
"Al ya Ampun,cengeng banget sih,sudah di sini saja,kami hanya akan mengganggu konsentrasi istrimu saja" Ucap Hafiz.
Albirruni malah menangis di pundak Hafiz,"Kasihan sekali istriku harus merasakan kesakitan seperti itu,gara-gara melahirkan anakku"
"Oe...Oe...Oe"
Albirruni langsung menghampiri Rengganis, Ia melihat di bawah sana anaknya masih bersimbah darah sedang di bersihkan oleh Bu bidan.
Albirruni mengecup kening Rengganis.
__ADS_1
"Terimakasih Sayang..."
Rengganis tersenyum dan mengangguk.