Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Romantisme Rumah Tangga


__ADS_3

Sore harinya Almira dan Reihan terbangun karena suara alarm ponsel Reihan. Mereka langsung bergegas menuju kamar mandi, lalu sholat Ashar berjamaah. Selesai sholat berjamaah Almira merapikan alat sholatnya.


"Sayang pakai gamis yang biru itu, Mas mau ajak kamu jalan-jalan sore di sekitar pantai"


"Iya Mas"


Almira ganti baju menggunakan gamis biru.


Reihan menggunakan kaos biru dan celana pendek. Mereka keluar dari kamar berjalan meninggalkan cottage.


Almira begitu senang melihat pemandangan yang sangat indah di sekitar pantai.


"MasyaAllah Mas indah banget"


Almira memeluk Reihan.


Tidak banyak pengunjung yang datang karena hanya ada 15 cottage.


Almira Bermain Ayunan di Tepi Pantai. Bermain ayunan di pinggir pantai memang menjadi salah satu aktivitas favorite saat berlibur ke pantai.


Tidak heran jika wisata pantai kini banyak menyediakan ayunan sebagai salah spot asyik yang tidak hanya dapat dinikmati tapi juga bisa dijadikan spot foto yang menarik.


Begitupun saat kamu berlibur ke Pulau Cinta Eco Resort, disini terdapat dua ayunan.


Ber ayun-ayun sambil menikmati angin sepoi-sepoi, bermain ayunan sekaligus bermain air dan tentunya juga dapat mengabadikan foto disini.


"Mas ayo, dorong"


Reihan mendorong ayunan Almira.


Almira sangat kegirangan.


"Mas, kita selfi yuk"


Reihan ikut berselfi juga menggunakan ponselnya.


"Sayang kamu bahagia?"


"Sangat"


"Hanya dengan ayunan?"


"Bukan, tapi karena Ada Mas" Ucap Almira tersipu malu.


"Sudah pandai menggoda yah, Awas nanti malam"


"Mau apa nanti Malam?"


"Ninu ninu lah"


Almira mencubit lengan Reihan.


"Ih ninu ninu terus di fikiran Mas ini"


"Kan enak sayang"


"Iya sih"

__ADS_1


Mereka berdua tertawa.


Reihan mengayun Almira pelan.


"Mas bukankah Rosulullah juga sangat romantis dengan istrinya?"


"Ya jelas, kita harus mencontoh romantisme Rosulullah sayang"


"Ceritakan Mas romantisme Rosulullah dengan istri nya biar Almira bisa belajar juga"


Sambil mengayun pelan, merasakan sepoinya angin pantai, Reihan menuruti perkataan Almira menceritakan keromantisan Rosulullah dan istrinya.


Rasulullah mengajarkan kelembutan dan keromantisan dalam hubungan suami istri. Hal ini dapat terlihat dari cara Nabi memanggil istrinya dengan keromantisan. “Ya Khumaira,” panggilnya kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha yang artinya “Wahai yang kemerah-merahan.” Tak hanya sekadar memanggil istrinya dengan panggilan kasih sayang, tetapi Rasulullah juga menyediakan waktu untuk bercanda ria bersama istri.


Banyak zaman sekarang suami memanggil istrinya dengan panggilan sembarangan, "Heh", " Ndut".


Rosulullah suka Bercanda Ria dengan istrinya.


Suatu ketika ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menemani Nabi dalam suatu perjalanan. Ketika itu ‘Aisyah masih kurus. Rasulullah meminta para sahabatnya untuk berjalan lebih dulu. Kemudian Rasulullah berkata, “Ayo, kemarilah! Aku ajak engkau adu cepat berlari”. Lalu ‘Aisyah berlari dan berhasil mengalahkan Nabi. Di lain waktu saat, ‘Aisyah sudah bertambah berat badannya, Rasulullah pun mengajaknya berlomba lari kembali. Dan Rasulullah mengalahkannya.


Tak hanya itu, dalam hadits riwayat Ibnu Abi Dunya, meriwayatkan perkataan Aisyah ra, “Maka aku (‘Aisyah) mengambil sedikit tepung, kemudian mengusapkannya ke wajahnya (Saudah).”


Melihat kejadian ini, sang Nabi justru tertawa kemudian mengambil posisi duduk di antara keduanya. Ternyata, Saudah tidak tinggal diam. Beliau melakukan aksi serupa, mengambil tepung, kemudian mengusapkannya ke wajah ‘Aisyah Ra sebagai bentuk balasan.


Ketika itu, Rasulullah yang berada di tengah keduanya mengambil posisi merendahkan lututnya agar Saudah bisa membalas perlakuan ‘Aisyah dengan mudah. Beliau yang mulia, kemudian melanjutkan tawanya ketika pembalasan Saudah berhasil dengan sempurna.


Senada dengan hadits diatas, zaid bin tsabbit juga mengatakan tentang Rasulullah, “Rasulullah suka bercanda dengan Istrinya.” (Hadits Bukhari)


Rosulullah Selalu Mencium Istrinya.


Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu.” (HR Ahmad).


Rosulullah juga suka Makan Berdua dengan istrinya.


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod).


Kemudian, “Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.).


Jika dengan tiga hal ini Nabi mampu membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah, mengapa tidak kita selaku umatnya juga meneladainya. Sungguh, amalan dari Nabi di atas sudah terbukti ampuh menjauhkan prahara buruk dalam rumah tangga.


Rasulullah selalu berpegangan tangan dengan Aisyah ketika di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama.


Ada sebuah kisah lagi tentang romantisme nya rosul, Dalam kisah lain diceritakan, Aisyah mengatakan, "Orang-orang Habasyah masuk ke dalam masjid untuk bermain (latihan berpedang), maka Rasulullah bertanya kepadaku "Wahai Khumaira (panggilan sayang untuk Aisyah yang artinya si pipi kemerah-merahan), apakah engkau ingin meihat mereka?’, Aku menjawab, "Iya".


Rosulullah lalu berdiri di pintu, lalu aku mendatanginya dan aku letakkan daguku di atas pundaknya kemudian aku sandarkan wajahku di pipinya. (setelah agak lama) Rasulullah pun bertanya, "sudah cukup (engkau melihat mereka bermain)", aku menjawb, "Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru", lalu beliau (tetap) berdiri untukku agar aku bisa terus melihat mereka.


Kemudian ia bertanya lagi, "sudah cukup", aku pun menjawab, "Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru". Aisyah berkata, "Sebenarnya aku tidak ingin terus melihat mereka bermain, akan tetapi aku ingin para wanita tahu bagaimana kedudukan Rasulullah di sisiku dan kedudukanku di sisi Rasulullah "


Lihatlah bagaiaman tawadhu-nya Nabi Muhammad SAW untuk berdiri menemani Aisyah menyaksikan permainan orang-orang Habasyah, bahkan beliau terus berdiri hingga memenuhi keinginan Aisyah sebagaimana perkataan Aisyah dalam riwayat yang lain, "Hingga akulah yang bosan (melihat permainan mereka)."


Almira mendengarkan dengan seksama apa yang di ceritakan suaminya itu.


"Mas mana, tunjukan romantisnya dong"


Reihan tersenyum, Ia langsung memeluk Almira dari ayunan nya lalu mengecup kepalanya.


"Mas mencintaimu Humairah"

__ADS_1


Almira tersenyum,


Ia berdiri, lalu berlari.


" Mas Ayo kejar Aku",


Reihan tersenyum, Ia langsung mengejar Almira yang berlari di tepi pantai.


Reihan yang memang rajin berolahraga tidak butuh waktu lama untuk mengejar Almira.


Setelah bisa menyeimbangi lari Almira, Reihan langsung menangkap Almira, tangan Reihan melingkar di perut Almira lalu mengangkatnya dan memutarnya, mereka berdua berputar dan tertawa dengan riang.


"Mas...a..a..a..a..a"


Reihan terus memutarnya. Reihan begitu sangat bahagia.


"Sudah Mas"


Reihan menghentikannya dan menurunkan Almira.


"Apa aku gendut kok Mas bisa mengejar ku"


"Mas sudah biasa olahraga lari sayang"


Almira tersenyum, Mereka lalu terduduk di pasir pantai sambil menunggu matahari tenggelam. Kepala Almira bersandar di bahu Reihan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[Author baper bayangin mereka romantis gitu Ih, Mau minta gendong di puter-puter ah ntar sama Paijo, ah tidak jadi, sadar diri sama berat badan, nanti Paijo malah encok gara-gara gendong Mak author,hahaha]


[ Jangan lupa like komen dan vote yah]


[Jangan lupa mampir di karya author Surat Cinta 2000]

__ADS_1


__ADS_2