
Adzan subuh berkumandang,Rengganis segera terbangun,dan melihat Mas Birru masih memeluknya,Rengganis melihat setiap inci wajah Mas Birru,hidung Mancung nya,alis tebalnya,kulit wajahnya yang bersih,dan rambut hitamnya yang menambah kegagahan.
Rengganis memindahkan tangan Mas Birru yang melingkar di tubuhnya,saat akan akan turun menuju ranjang Rengganis merasa sesuatu di bawah sana terasa perih dan seperti terganjal,Rengganis pun teringat Mas Birru yang begitu bahagia karena telah mendapatkan mahkota nya.Reflek Rengganis mengaduh.
"Aw...sssstttt"
Birru terbangun mendengar Rengganis seperti kesakitan.
"Ganis,apa sakit sekali?" Tanya Birru dengan wajah khawatir.
" Tidak begitu Mas,mungkin ini wajar Mas"Jawab Rengganis.
Birru pun memeluk Rengganis,
" makasih ya Nis,Mas tidak tahu jika kamu masih perawan,Mas bahagia sekali"
Mas Birru berkali-kali mengecup kening Rengganis.
Rengganis melihat beberapa cakaran di lengan Mas Birru.
"Maaf ya Mas semalam tidak sengaja mencakar Mas"
Birru tersenyum,"Ini tidak terasa sakit sedikit pun,semua sirna dengan indah nya malam tadi"
Wajah Rengganis langsung bersemu merah.
"Ayo Mas gendong kita mandi bersama,sunah Rasul Nis,bukankah Aisyah Ra juga mandi bersama dengan Rasulullah dalam satu bejana dalam keadaan junub" Ucap Birru.
Rengganis tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
Mereka mandi dengan segera,karena ingin melaksanakan sholat subuh bersama.
Setelah sholat subuh seperti biasa di selingi dengan dzikir dan berdoa bersama,lalu Rengganis mencium tangan Birru,dan Birru mencium kening Rengganis.
Rengganis membuka hordeng kamar hotel,di luar masih gelap.Mas Birru berwudlu kembali lalu Mas Birru mengambil Alquran yang ada di tas nya,setelah itu duduk bersandar di Difan ranjang,punggung nya Ia ganjal dengan bantal agar lebih nyaman,lalu mulai melantukan ayat-ayat Alquran dengan merdu nya.
Rengganis yang melihat pemandangan Mas Birru sedang membaca Al-Quran langsung tersenyum dan tiada hentinya memuji dan bersyukur dalam hati.
Rengganis melangkah mendekati Mas Birru,naik ke atas ranjang,lalu kepala nya Ia rebahan di paha Mas Birru.
Mas Birru meliriknya dan tersenyum,lalu kembali lagi mengaji,Rengganis begitu menghayati setiap ayat yang Mas Birru lantunkan.
Wahai al qur'an tercinta...Sungguh indah kata katamu,Membuat Aku terpesona dan ingin selalu bersamamu,Membuat Aku jatuh cinta tak ingin melupakanmu,Wahai al qur'an tercinta..Kau adalah penyelamat hidupku didunia dan diakhirat nanti,Jangan tinggalkan Aku dalam kebodohan dan kesesatan,Jangan lupakan Aku dalam kesendirian.
Setelah selesai mengaji Mas Birru melihat kepala Rengganis yang ada di pangkuan nya,lalu membelainya lembut.
Rengganis pun tersenyum.
Birru yang mendapat kecupan dari Rengganis begitu bahagia.
"Eh apa kamu sedang menggoda Mas sepagi ini" Ucap Birru sambil merengkuh Rengganis dan menindihinya.
"Mas mau apa?"
"Nambah boleh Nis" Tanya Birru sambil mengerlingkan mata nya.
"Mas semalam sudah sampai tengah malam kita melakukan nya,apa masih kurang"Jawab Rengganis dengan polosnya.
Birru mengecup telinga Rengganis dan berbisik "Akan selalu kurang"
__ADS_1
Tanpa aba-aba lagi Birru langsung menjalankan aksi nya,dan mereguk kenikmatan lagi di pagi hari yang indah ini,Rengganis hanya pasrah dengan keinginan Mas Birru.
Karena mereka kelelahan akhirnya mereka terlelap kembali.
Tanpa terasa sudah jam 8 pagi,pintu kamar Birru dan Rengganis di ketok.
"Kak Al,Mbak Rengganis,di tunggu di ruang makan,kita mau sarapan" Ucap Almira dari luar pintu.
Rengganis langsung terbangun karena kaget mendengar suara Almira lalu melihat jam di ponsel yang ada di sebelah ranjang nya,
"ya Allah sudah jam 8"
Rengganis membangunkan Mas Birru.
Rengganis dan Birru akhirnya mandi kembali.
"Mas sih ih segala minta nambah,jadi begini kan,pasti nanti kita di ledekin lagi" Ucap Rengganis.
Birru hanya tersenyum "Soalnya enak Nis,kalau tahu dari dulu seenak ini,sudah dari dulu saja minta nikah sama kamu,Mas tidak apa-apa deh bolak balik London-Indonesia."
Rengganis langsung mencubit perut Birru yang ada di sebelah nya.
Mereka segera menuju ruang makan di hotel,disana semua keluarga sudah berkumpul.
"Manten baru di tungguin lama banget" Ledek Budhe,Kakak dari Mama Birru.
Rengganis dan Birru pun hanya tersenyum,Mama Birru melihat jilbab Rengganis yang basah karena rambut Rengganis belum sepenuhnya kering,gara-gara terburu-buru.
"Sepertinya Rengganis dapat serangan fajar Mbak" Ucap Mama Birru pada kakaknya.
__ADS_1
Semua nya pun tertawa.
Rengganis dan Birru pun langsung tersipu malu.