
Pagi ini Rengganis sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan,pagi ini hanya masak telor dadar yang isiannya daun bawang wortel dan sosis,oseng putren (bayi jagung,hehe) yang di campur dengan jamur.
Sore kemarin Rengganis pulang dari rumah mertuanya menuju rumah nya sendiri karena Mas Birru beralasan rumahnya sudah di tinggal 5 hari,jadi ingin tidur di rumahnya sendiri saja.
Setelah semuanya matang Rengganis menatanya di meja makan,lalu membuatkan Mas Birru teh manis.
Rengganis ke kamarnya membawa teh manis hangat untuk Mas Birru,karena Mas Birru pasti saat ini sedang nderes di balkon.
Sampai balkon terlihat Mas Birru baru saja menyelesaikan nderesnya.
"Mas ini teh nya" Ucap Rengganis.
Mas Birru menatap Rengganis yang rambutnya masih basah tergelung oleh handuk,tahu sendiri lah ya jika pagi-pagi sudah basah berarti semalam ada pertempuran di atas singgasana raja dan ratu,hehe.
"Mas kenapa menatap ku,ini lhoo teh manis nya"
"Ada yang lebih manis dari teh nya jadi aku sampai lupa" Ucap Mas Birru.
Rengganis hanya tersipu malu.
"Sini sayang duduk di sebelah Mas"
Rengganis langsung saja duduk di sebelah Mas Birru,lalu menyandarkan kepala nya di dada Mas Birru.
"Handuknya lepas dulu Nis"
Mas Birru melepas handuk yang ada di kepala Rengganis lalu membiarkan rambut Rengganis tergerai hingga mengering dengan sendirinya terkena terpaan angin.
"Mas hari ini kita ke kantor kan?" Tanya Rengganis.
"Iya sayang"
"Boleh aku bertanya Mas?"
"Bertanya apa?"
"Mas hebat,masih muda sudah jadi pengusaha berbakat,pintar juga,apa sih rahasianya"
__ADS_1
Birru tertawa mendengar pertanyaan Rengganis.
"Semua tidak terlihat mulus seperti yang kamu lihat sayang,itu hanya permukaan nya saja,padahal Mas pernah terjatuh lalu bangkit lagi,tidak hanya sekali dua kali,bahkan berkali-kali.Jika kita ingin berhasil dalam hal apapun,yang pertama harus niat dulu,jika sudah niat pasti mantap,apapun ujian yang di hadapi,kegagalan yang di hadapi pasti kita tetap kuat"
"Modal sukses itu dimiliki oleh yang bodoh dan yang pintar, kaya ataupun miskin. Baik dimiliki oleh yang berpengalaman maupun tidak, juga dimiliki oleh mereka yang berpendidikan ataupun yang buta huruf. Doa yang jadi modal utama juga,Doa orang tua terutama,saat Mas kecil sampai sebesar ini jika ada ujian ataupun ada proyek di perusahaan,Mas pasti minta doa mama agar lancar,dan di jauhkan dari hal-hal yang tidak di inginkan.Doa orang itu keramat."
"Sedekah dengan ikhlas,Sedekah atau memberikan apa yang kita miliki kepada orang lain dengan ikhlas merupakan salah satu pintu rizki dan Allah SWT berjanji untuk melipatgandakan sedekah yang kita keluarkan,Mas sangat percaya akan hal itu,jika Mas menang tender,Mas akan menuju panti asuhan,Mas donatur tetap disana"
"Dan juga bersyukur,apapun yang Allah kasih harus di syukuri,lalu sholat Dhuha,setiap jam 10 Mas melaksanakan sholat Dhuha di ruangan Mas,Mas meminta Rizki yang halal juga yang barokah sayang"
"Terus semangat ya sayang" Ucap Rengganis.
"Tentunya,apalagi sekarang Mas harus bertanggung jawab atasmu dan anak-anak kita kelak"Ucap Birru.
Rengganis langsung mengecup pipi Mas Birru.
" Jangan menggoda,apa mah dapat serangan fajar? ambil sisir sayang,Mas sisir rambut sayang ya,sudah kering itu"
Rengganis langsung berlari menuju kamar mengambil sisir karena takut akan mendapat serangan fajar.
"Mas rambut Ganis di apakan itu?"
"Di kepang sayang"
Rengganis tertawa "Memang bisa?"
"Bisa dong,Mas kan punya adik perempuan 2,kamu tahu sendiri kan Alisha dan Almira tidak berbeda jauh umurnya,dulu saat mereka kecil mereka sangat berisik sekali setiap pagi,mereka akan minta di kuncir,di kepang di jepit segala macam,Mama kualahan,jadi akhirnya sedikit-sedikit Mas belajar,jadi Mas setiap pagi membantu adik-adik Mas mengepang rambutnya"
Rengganis begitu kagum mendengar perkataan Mas Birru.
"Lihat kepangan ku,rapi kan sayang"
Rengganis meraba,lalu menuju kamarnya berkaca disana,benar sekali kepangan Mas Birru rapi.
"Sayang kita Ganti baju kerja dulu ya,nanti Ganis siapkan,setelah itu kita sarapan lalu ke kantor" Ucap Ganis.
Birru mengangguk lalu memakai baju kerja yang di siapkan Rengganis,Rengganis juga mengganti baju nya dengan baju kerjanya.
__ADS_1
Setelah itu mereka turun ke bawah dan sarapan bersama,dengan menggunakan 1 piring berdua,memang lah lebih nikmat pastinya.
"Nasinya masih panas ya Mas,sini Rengganis tiup dulu" Ucap Rengganis.
"Tidak boleh sayang,tidak baik makanan panas di tiup,tidak baik untuk kesehatan,dan Rasulullah SAW melarang orang untuk meniup-niup minuman/makanan (HR Abu Dawud)"
"Ya sudah Ganis kipas saja ya Mas pakai kipas manual"
Birru mengangguk.
Setelah nasinya dingin mereka segera makan,Mas Birru yang memimpin doa.Rengganis dan Albirruni makan dari tepian piring.
Jika memakan makanan maka makanlah dari sisi pinggiran atau tepi piring makan hingga ke tengahnya seperti yang senantiasa dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Berkat itu turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari tepi-tepinya dan jangan makan dari tengah-tengahnya (HR Abu Dawud,Attirmidzi).
Selesai makan mereka langsung minum dengan perlahan dari gelas yang sama bergantian.
Selain makan dengan perlahan Rasul pun menganjurkan untuk minum dengan benar yakni tidak meminum air dalam gelas dengan sekali teguk dan juga tidak meminumnya langsung dari teko, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:
Jangan minum sekaligus, ambillah jeda (ambil nafas) dua sampai tiga kali .Rasulullah jika minum bernafas sampai tiga kali (HR Al Bukhari dan Muslim)
Selesai makan dan Minum mereka mengucapkan hamdalah.
Setelah itu Mas Birru membantu Rengganis mencuci piring,sementara Rengganis merapikan meja makan.
Setelah selesai semuanya Mas Birru dan Rengganis menuju kantor bersama.
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
😘 Jangan lupa,like,komen dan Vote.😘
😘 Vote...Vote...Vote. 😘
😘Terimakasih. 😘
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1