
Hari ini Reihan dan Almira akan berkunjung ke rumah Ummi, mereka ke toko buah dulu untuk membeli beberapa buah-buahan oleh-oleh untuk ummi.
Sesampainya di rumah Ummi, Reihan dan Almira di sambut baik oleh Ummi.
Ummi memeluk dan mencium mereka berdua.
"Mantu Ummi semakin dewasa semakin cantik saja" Ummi membelai kepala Almira dengan lembut.
"Sini-sini sayang tadi ummi masak garang asem, kamu harus mencobanya" Ummi langsung menggandeng tangan Almira menuju ruang makan. Almira menggenggam tangan ummi yang sudah mulai banyak kerutan.
Ummi membuka tudung saji nya, terlihat garang asem buatan ummi mengeluarkan aroma yang begitu sedap.
"Cepat makan, Rey...kemana itu anak"
"Rey...."
"Iya mi"
"Cepat sini makan"
"Kan yang di ajak hanya mantu kesayangan ummi, Rey tidak di ajak" Rey menunjukan bibir manyun nya.
Ummi langsung menghampiri Reihan lalu memukul lengannya sambil tersenyum, "kamu ini yah, ayo cepat makan"
Reihan dan Almira mulai makan, mereka berdua memuji masakan buatan ummi.
Selesai makan mereka berdua duduk santai di depan tv. Almira duduk di sebelah Ummi.
"Ummi...maaf kan Almira jika belum bisa memberikan Ummi dan Aby cucu" Almira menggenggam tangan umminya.
"Kamu ini setiap kesini pasti meminta maaf, Mir saat kamu menikah dengan Rey ummi kan hanya berpesan jagalah Reihan terima segala kekurangan dan kelebihannya , ummi tidak minta cucu banyak kan waktu itu Nduk" Ummi membelai kepala Almira dan mencoba menenangkan Almira ketika sedang gundah perihal momongan.
"Mir...momongan itu urusanya Gusti Allah, bukan kehendakmu, jika kamu hamil berarti Allah yang memberi ummi cucu" Ummi kembali menyemangati Almira.
"Iya mi" Almira semakin mendusel di ketiak ummi.
☘️☘️☘️
"Assalamualaikum"
__ADS_1
Terdengar suara seseorang mengucapkan salam dengan lantang. Reihan langsung menuju ruang tamu, Reihan begitu terkejut melihat Bibi dan Nisa datang ke rumah.
"Waalaikumsallam masuk Bi"
Nisa terus saja menatap Reihan, Reihan menjadi sangat tidak nyaman.
"Apa kabar Rey,"
"Alhamdulillah baik Nis, kamu sendiri?"
"Alhamdulillah baik juga"
"Silahkan duduk" Reihan mempersilahkan duduk bibi dan Nisa.
Reyhan melangkah ke ruang tv memanggil umminya.
"Ummi ada bibi dan Nisa"
Deg...
"Nisa?" Almira terkejut mendengar nama itu, nama yang pernah membuat hatinya gundah gara-gara surat di atas meja itu.
"Reyhan dan Nisa tidak ada apa-apa" Ummi meyakinkan Almira.
"Eh mbak" Bibi memeluk ummi dan cipika cipiki, begitu juga dengan Nisa.
"Mana istrimu Rey" Tanya bibi dengan nada yang tak biasa.
"Di kamar sedang ke kamar mandi sebentar Bu"
"Anakmu sudah umur berapa?"
Deg...
"Allah masih sayang mereka, jadi mereka masih di beri kesempatan untuk pacaran" Ummi menjawab pertanyaan bibi.
"Lhoo bukannya nikah sudah lama sekali, pacaran itu cukup setahun dua tahun, apa jangan-jangan istrimu itu...."
"Kami berdua sehat" Reihan langsung memotong pembicaraan bibi.
__ADS_1
"Sehat kok masih belum bisa hamil" Bibi semakin nyinyir.
Di balik tembok hati Almira begitu sakit mendengar perkataan bibi itu.
"Semuanya kuasa Allah Dek" Ucap ummi.
"Coba dulu kamu nikah dengan Nisa, pasti Ummi mu sudah menimang cucu darimu" Bibi semakin tidak bisa mengendalikan diri.
"Hanya Almira yang aku cintai, bibi kesini mau silaturahmi apa mau menyinyiri istriku saja" Reihan mulai emosi.
"Kau ini, apa semenjak menikah jadi seperti ini, tidak sopan pada bibi" Bibi mulai emosi juga.
"Kalian lanjutkan saja pembicaraan kalian, aku mau ke kamar" Reihan langsung melenggang pergi.
Almira juga sudah kembali ke kamar sedari tadi, Almira meratapi dirinya di dalam kamar.
"Hiks 😭 benar apa kata bibi,"
Reihan melihat Almira sedang menangis di kamar.
"Kamu kenapa Humairah?"
"Benar kata bibi, andai saja kamu menikah dengan Nisa, pasti sekarang kalian sudah mempunyai keturunan" Almira kembali menangis.
"Jangan suka mendahului takdir Allah, itu tidak baik, jangan suka menduga-duga kita bukan Tuhan" Reihan mengingatkan kembali tentang hakikat takdir pada Almira.
"Aku lelah dengan nyinyiran orang Mas" Almira mengusap air matanya.
"Allah percaya kamu masih kuat, makanya Allah masih memberikan ujian ini" Reihan merebahkan tubuh Almira ke ranjang.
"Tidurlah, jangan banyak berfikir, itu tidak baik untuk kesehatanmu"
Reihan menyelimuti Almira, menyalakan AC nya dan mengusap kepala Almira dengan lembut. Almira yang kelelahan menangis langsung tertidur pulas.
Reihan juga ikut menemani di sebelahnya sambil memangku leptop. Reihan tidak ikut tidur, ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.
☘️☘️☘️
Saya nikahkan anak saya Anisa Pratiwi binti Handoko dengan Afie Reihan Al Azzam dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar Tunai.
__ADS_1
Terlihat Reihan sedang menjabat tangan ayah Anissa.
Saya terima nikahnya Anisa Pratiwi binti Handoko dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.