Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
OSPEK


__ADS_3

Penerimaan mahasiswa baru pasti tidak lepas dari yang namanya OSPEK, Almira pun akan menjalani nya, Kali ini Reihan meminta menjadi panitia ospek, ia ingin mengisi acara ospek dengan kegiatan yang bermanfaat tanpa atribut macam-macam, mahasiswa dan mahasiswi menggunakan kaos panjang yang sudah di sablon dengan nama universitas mereka, menggunakan celana atau rok juga boleh untuk mahasiswi perempuan.


Kegiatan pertama yaitu pengenalan setiap ruang dan fasilitas kampus.


mahasiswa dan mahasiswi berkeliling di sepanjang area kampus.


Reihan juga ingin bersikap profesional, di kampus Ia menampakan dirinya sebagai seorang dosen Almira.


Perjalanan mengelilingi kampus yang begitu besar membuat mahasiswa dan mahasiswi kelelahan. Riko yang melihat Almira kelelahan langsung saja mendekatinya.


"Mir minum dulu ini"


Mira reflek mengambil air minum dari Riko lalu langsung meminumnya, Reni, Ayu, dan Reisa juga tampak kelelahan.


" Mir ini saputangan ku, pakailah, banyak keringat di dahimu" Ucap Riko memberikan saputangan pada Almira.


"Ehemmmm"


Reni, Ayu dan Reisa langsung melihat ke arah seseorang yang berdehem.


"Suami mu Mir" Gumam Ayu.


Almira melihat ke belakang, melihat Reihan memasang wajah masam nya.


"Riko, kau ini ya, sudah aku peringatkan kan di telfon, apa masih kurang" Ucap Reihan.


"Aku tidak percaya kalian sudah menikah" Ucap Riko dengan entengnya.


Reihan begitu geram dengan ucapan Riko, Almira takut jika Reihan marah dihadapan banyak mahasiswi dan mahasiswa nya.


"Riko sebaiknya kamu pergi deh, Rik, aku dan Pak Reihan sungguh sudah menikah" Ucap Almira.


"Mira kenapa kamu tega" Riko berusaha meraih tangan Almira namun Reihan langsung menepisnya.


"Kecewa boleh tapi jangan pegang-pegang enak saja" Ucap Reihan dengan ketusnya.


Ayu, Reni dan Reisa hanya menjadi penonton di antara mereka.


"Eh sudah mirip dengan film Korea itu belum" Ledek Ayu.


"Kalau ini ceritanya bukan pelakor yu, tapi pembinor" Reisa cekikikan.


"Kalau pembinor enaknya kita apain?" Tanya Ayu.


"Enaknya kita sunat ulang saja" Jawab Reni.


Mereka bertiga tertawa bersama.


Mereka terus saja menyindir Riko yang masih berdiri di depan Almira dengan tidak tahu malu nya.


"Ayo ke kantor dosen" Reihan menggandeng tangan Almira.


Almira hanya bisa mengikuti Reihan.


"Mas jangan seperti ini, aku tidak mau jadi tontonan mahasiswa lain"


Reihan berhenti lalu melepaskan tangan Almira, "Nanti malam harus beri jatah Mas dobel karena berani meminum minuman yang di berikan Riko tadi"


"Hah, kenapa jadi ke arah sana sih Mas Azzam ini"

__ADS_1


"Mas tidak mau tahu, istirahat 30 menit lagi, temani Mas makan di kantin"


" Tidak jadi ke kantor?"


Reihan menggeleng, Reihan dan Almira berjalan menuju kantin.


***


Alisha mengajak Hafiz menaiki gondola berduaan saja untuk menikmati keindahan kota venesia.


Gondola merupakan salah satu transportasi yang cukup populer dan must try di Venice.


Mereka berdua akhirnya sepakat untuk mengelilingi kota venesia dengan menggunakan gondola hanya berdua saja.


Mereka ingin lebih merasakan suasana romantis berdua.


Alisha begitu bahagia ketika gondola itu mulai berjalan menyusuri kota Venesia, tampak begitu indah di setiap mata memandang. Mereka tidak lupa berselfi di dalam gondola.


"Sayang..."


"Emmm...kenapa Mas?"


" Cintaku ke kamu itu ibarat Venice, tidak pernah kering ataupun surut maunya banjir terus." Gombalan receh Hafiz membuat Alisha tertawa.


"Gombal..."


"Ih kok gombal, serius sayang"


Hafiz mengajak Almira berdiri lalu memeluknya dari belakang, Hafiz meminta tolong pada pendayung gondala untuk memotret dirinya dan Alisha.


Gondala yang Alisha dan Hafiz tumpangi di hias dengan bunga-bunga segar, sehingga menambang keromantisan mereka berdua.


Hafiz meraih kupu-kupu itu, tapi kupu-kupu itu malah terbang.


" Sayang coba tebak Kupu-kupu apa yang paling cantik?" Tanya Hafiz pada Alisha.


"Kupu-kupu tadi juga cantik"


"Salah"


"Terus apa dong?"


"KUPUnya istri sepertimu"


Alisha langsung mencubit lengan Hafiz.


"Sudah Ih gombalnya, Diabet nanti aku Mas"


Hafiz malah tertawa melihat Alisha yang selalu malu jika digombali.


Tak terasa sudah 30 menit mereka menaiki gondola, kini saatnya mereka kembali ke hotel untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


***


Sore hari Mas Birru sudah pulang dari kantor, Mas Birru mencari Ayyubi dan Rengganis yang tidak menyambutnya di depan.


"Ayyubi...."


Mas birru terus berjalan menuju kamar nya, di lihatnya ternyata Ayyubi sedang menyusu sambil berbaring bersama Rengganis.

__ADS_1


"Ayyubi papah pulang"


Ayyubi masih asyik menyusu, Mas Birru ikut berbaring di belakang tubuh Rengganis.


Mas Birru lalu menaikan kepalanya untuk melihat Ayyubi menyusu.


Melihat papahnya tiba-tiba Ayyubi tertawa dan melepaskan ASI nya.


"Buat papah yah"


Ayyubi langsung menyusu kembali, Mas Birru bermain cilik ba dengan Ayyubi, Ayyubi kembali tertawa dan melepaskan ASI-nya.


"Jangan buat mainan De" Ucap Rengganis.


"Kalau buat mainan papahnya mah seneng kan" Ledek Mas Birru.


Muka Rengganis langsung memerah,


" Kenapa masih malu-malu seperti itu setiap Mas meledek"


"Karena setiap harinya Mas selalu sama di mata Ganis, seperti baru pertama kali bertemu" Ucap Rengganis mengungkapkan perasaan nya.


"Andai saja Ayyubi sedang tidak menyusui, sudah Mas uwek uwek kamu Sayang"


"Kebiasaan"


"Tapi kamu suka kan???"


"Sudah-sudah sana cepat Mandi"


"Iya iya"


Mas Birru bangun dari tempat tidurnya lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Maaf ya akhir-akhir ini cerita nya membosankan, Author lagi kurang sehat, lagi tidak bisa berhalu-halu ria ini, butuh istirahat sejenak ya besok, Terus yang menanyakan Mas Birru dan Mbak Ganis, kan sudah di jelaskan Season cerita mereka sudah Tamat, jadi sekarang hanya selingan saja jika ada cerita mereka]


[Up lusa ya, selamat bermalam Minggu untuk esok]


Salam sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2