Aku Janda Tapi Perawan

Aku Janda Tapi Perawan
Kantor


__ADS_3

Albirruni dan Rengganis sudah sampai kantor,semua pegawai menyapa nya dengan ramah,Rengganis masih harus belajar bisnis lagi dengan suami nya.


Sampai di ruangan ternyata sudah ada Dion yang menunggu.


"Assalamualaikum Mas Dion" Sapa Rengganis.


"Waalaikumsalam, wih pengantin baru,seger banget nih" Ledek Dion.


"Segar lah,kan tiap pagi keramas" Ledek Albirruni.


"Mas..." Ucap Rengganis yang menahan malu.


"Eh tumben pagi-pagi sudah nongol di sini," Ucap Birru.


"Mau minta tolong Al,sebelum kamu sibuk dengan pekerjaan mu,Aku dulu yang akan membuatmu sibuk" Ucap Dion sambil terkekeh.


"Minta tolong apa?pinjam duit?"


"Eh bukan,duit Aku banyak"


Hahahahaha,Albirruni tertawa.


"Al tolong lamarkan Melly untukku,kan kamu tahu sendiri Aku sudah tidak ada orang tua"


"Alhamdulillah Mas benar ingin serius dengan sahabat ku Melly?" Tanya Rengganis.


"Iya Nis,kan tidak boleh pacaran sama suamimu itu," Ledek Dion.


"Kalau pacaran tidak akan aku endors pernikahanmu"


"Ya Ayo Al bulan depan lamarkan Dia untuk Aku"


"Nanti aku bicara dengan Papa Wijaya saja,masa Aku,tua sekali rasanya" Ucap Al sambil terkekeh.


"Memang sudah tua,menolak tua kamu Al"


Birru langsung menimpuk Dion dengan map yang ada di depannya.


"Sudah nanti Aku bantu,nanti aku bicara dengan papa Wijaya, Papa pasti mau,kan kamu juga sudah di anggap seperti anak papa"


Dion langsung menjabat tangan Al lalu memeluk Al.


"Makasih ya Sayang" Ucap Dion.


"Geli ih Yon,jangan begini"


Rengganis yang melihat tingkah Mas Birru dan Dion malah tertawa,dua sahabat yang begitu saling menyayangi.


Dion pun meninggalkan ruangan Albirruni,lalu kembali menuju ruangannya.


"Sayang boleh minta tolong buatkan Mas kopi,setelah di tinggal bulan madu sepertinya pekerjaan Mas sedikit menumpuk"


Rengganis mengangguk lalu berjalan menuju pantri untuk membuatkan kopi.

__ADS_1


Di pantri Rengganis bertemu dengan beberapa karyawan.Rengganis pun tak segan-segan untuk menyapanya.


"Assalamualaikum, sedang buat kopi juga ga Mbak" Sapa Rengganis.


"Waalaikumsalam,iya nih bu bos,mau bikin kopi juga bu?"


"Eh jangan panggil Aku seperti itu,panggil saja Rengganis" Ucap Rengganis.


Rengganis mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan teman baru nya.


"Rani"


"Lusi"


"Sudah lama bekerja disini?"


"Sudah Mbak Ganis,"


"Nanti makan siang dengan ku ya Lusi,Rani"


"Apa Mbak tidak makan siang dengan Pak Al"


"Tidak sepertinya suami ku akan meeting,banyak pekerjaan yang harus di selesaikan"


"Ya sudah,nanti jam 12 ya Mbak Ganis"


"Oke,sudah dulu yah,Aku kembali ke ruangan dulu" Ucap Rengganis.


Rengganis tersenyum lalu meninggal kan pantri menuju ruangan Albirruni.


"Lus pantas saja Pak Al menyukai Rengganis,Rengganis begitu ramah dan tidak sombong,cantik lagi" Ucap Rani.


"Iya,selera pak Al cukup tinggi juga"


***


"Sayang ini kopinya" Ucap Rengganis.


"Kok lama tumben" Tanya Birru.


"Tadi Ganis kenalan dengan Rani dan Lucu,Ganis ingin punya banyak teman di sini"


Albirruni mengerti lalu tersenyum,


"Sayang nanti makan siang bareng mereka saja yah,Mas ada meeting di luar bersama Dion"


"Iya Mas tidak apa-apa"


Albirruni segera melanjutkan pekerjaan nya di selingi mengajarkan Rengganis.Rengganis sedikit demi sedikit mulai mengerti tentang berbisnis.


Tidak terasa sudah Jam 12 Siang,Rengganis yang sudah di tinggalkan Mas Birru meeting segera keluar ruangan lalu menghampiri Lusi dan Rani,mereka menuju kantin bersama.


Sesampainya di kantin mereka memesan bakso dan lontong serta es teh manis.

__ADS_1


Saat sedang menunggu bakso datang Rengganis tidak sengaja melihat pohon mangga yang ada di sebelah kantin,dilihatnya begitu banyak mangga muda yang berbuah sepertinya begitu enak.


"Lus,itu pohon mangga milik siapa?" Tanya Rengganis.


"Itu milik perusahaan Nis,kenapa?"


"Tidak,dilihat sepertinya sangat enak bila di makan siang- siang seperti ini,segar sepertinya"


"Itu kan belum ada yang matang Nis,masih muda semua,malah masih kecil" Ucap Rani.


"Apa kamu nyidam?" Tanya Lusi tiba-tiba.


"Ah tidak,Aku tidak sedang hamil"


"Siapa tahu Nis"


"Ah masa sih,memang ibu hamil seperti itu,Aku hanya melihat mangga itu terasa enak sekali" Ucap Rengganis.


"Coba cek saja Nis"


"Ya gampang nanti saja" Ucap Rengganis sambil tersenyum.


Pesanan bakso pun datang,mereka segera memakan bakso bersama-sama di sertai dengan obrolan-obrolan untuk menambah keakraban.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


(Kira-kira Rengganis hamil tidak ya?)

__ADS_1


(Jangan lupa like komen dan Vote,,minta vote yang banyak ya sayangku,terimakasih)


__ADS_2